Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan

28 Juni 2010

Tips Aman Bermain Jejaring Sosial


Saat ini, sudah banyak kita mengenal macam-macam jenis jejaring sosial (social network) di internet, dimana dengan adanya fasilitas tersebut, seseorang bisa dengan mudah berhubungan dengan orang lain, baik kerabat, teman, keluarga, atau orang yang belum dikenal sekalipun. Dengan kecanggihan teknologi yang semakin lama semakin berkembang, anak SD pun sudah mengerti bagaimana caranya agar bisa mempunyai akun di salah satu jenis jejaring sosial tersebut.

Tak perlu berpanjang lebar, katakanlah Facebook, friendster, twitter, flixster, hi5, pencerahanhati, dan masih banyak lagi nama-nama jejaring sosial yang mungkin saat ini sudah kita kenali jenisnya dan marak digandrungi oleh masyarakat di seluruh belahan dunia manapun. Yang mungkin saat ini tengah populer dan banyak diakses dari kalangan anak-anak sampai orang tua adalah Facebook. Sebab untuk saat ini, Facebook begitu user friendly bagi para penggunanya. Dilengkapi dengan berbagai bahasa, sehingga Facebook dapat diakses dimana dan oleh siapapun.

Seiring dengan berkembangnya kecanggihan teknologi, dimana segala sesuatunya pasti ada baik dan buruknya, ada sisi positif, sudah pasti tentu ada sisi negatifnya. Begitu juga dengan jejaring sosial pada umumnya. Mungkin belakangan terakhir ini, sering kita dengar berita-berita yang kurang mengenakkan terkait jejaring sosial ini (Facebook) di berbagai postingan di berbagai blog. Beberapa sumber mengatakan bahwa ada seorang gadis yang katanya telah diculik oleh salah satu teman Facebook nya yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Maka itu disini, saya akan coba berbagi sedikit tentang manfaat bermain jejaring sosial. Mungkin bisa kita rasakan banyak sekali manfaat dari mempunyai akun di salah satu jejaring sosial tersebut. Kita bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman, bisa menambah banyak teman yang sebelumnya tidak pernah kita kenal, atau mungkin bisa mempertemukan kembali hubungan persahabatan yang telah lama terpisah, akhirnya bisa berjumpa dan berkomunikasi kembali melalui jejaring sosial ini. Jika ingin diulas secara keseluruhan, pastinya semua hal itu tidak dapat kita bahas dalam waktu dan tempat yang terbatas ini. Yang pasti, segala manfaat yang timbul akibat adanya jejaring sosial ini akan membuat kita merasa untung dan dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Dibawah ini ada sedikit tips berinternet sehat dan aman bermain jejaring sosial / social network :

1. Pastikan tujuan kita mempunyai akun di salah satu jejaring sosial
Ribuan, bahkan jutaan orang bisa dipastikan telah mempunyai akun, katakanlah di jejaring sosial Facebook. Dari jutaan orang itu, yang mungkin salah satunya adalah kita, pasti mempunyai maksud dan tujuan sendiri mengapa ingin mempunyai akun disana. Nah, untuk itu sebelum kita mempunyai sebuah akun, alangkah baiknya kita pastikan dulu apa tujuan kita membuka akun disana. Apakah hanya untuk mencari teman yang sudah lama tidak bertemu, mencari kenalan baru, atau mempunyai maksud-maksud tersembunyi diluar itu?

2. Liat info orang yang menambahkan kita sebagai temannya
Hal ini pun juga merupakan hal penting dalam aktivitas kita bercengkerama di Facebook. Seringkali ada orang yang menambahkan kita sebagai teman di akun Facebook nya, ”mungkin” hanya karena dia tertarik melihat foto profil yang kita pasang di akun kita. Atau sekedar iseng atau hanya ingin memperbanyak perbendaharaan temannya di Facebook. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, dan kita, tidak ada salahnya mempersiapkan segala kemungkinan toh! Untuk itu kita musti tahu dulu info tentang mereka. Lalu jika kita memutuskan untuk meng’approve’ nya, dan misal terjadi komunikasi yang berlanjut, usahakan untuk jangan terlalu terbuka dan percaya. Dalam hal ini, kita harus menggunakan praduga ”tidak semua orang baik”. Bukan bermaksud untuk berburuk sangka, tetapi lebih kepada sikap waspada.

3. Berkomunikasi serta besikaplah yang wajar dan sekedarnya
Mungkin pernah kita dengar berita seorang siswa SMA dikeluarkan dari sekolahnya karena telah menghujat salah satu guru yang tidak disenanginya di status Facebooknya. Guru yang merasa dihina itu tidak terima dan akhirnya membawa kasus itu ke pihak yang berwajib. Hal-hal semacam itu sudah sering kita dengar. Maka itu, alangkah baiknya jika kita bisa bersikap sopan, wajar, dan sekedarnya jika sedang berkomunikasi di Facebook.

Bahkan di sebuah situs blog yang pernah saya baca, bahwa banyak pelamar kerja ditolak lantaran Facebook. Kok bisa? Ya, perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek isi Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Ternyata banyak dari mereka yang menguak hal-hal ”kotor” di akun Facebook mereka. Sebuah kutipan yang menarik perhatian saya adalah ”Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang. (detik/untukku.com)”

4. Jangan biasakan mengakses jejaring sosial setiap waktu
Banyaknya para pekerja, karyawan, atau pegawai kantoran yang mengakses situs jejaring sosial pada jam-jam kerja, membuat banyak perusahaan memilih untuk memblokir alamat-alamat situs jejaring sosial itu. Kenapa? Ya karena dengan terlalu seringnya para user mengakses situs tersebut, maka kinerja para pekerja tidak akan produktif, hasilnya pekerjaan akan menjadi terbengkalai dan tidak selesai tepat pada waktunya. Begitu juga dengan mereka yang sering mengakses situs jejaring sosial via web seluler atau ponsel. Itu akan membuat seseorang terus bergantung atau mungkin kecanduan dengan Facebook.

5. Usahakan untuk mengurangi penguploadan foto-foto pribadi
Terkait dengan foto-foto yang sering kali kita upload di album foto virtual milik Facebook, bisa jadi ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tiba-tiba mengambil foto kita untuk selanjutnya dipergunakan untuk hal-hal yang tidak kita inginkan (red – pencemaran nama baik). Hal itu pun juga musti kita waspadai. Untuk itu pikir-pikirlah dulu jika ingin menaruh foto-foto kita di Facebook.

6. Remove orang-orang yang sekiranya patut kita waspadai
Jika ada teman Facebook kita yang gelagatnya sudah membuat kita tidak nyaman dalam berkomunikasi di Facebook sehingga membuat kita merasa risih, maka jangan segan-segan untuk meremovenya. Atau jika ada teman yang selalu memaksa kita untuk bertemu, atau kita sudah merasa tidak nyaman dengan kata-kata yang ditulisnya, lebih baik kita remove saja. Toh kehilangan satu teman seperti itu tidak akan membuat kita rugi.

Oke, mungkin segitu aja yang bisa kita bahas. Moga bisa diterima dan mudah dipahami. Sungguh segala sesuatunya itu kembali lagi ke pribadi kita masing-masing.

salam blogger sehat !!

25 Mei 2010

Google Documents, Virtual Storage Device yang user friendly

Sama dengan fasilitas-fasilitas lainnya, kali ini google kembali memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk menyimpan berbagai naskah / file. Disini google memperkenalkan salah satu fasilitasnya yaitu “Google Documents” (http://docs.google.com)

Berikut adalah tampilan awal Google Documents:



Masukan alamat email dan password yang Anda punya didalam tanda kotak berwarna merah lalu enter / klik tombol “masuk”. Maka Anda akan dibawa ke sebuah halaman awal seperti ini:



Akun diatas masih kosong dan belum berisi file apapun, sebab memang belum diisi apapun di dalamnya. Anda bisa mengklik tombol ”Buat baru” yang sudah ditandai dalam kotak merah. Dan tampilannya akan seperti ini:



Anda bisa memilih salah satu pilihan yang ada.
1) Documents
Jika Anda klik ”Documents”, maka Anda akan dibawa ke sebuah halaman seperti ini:



Jika Anda sudah menuliskan apa yang Anda inginkan, klik tulisan yang ada disamping tulisan ”Google Documents” untuk mengganti nama file Anda.



Ketik nama file yang Anda inginkan setelah itu klik OK. Kemudian klik icon save. Setelah itu Anda bisa mengklik tulisan ”Google Documents” yang ada di sisi kiri atas. Maka tulisan Anda sudah tersimpan disana.

Untuk pilihan presentasi, spreedsheet, dan yang lainnya, itu sistematika kerjanya hampir sama saja dengan MS. Office. Presentasi bisa diibaratkan sebagai virtual power point dan spreedsheet bisa diibaratkan sebagai virtual excel. Anda pun bisa membagi pakaikan file yang Anda buat di Google Documents ini kepada siapapun dengan fasilitas tombol ”Bagi-pakai” yang ada di sisi kanan atas. Lalu pilih ”Publikasikan sebagai laman web”





Ada dua cara untuk mempublikasikan tulisan Anda. Pertama Anda klik tulisan ”Publikasikan dokumen” yang ada pada kotak merah diatas. Maka setelah itu, Anda akan diberikan alamat link seperti dibawah ini:



Kemudian Anda bisa share ke teman-temen atau orang-orang terdekat Anda dengan memberikan link itu pada mereka. Sedang cara yang kedua adalah dengan mengklik tombol ”kirim ke blog” setelah itu ikuti langkah-langkah selanjutnya di box ”Pengaturan Situs Blog”. Setelah itu klik OK



Mudah bukan? Oke, selamat mencoba ya.........

NZ

21 April 2010

HOAX


“Sebuah virus baru, baru saja ditemukan dan diklarifikasikan oleh Microsoft (www.microsoft.com) dan McAfee (www.mcafee.com) sebagai virus paling merusak yang pernah ada. “Jika ada email dengan subyek ‘A Virtual Card for You’, jangan coba-coba dibuka. Karena begitu email ini dibuka, maka virus akan segera bekerja, akibatnya komputermu akan berhenti beroperasi. Dan saat kamu menyalakan kembali, virus ini akan menghapus sektor 0 harddisk, yang akan menghilangkan semua data dan merusak harddiskmu secara permanent.” Kejadian ini, dalam beberapa jam saja membuat panik para pengguna komputer di New York, sebagaimana berita yang ditulis oleh CNN (www.cnn.com)


Apa reaksi Anda ketika mendapat email tersebut? Mungkin rada kaget dan panik. Biasanya setelah itu kita akan memforward email tersebut ke milis-milis dan teman yang kita kenal.

Sebenarnya email di atas masuk dalam salah satu kategori hoax. Apa sih hoax itu? Hoax adalah berita bohong atau palsu, yang biasanya disebabkan secara berantai melalui email. Biasanya hoax ini berupa berita yang controversial, meyakinkan dan sangat sugestif. Hal ini yang sering membuat orang segera memforward email tersebut kemana-mana.

Tujuan Hoax

Apa sih tujuannya orang membuat hoax? Ada beberapa alasan, diantaranya adalah:
1. Iseng saja untuk kepuasan pribadi. Dia ingin melihat seberapa besar kemampuan dia untuk membuat berita yang bisa membuat heboh. Semakin ramai berita tersebut berkembang semakin senanglah dia.
2. Untuk mengerjai/mengganggu seseorang. Biasanya di email tersebut kita diminta untuk mengirimkan email ke alamat korban. Sehingga si korban akan kebanjiran email.
3. Untuk mendapatkan uang melalui modal piramida surat berantai.
4. Merusak reputasi seseorang atau organisasi melalui berita bohong atau fitnah.

Ciri-Ciri Hoax

Agar tujuannya tercapai, pembuat hoax akan berusaha untuk membuat email yang sangat meyakinkan agar kita tertarik untuk segera memforward email tersebut ke orang yang kita kenal. Jadi kalau menerima email seperti itu, kita perlu mencurigai apakah email tersebut adalah hoax atau bukan.

Berikut ini beberapa contoh tipikal sebuah hoax:
1. Berupa ancaman, seperti informasi tentang adanya bom di suatu tempat. Adanya virus berbahaya, adanya ancaman zat berbahaya dalam makanan, dll.
2. Janji-janji hadiah. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah pemberian handphone gratis dari manager Ericsson, dengan syarat memforward email promosi dia ke 10 orang dan si manager tersebut.
3. Kontroversial. Saya pernah mendapat email tentang ditemukannya kerangka Kaum Ad, begitu meyakinkannya dengan ilustrasi berupa foto kerangka tersebut. Ternyata setelah di cek, foto tersebut adalah salah satu foto pemenang lomba manipulasi gambar. Contoh lain hoax adalah tentang adanya meteor yang akan menabrak bumi pada tahun 2019.
4. Menarik simpati, yaitu dengan email berupa penderitaan seseorang untuk mengharap belas kasihan dari kita.

Mereka seringkali berusaha memperdaya dengan menggunakan istilah teknis dan kadang memakai nama institusi tertentu untuk meyakinkan penerima email tersebut. Seperti pada contoh diatas, si pembuat berusaha meyakinkan dengan mengatakan berita tersebut diperoleh dari CNN dan virus tersebut dianggap berbahaya oleh Microsoft dan McAfee.

Bila Menerima Hoax

Bagaimana kita tahu bahwa email yang kita terima itu termasuk hoax atau bukan? Memang agak sulit, karena biasanya sangat meyakinkan dan seolah-olah benar. Untuk itu, pertama kita perlu mengeceknya di search engine, apakah berita tersebut pernah terdokumentasi sebagai hoax atau bukan. Selain itu, sebuah hoax biasanya tidak menyebutkan sumber informasinya secara detail. Pada contoh diatas, kalau kita cek di CNN.com, sebenarnya berita itu tidak pernah ada. Kita juga bisa mencek di situs-situs yang memiliki daftar hoax yang beredar di internet. Salah satunya di http://hoaxbusters.ciac.org/HBOtherHoaxPages.html
Ups, ternyata halaman yang ada di atas itu dah gak bisa dibuka, coba yang ini aja ya http://www.kursiterbalik.com/2010/02/7-kebohongan-terbesar-berita-di.html

(Sumber : Rubrik Internid Majalah Annida Edisi No 02/XIII September 2004)

23 Maret 2010

Google Translate yang memudahkan


Sekarang belajar bahasa semakin mudah dan menyenangkan. Hal itu telah dibuktikan oleh Google Translate. Fasilitas Google Translate adalah layanan yang dapat memudahkan kita, para pemakainya untuk dapat menterjemahkan segala macam bentuk bahasa ke bahasa lain yang kita inginkan





Bagi anda yang ingin menterjmahkan beberapa kalimat dari satu bahasa ke bahasa yang lainnya, maka anda bisa segera mengakses ke http://translate.google.com/ dan anda akan segera disuguhi tampilan seperti dibawah ini.


Tanda panah no 1 itu menjelaskan bahwa anda bisa menuliskan kalimat apa yang ingin anda terjemahkan di dalam kotak itu. Lalu tanda panah no 2 itu menjelaskan bahwa anda dapat memilih bahasa asal dan bahasa hasil terjemah. Jika kedua langkah tersebut sudah anda jalankan, selanjutnya anda dapat mengklik button Translate.

Selamat mencoba !!


by nurlailazahra