Sejak kecil, hidup telah mengajarkan tentang
kehilangan pada Riski. Kehilangan seorang ibu yang amat ia butuhkan, dan
kehilangan kasih sayang seorang ayah yang juga tak kalah ia perlukan. Hidup
memang sudah mengajarkan padanya tentang pedihnya sebuah kehilangan, bahkan
sejak ia masih belum mengerti mengapa Tuhan mengambil malaikat hatinya saat ia
masih teramat membutuhkannya. Sampai saat ini, aku yakin ia masih bisa
merasakan bagaimana rasanya saat ia melihat wajah pucat ibunya yang dikelilingi
oleh keluarga dan orang-orang yang mencintainya, bagaimana rasanya ia menangis
tatkala aku memaksanya untuk mencium wajah ibunya untuk terakhir kalinya,
bagaimana rasanya saat ia menangis dan meronta memanggil ibu yang paling
dikasihinya namun wanita berhati mulia itu tak kunjung datang memeluk dirinya,
bagaimana rasanya saat aku mengajarinya untuk berkata “Selamat tinggal, Mama”
saat sebuah keranda hijau membawa tubuh ibunya pergi menjauh dari dirinya, dari
hidupnya. Dan bagaimana rasanya bertahun-tahun memendam kerinduan yang mendalam
pada sosok yang tak bisa ia jumpai lagi, sampai akhirnya ia menyadari secara
tidak langsung bahwa hidup ternyata telah mengajarinya tentang arti kehilangan.
Begitu sakit, begitu perih, begitu menyesakkan.
Tampilkan postingan dengan label DISP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DISP. Tampilkan semua postingan
15 Juni 2017
12 Juni 2017
DEWASA, ADALAH SEBUAH PILIHAN DAN KEBERANIAN
Bagiku,
berani dewasa bukanlah urusan usia – meski usia memang memiliki kontribusinya –
tapi ini soal sikap. Soal keberanian memilih mana sesuatu yang terbaik dari
berbagai pilihan yang ditawarkan hidup. Berani menjadi dewasa adalah pilihan
hidup yang tidak sederhana. Sebab menjadi dewasa bukan semata karena usia yang
semakin bertambah, ia lebih kepada berani mengambil keputusan sikap, sudut
pandang, pola pikir, dan tindakan nyata yang didasarkan oleh kesadaran penuh.
Dan
saat ini, aku tengah belajar untuk memahami semua itu...
Langganan:
Postingan (Atom)