16 Juni 2017
Setiap Anak itu Unik
12 Juni 2017
Rasa Takut
Setiap orang, pasti memiliki rasa takut dalam hal apapun. Takut pada Allah, takut pada kegelapan, takut pada orang tua, takut dimarahi, takut menyakiti, dan lain sebagainya. Kecemasan dalam menghadapi sesuatu yang belum terjadi pun juga bisa disebut sebagai rasa takut. Kita sepakat, bahwa semua orang pasti memiliki rasa takut dalam dirinya terkait hal apapun.
Namun nyatanya, tidak semua orang mampu untuk mengendalikan dan mengelola rasa takutnya, sebagai bagian dari pengalaman dan proses yang pada akhirnya akan berlalu dan menjadi sebuah kenangan. Tidak semua orang mampu menghadapi rasa takut, sekalipun itu hanya sekedar pergi ke kamar mandi sendirian. Banyak bayangan-bayangan aneh yang menghantui diri kita hingga membuat kita kalah dengan rasa takut yang kita ciptakan sendiri.
Sebagai manusia, sebagai makhluk yang berakal, sebagai makhluk yang paling sempurna yang Allah ciptakan dibanding makhluk Allah lainnya, kita sudah sepatutnya mampu mengendalikan dan mengelola rasa takut yang kita miliki. Misalnya saja saat kita takut untuk tidur sendirian dalam keadaan lampu yang padam, karena berbagai bayang kemungkinan sudah berkelebat memenuhi pikiran kita, maka dengan akal yang sudah Allah karuniakan, kelolalah rasa takut itu dengan bijak. Kita bisa berdialog dengan diri kita sendiri, bahwa kegelapan bukanlah tempat di mana setan bersemayam untuk mengganggu istirahat malam kita. Kegelapan justru bagus untuk kesehatan kita, demikian yang saya pahami dari ajaran Rasulullah. Jika tidak percaya, bisa digoogling hadits terkait hal ini.
Dalam hal lainnya lagi, contoh kecilnya saja saat saya masih kuliah dan harus menyelesaikan tugas akhir. Di beberapa kesempatan saya harus bertemu dengan dosen pada waktu yang sebenarnya tidak saya inginkan: ya, pada saat dosen mengajar di kelas! Oh, jujur hal itu membuat saya takut. Saya tak pernah berani untuk masuk ke kelas menemui dosen di mana beliau sedang mengajar puluhan mahasiswa/i. Saya tidak percaya diri! Dan rasa itulah yang membuat saya menciptakan rasa takut dalam hati saya. Namun saya berpikir, kalau saya tidak bertemu dengan dosen ini, maka saya yang akan rugi karena tujuan saya bertemu beliau adalah untuk membantu saya menyelesaikan tugas akhir. Kalau saya terus-terusan sibuk dengan rasa takut saya, maka saya akan selamanya menjadi orang yang pengecut dan tak pernah berani mengambil keputusan di luar apa yang saya takuti. Saya terus menciptakan pikiran-pikiran positif untuk membunuh rasa takut saya. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk memberanikan diri bertemu dosen saat beliau mengajar. Meski dengan hati berdebar, meski timbul rasa tidak percaya diri yang memuncak, namun saya tetap melangkah maju. Dalam hati saya hanya satu: bertemu dosen hanya beberapa menit namun akan mampu mengubah hidup saya menjadi lebih baik. Daripada saya mengikuti rasa takut saya dan memilih untuk tidak bertemu dengan dosen, maka saya pun harus siap menanggung perihnya kehilangan ilmu yang harusnya bisa saya dapatkan dalam waktu beberapa menit saja.
Dan, well done! I'm do it!
Saya mengalahkan rasa takut saya hanya dalam waktu beberapa menit saja! Setelah itu saya keluar kelas dengan penuh rasa bangga. Bukan hanya Karena ilmu yang saya dapatkan, tapi juga karena saya telah mampu mengelola rasa takut saya menjadi sebuah keberanian yang melahirkan sesuatu yang lebih baik untuk saya.
Dan lagi-lagi, saat saya memiliki masalah kesehatan di fase kehidupan saya, saya tidak mau memberitahukan hal ini pada siapapun. Kecuali dengan orang atau teman-teman yang berkompeten di bidangnya. Meski saya takut, meski saya tak pernah berani bagaimana menghadapi hari esok jika saya benar-benar sakit, tapi saya tidak mau kalah dulu dengan rasa takut yang saya ciptakan sendiri. Saya paling muak memanjakan rasa takut! Saya paling enggan berlama-lama bercengkrama dengannya! Maka dari itu, meski harus sendiri saya melewatinya, tidak ada yang menemani saat harus check up ke dokter, saya tetap teguh dengan pendirian saya. Saya harus berani! Saya ke dokter sendiri, periksa darah sendiri, rontgen sendiri, semuanya sendiri! Saya kalahkan rasa takut saya, di saat orang lain masih sibuk dengan ketakutannya dan harus ditemani oleh sahabat atau kerabatnya meski hanya sekedar periksa kandungan. Saya mengalahkan rasa takut saya, dan keberanian saya itu membuat saya lega karena dokter menyatakan bahwa saya baik-baik saja.
Ya, pada akhirnya, kita semua pasti memiliki rasa takut dalam hal apapun. Namun ternyata tidak semua orang mampu mengendalikan dan mengelola rasa takutnya secara bijak. Hanya orang-orang yang beranilah yang akan mampu mendapatkan sesuatu yang lebih baik saat mereka mau selangkah saja mengalahkan rasa takutnya. Tentunya ketakutan dalam hal yang bersifat personal demi mencari kebaikanlah, dan bukan memilih berani pada Allah, orang tua, dan suami hingga merasa betul saat harus menghilangkan rasa takut pada mereka.
Wallahu'alam.
DEWASA, ADALAH SEBUAH PILIHAN DAN KEBERANIAN
5 Maret 2015
Penurunan Daya Ingat
20 Desember 2013
HIATUS
28 November 2013
Selalu Salahkah Salah Jurusan?
25 November 2013
Hamster's Baby
12 November 2013
Catatan Perjalanan
11 November 2013
'Mencambuk' Diri : No Excuse
5 September 2012
Janji : Antara Loyalitas dan Prioritas
29 Agustus 2012
Butiran Kisah Saat Ramadhan
24 Januari 2012
Iri yang Memotivasi Diri
18 Januari 2012
Sebuah Cerita di Akhir Pekan
Teman A : Mau kemana lu Sur?
Teman B : Eh Sur, mau kemana Lu?
Mas Boim kembali mencontohkan bagaimana kalau Gusur berinteraksi dengan istrinya,
Bagi yang belum tahu seperti apa Mas Boim Lebon, ini dia:

16 Januari 2012
Melapangkan Hati dengan Berpikir Positif
Sekali lagi perempuan paruh baya itu membasuh peluhnya yang mengalir dari pelipis kanannya. Namun peluhnya kali ini bukanlah peluh yang tak memiliki arti. Ia membasuh peluhnya itu dengan penuh rasa senang di hati. Bukan lain karena hari ini hasil penjualan minuman dinginnya di pertigaan lampu merah melebihi pemasukannya beberapa hari terakhir. Ia cukup bersyukur karena orang-orang yang terjebak macet di jalan banyak yang membeli minuman dingin padanya untuk melepas dahaga di tengah penatnya kemacetan.
28 Oktober 2011
Meningkatkan Kecerdasan Anak dengan Mainan
20 Oktober 2011
29 September 2011
Hidup dan Kehidupan...
Hidup...Itulah hidup, dan kehidupan.
Kisah sang Bocah Malang
Di usia yang masih sangat-sangat muda, gadis kecil itu sudah dituntut untuk melawan kerasanya arus kehidupan. Tidak seharusnya dia melakukan hal itu Tuhan. Tidak semestinya dia ada dijalanan seperti ini. Mengais rezeki-Mu dengan menjual suara lugunya. Dia masih terlalu kecil untuk melakukan hal itu.Dalam hati aku berdo'a,
Ya Allah, berikan ia yang terbaik. Amin
(Dalam perjalanan pulang dari kampus
dlm sebuah angkot, di waktu malam)

27 September 2011
Bukankah Pasti Ada Jalan, Jika Ada Kemauan?
Dia bales lg. aku juga bales, “Hehehe aq ga berani ngambil resiko, masalahnya masa dpn slama 3th nih yg aq pertaruhkan kl sampe copas :D kl mau, qt ngerjain sama2 aja, nti aq Bantu deh. Tp jgn bilang2 yg laen.” Send! Tadinya kupikir si temen udah nyerah untuk minta bantuanku, eh tapi masih bales juga. Ya udah aku bales lagi, “Aq jg sama. Pulang kerja aku msh hrs ngajar dah gitu lanjut kuliah. Di rmh jg ga bs tetep fokus ama laptop, krn ada rizky. Cb deh siasati manajemen waktunya, pasti bs kok klo ada kemauan :D”. klik! Akhirnya dia menyerah juga :D SMS terakhirku ke dia, “Ok, maaf ya sekali lg…”
9 September 2011
Scary Story vs Scary Movie
Waaaaaaaaaaaa!!!! Si R langsung lari terbirit-birit.
Duduk sepi di atas pohon
Kubiarkan rambutku terurai
Tanpa kaki kelelawar
Anjing dan bulan purnama
Kumenanti kekasihku
Yang belum mati
Kapan mati kekasihku?
Kumenanti kau di sini
Ayo mati bunuh diri
Agar kita jumpa lagi
Seperti dulu
Mana mungkin ku kembali
Hidup lagi seperti dulu
Kecuali engkau mati
Mohon mengerti…
”Wah tapi saya harus menyelesaikan tugas kampus saya pak.” Sahut Raka.

nah, What's your favorite scary movie and story?
*gambar diambil dari oom google
25 Agustus 2011
H - 5
Hari-hari menjelang idul fitri biasanya masyarakat sudah mulai sibuk dengan berbagai macam aktivitas, dari mulai membuat kue sampai membeli baju baru. Hmm…untuk aku pribadi, waktu-waktu semacam ini jelas membuatku sangat stress. Kenapa? Sebab menjelang waktu libur lebaran, aku sudah harus menyelesaikan semua urusan sebelum libur tiba. Dan hari ini, tepat H-5 menjelang lebaran, tadi pagi aku awali dengan pergi ke rumah bos, biasa ada sedikit urusan. Selepas itu aku langsung pergi ke kantor pajak yang ada di daerah Poncol JakSel untuk mengurus pembuatan kartu NPWP.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, mohon maaf lahir bathin.............
note:
- Sarah Lally = Sarah (my nickname) Lally (asal kata lali = lupa) :D
- titi dj = hati-hati di jalan
gambar diambil dari google









