Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

6 Maret 2015

Sesuatu dan Kenangan

Sahabat,
Pernahakah kalian merasakan sesuatu yang kalian sendiri tidak bisa menerjemahkan sesuatu itu? Kalian terdiam, seolah tidak melakukan apa-apa, padahal kalian berpikir tentang sesuatu itu. Ada sebuah rasa kehilangan yang menyayat kalbu, namun sebenarnya kalian tidak pernah memiliki kehilangan itu. Ada sebuah ruang yang sedikit hampa karena sudah terlalu lama kosong karena kepergiaan sesuatu itu. Saat diam, yang ada dalam pikiran hanya satu: sesuatu itu! Begitu banyak kenangan yang terlukis di memori, namun sedikit pun tak pernah hilang dalam ingatan. Entah karena apa...

Sahabat,
Sesuatu yang terkadang kita anggap mudah untuk meraihnya, jika Allah tuliskan bahwa sesuatu itu tidak baik adanya untuk kita, maka semua akan terasa sulit untuk digapai, meski pada awalnya terasa sangat mudah. Sebagai manusia biasa, kita wajib berprasangka baik pada-Nya. Bukan karena dipaksa untuk itu, melainkan kita harus yakin bahwa ketetapan Allah lah yang terbaik untuk kehidupan kita selanjutnya.

Kenangan itu boleh saja terus melekat dalam benak kita, laiknya noda yang tidak bisa hilang pada pakaian. Sebab seperti yang disampaikan Pak Mario Teguh, bahwa melupakan sebuah kenangan itu sesulit mengingat sebuah masa yang belum pernah kita alami atau temui.

Mari kita kelola sesuatu dan kenangan masa lalu kita secara bijak, agar hal itu tidak menghambat langkah kita untuk terus bergerak dan meraih masa depan kita....

10 November 2011

Dear Pahlawanku – Surat Kecil Untuk Tante di Barzah

Surat kecil ini, Untukmu Tante . . .

"Tante, apa kabar? Rasanya tak pernah ada kata bosan untukku menanyakan kabarmu di sana. Meski kini kita sudah berbeda tempat, ruang, waktu, bahkan dunia, tapi aku yakin Tante akan selalu melihatku dan anak-anakmu di sini. Dan kau pun harus yakin kalau kau akan selamanya ada di hati kami. Waktu delapan bulan tidaklah cukup untuk membuat kami lupa akan hadirmu dalam kehidupan kami, meskipun itu sangat singkat. Bahkan kurasa, seumur hidup pun, apabila aku kembali mengingat kebersamaan kita dulu, air mata ini akan selalu mengalir bagai anak sungai.

"Tante, jalanan itu menjadi saksi bisu betapa rindunya aku padamu. Setiap melalui tikungan itu, aku selalu berharap bisa dapat melihatmu membawa termos es dengan perutmu yang buncit mengandung Zaenab. Setiap kali melihat mesin jahit itu, aku selalu berharap bisa melihatmu duduk di sana sambil menjahit beberapa potong pakaian. Setiap kali melihat dapur itu, aku selalu berharap kau masih mau membuatkan nasi goreng telezat untuk anak-anakmu.

"Tapi…. sayangnya Allah sudah tidak bisa lagi memberikan aku kesempatan untuk melihatmu lagi, walau hanya sedetik saja. Andai saja Ia berkenan memberikanku satu permintaan, aku pasti akan memintamu untuk dapat kembali lagi bersama aku dan anak-anakmu di sini. Tapi sayangnya, Allah sudah menutup buku kehidupanmu Tan. Meski demikian, kau ‘kan selalu ada di hati kami. Selalu Tan, selamanya.

"Tante, rasanya aku tak pernah jemu bila harus mengingat dan mengenang segala tentangmu. Tentang semua perjuangan dan pengorbananmu untuk keluargamu, terutama dalam mengurus dan menyekolahkan anak-anakmu. Maafkan aku Tan, pada saat Allah masih memberikanmu kesempatan untuk menorehkan catatan harianmu dalam buku kehidupanmu bab demi bab, aku terlalu menutup mata akan keadaan keluargamu. Kubiarkan kau berjuang sendirian demi anak-anakmu, berpacu dengan waktu dalam menyelesaikan jahitan demi untuk membeli seliter beras, atau berlari ke sana ke mari menjual es krim buatan suamimu, demi untuk menyambung hidup keluargamu, padahal aku tahu bahwa lelah itu selalu menderamu. Sering kau gadaikan rasa malumu untuk meminjam uang pada keluarga atau tetangga, aku tahu semua itu kau lakukan, semata-mata demi perjuanganmu untuk keluargamu. Jika boleh aku mengungkapkan, rasanya tak ada diantara keluarga kita yang lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan ini, selain dirimu. Dan mungkin, karena Allah terlalu sayang padamu, sehingga ia memutuskan untuk mengambilmu dari kami karena Ia tak ingin kau lebih lelah lagi dalam menapaki hidup ini. Sekali lagi maafkan aku Tan, aku menyesal……….

"Dan kini, saat kau telah tiada, aku baru merasa kalau aku begitu menyayangimu. Aku begitu membutuhkanmu untuk mengurus anak-anakmu. Tapi sekuat apapun aku memohon pada-Nya, waktu tetap tak akan kembali dan Ia tidak akan mungkin mengembalikanmu lagi dalam kehidupan kami. Perjuanganmu sudah cukup Tan. Pengorbanan dan baktimu pada kami sudah melebihi sekedar kata mulia. Sungguh besar jasamu pada kami, dan aku tak akan pernah melupakan hal itu.

"Selepas kepergianmu, kini neneklah yang mengurus anak-anakmu yang masih kecil. Aku hanya bisa berdoa dan berharap pada Allah agar Ia selalu berkenan memberikan kesehatan padanya. Dan kau, maukah kau menyampaikan hal ini pada Allah Tan? Aku harap kau bisa menyampaikan hal ini padaNya. Tahukah kau Tante? Tak jarang kekhawatiranku menjamahi seluruh urat syarafku, apakah nenek masih sanggup bertahan sampai lima atau bahkan sepuluh tahun mendatang? Sedangkan aku, tak banyak waktu yang bisa aku luangkan untuk mengurus kelima anakmu. Neneklah yang berjuang kini Tan. Aku hanya berharap satu hal. Semoga kelak, Allah pun berkenan memberikan sedikit ruang di Surga-Nya atas semua perjuangan dan pengorbanan nenek yang tulus untukku dan kelima anakmu.

"Tante, ada satu hal yang rasanya sulit untuk aku ungkapkan secara jelas. Aku merasakan itu di sini Tan, di dalam hatiku. Tanpamu kini, aku akan berusaha untuk membantu nenek mengurus anak-anakmu. Mungkin inilah yang dinamakan jalan hidup Tan. Dan aku memang benar-benar tak punya pilihan lain selain harus membantu merawat anak-anakmu bersama nenek. Saat Allah menggunakan hak prerogatifNya untuk mengambilmu, saat itu pulalah aku merasa hanya ada satu jalan yang harus aku tempuh. Yaitu menebus rasa bersalahku untuk tetap merawat dan menyayangi anak-anakmu, dengan caraku sendiri.

"Doakan aku ya Tan, agar aku bisa tegar menghadapi semua kenyataan ini. Doa untukmu pun selalu mengalir deras di setiap waktu dan hembusan nafasku. Semoga kelak, kita dapat bertemu lagi di Surga nanti, meski mungkin waktu itu masih sangat lama dan panjang. Baik-baiklah kau di sana Tan. Salam sayang dan rindu kami yang terdalam untukmu, Kakek, dan dede Zaenab……"

Dan video ini, aku buat khusus untuk mengenang kebersamaan kita dulu...



“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri

Sponsored by :

Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey



note:
* gambar tikungan adalah milik pribadi. dulu semasa Tante masih ada, kami sering berpapasan di tikungan itu saat saya hendak berangkat kerja dan ia baru saja pulang mengantar anaknya sekolah sambil berjualan es krim milik suaminya.

* gambar mesin jahit dan dapur diambil dari internet. maklum, mesin jahitnya sekarang sudah dijual, sedangkan dapur asli milik tante, sekarang kelihatan berantakan karena sudah jarang ada aktivitas memasak semenjak Tante pergi

* sebagian gambar background yang ada di video diambil dari oom Google dengan keyword hujan dan rindu

7 November 2011

Jejak Masa Kecil

Pas blogwalking ke tempat Bu Dey, saya lihat di sana ada nama saya. Pas dicek ternyata benar, ada link blog saya. Wah dapet PR nih. Saya rasa PR berantai ini selain untuk mengenang nostalgia di SD, juga agar membuat para blogger yang kedapetan PR sekalian update blognya juga. Dan sepertinya Bu Dey tahu aja kalo saya lagi agak males untuk update karena beberapa alasan :D.

PR ini tentang kenangan semasa SD. Dulu saya masuk SD sekitar tahun..... (ini mikirnya lama loh, karena lupa. Bukan karena saya udah tua atau uzur, tapi karena emang hobi :D) 1994. Waktu itu pas masuk SD usia saya baru lima tahun. Kata guru TK saya, pada saat saya berusia 4 tahun, saya udah bisa mengeja kata dalam koran, jadi usia 5 th udah bisa masuk SD.

SD saya sekarang udah ditutup. Saya adalah angkatan terakhir di SD itu. Sekarang sekolahnya udah berganti menjadi SLTP. Jadi kenangan yang tersisa saat masih SD adalah memori di ingatan aja. Ya udahlah daripada berpanjang kata, mending langsung aja ngerjain PR nya. PR ini saya sambi dengan kerjaan di kantor, parah banget ya? :D

1. Guru Favorit
hmm....saya ga punya guru favorit sih. Dalam artian, hampir semua guru yang pernah mengajar saya itu menjadi idola saya semua. Dari yang namanya Bu Titi, Pak Muji, sampe Bu Sri.

2. Guru Killer
Mungkin lebih tepatnya guru yang mendidik secara tegas kali ya. Kasian ah kalo dibilang killer. Sebab saya juga seorang guru privat yang kalo ngajar suka agak ’sedikit’ tegas (sedikit ya, ga banyak kok), jadi ga setuju kalo dibilang killer :D (ngeles dikit gapapa kan? :D). Ada satu guru namanya Bu Titi. Beliau pintar matematika. Sampai suatu hari, saat saya hendak dikirim ke sebuah perlombaan matematika tingkat SD sekecamatan, setiap waktu istirahat tiba, saya ga keluar main tapi justru belajar dengan beliau. Kalo ada salah dalam pengerjaan soal latihan, pasti beliau agak dar-ting. Ya walaupun ga menang, tapi cara mengajarnya itu masih melekat dalam benak saya sampe sekarang.

3. Temen Bolos
seinget saya, saya ga pernah bolos. Itu seinget saya ya, ga tau deh kalo yang ga inget. Kan saya bilang saya pelupa :D

4. Temen berantem
temen berantem dulu pernah ada. Namanya Yuli. Dia orang Padang asli. Tapi ya namanya anak bocah, berantemnya juga gitu, masih sama-sama egois. Tapi abis itu ya baikan lagi. Duh, bicara temen berantem, saya jadi inget temen saya yang punya pohon jambu di belakang rumahnya. Di setiap kesempatan saya selalu diajaknya manjat pohon jambu itu meskipun selalu diserang semut rangrang. Tapi sayang, bulan puasa kemarin dia meninggal. Dari info yang saya dapat, katanya dia meninggal karena melahirkan.

5. Jajanan Makanan/Minuman Favorit
saya dan temen-temen biasanya beli batagor kalo ga bakwan goreng yang di atasnya dikasih saos. Hmm....nikmat. Kalo minuman biasanya es teh manis yang harganya dulu cuma gopek. Tehnya itu asli, bukan instan kayak sekarang loh. Jadi lebih sehat.

6. Jajanan Mainan Favorit
Paling maen karet yang dirangkai berbentuk tali panjang kalo ga bekel. Sekali lagi saya LUPA dulu maen apaan ajah :D (tolong jangan tanyakan mengapa, karena ku tak tahuuu...)

7. Sepatu Favorit
Dulu pernah beli sepatu merk BATA. Kuat dan tahan lama loh. Yaaa sepatu merk apa aja deh menjadi favorit saya. Yang penting bisa dipake dan ga malu-maluin (maksudnya bukan kantong kresek, meskipun bisa dipake tapi kan malu-maluin :D)

8. Tas Favorit
Pernah punya. Tas slempang bermerk Nike. Dulu tas itu hadiah dari bos ibu saya. Pada masa itu, tas yang saya punya tersebut merupakan tas yang cukup ’bermerk’ karena terkenal kuat dan tahan lama. Sampe sekarang tas itu masih sering saya pakai ke mana-mana.

alhamdulillah ya jadi sesuatu, untung ’ratu sesuatu’ ga ikut-ikutan ngerjain PR, hehehe

Karena katanya PR ini harus terus dijalankan biar ga macet, jadi PR ini saya teruskan ke :

1. Mbak Fanny
2. Mbak Ucil
3. Mbak Nadia
4. Mbak Reni
5. Teh Orin

Yang bener ya ngerjain PR nya, biar ga disetrap, hehehe

21 September 2011

Karena Kita Belahan Jiwa

Karena kita satu saudara, penuh canda dan tawa 
Karena kita saling menjaga, dalam suka dan duka 
Karena kita belahan jiwa, tempat berbagi rasa 
Karena kita saling setia, begitu selamanya 

Kutipan di atas merupakan potongan lirik lagu Sherina yang berjudul ”Curahan Segalanya” dalam albumnya yang ketiga bertajuk ”My Life”. Lagu di atas jelas sekali mengena dalam hati saya. Bagaimana tidak? 

Foto di atas lirik lagu itu adalah sebuah foto yang diambil pada saat Intan dan Azmi ada di Garut. Jadi ceritanya gini. Selepas tante meninggal, diputuskan oleh suaminya kalau dua anak tante mau dibawa ke Garut untuk tinggal bersama keluarga suaminya di sana sedangkan ayahnya mencari uang di Jakarta. Jujur pada saat keputusan itu dibuat, keluarga kami yang ada di Jakarta jelas kurang setuju karena sejak kecil mereka sudah tinggal bersama kami di sini dan tidak pernah kenal dengan kerabat ayahnya yang ada di Garut. Namun karena mempertimbangkan banyak hal, akhirnya diputuskanlah dua anak tante yang bernama Intan (8th) dan Azmi (5th) dibawa ke Garut untuk tinggal dan sekolah di sana. 

Singkat cerita, selama mereka di Garut, kami hampir setiap hari berkomunikasi via ponsel. Apa sajalah yang kami ceritakan. Tentang sekolahnya, makan pakai apa, dan sedang apa. Intinya kami sangat rindu pada mereka. Suatu ketika, pada saat ayah mereka hendak pulang kampung ke Garut, saya pun menitipkan beberapa keperluan mereka seperti susu, pasta gigi, sikat gigi, dll. Nah, salah satu yang kami titipkan untuk mereka adalah foto yang terpajang di atas. Itupun mendadak saya ambil malam hari sebelum keesokan paginya ayahnya berangkat ke Garut. Malam itu berpose bersama, malam itu juga langsung dicetak dan dimasukkan tas ayahnya. 

Tadinya saya ingin mengikutsertakan pula ibu dan nenek saya, namun mereka tidak mau, akhirnya hanya saya, adik, sepupu, dan tiga orang anak tante yang berpose. Meskipun demikian, tapi saya berharap semoga Azmi dan Intan bisa melepas rasa rindu mereka pada kami yang ada di Jakarta dengan menatap foto itu. 

Tapiii.......tak lama setelah itu, ternyata Intan dan Azmi diputuskan oleh keluarga untuk kembali lagi ke Jakarta, karena ada satu dan lain hal yang mengharuskan mereka kembali lagi dan tinggal bersama kami lagi di sini. Alhamdulillah ya, sesuatu banget :D Tapi foto di atas tetap menjadi sebuah kenangan tersendiri buat kami, dan foto itu kini terpajang di bufet rumah kami.... 

Postingan ini diikutsertakan dalam Photo Blogging Kontes oleh HotCoklat.com – Secangkir Coklat Hangat Setiap Hari

15 September 2011

Ketika "Bocah Mungilku" Berusia Dua Tahun

Happy Milad Rizky sayang!!!! Selamat ya nak di usianya yang ke dua tahun ini. Semoga selalu diberi keberkahan oleh Allah. Diberi kesehatan, keselamatan, dan keceriaan. Semoga semakin pintar dan cerdas ya sayang. Nggak rewel lagi dan selalu bahagia. Bisa menjadi anak yang berbakti pada keluarga, bangsa, dan agama. Semoga apa yang dicita-citakan dapat terkabul. Amiin.......

Tanggal 14 September 2011 kemarin adalah hari ulang tahun Rizky. Dua tahun sudah aku menjalani hari bersama dengan Rizky. Suka dan duka selalu menyelimuti hari-hari kami, namun hal itu akan selalu menjadi kenangan tersendiri buat kami. Selepas kepergian almh. Tante enam bulan yang lalu, Rizky sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Entah bagaimana aku menjelaskan pada mereka tentang status baruku ini. Namun senang rasanya selama enam bulan terakhir ini aku bisa menjadi seorang bunda untuknya. Merawat dan menjaganya adalah suatu hal yang tak ternilai harganya. Rasanya sangat tidak ingin untuk tidak menyaksikan tumbuh kembangnya dari waktu ke waktu.

Seperti tadi pagi, Sebelum berangkat kerja aku sempatkan mencuci piring. Setelah itu merendam pakaian, membuatkan Rizky susu memandikannya, memotong kukunya, bermain sebentar bersamanya, mentaturnya, setelah itu siap-siap untuk berangkat kerja. Hampir setiap moment bersamanya selalu aku abadikan dalam jepretan kamera. Mudah2an hal ini bisa membuat sebuah kenangan tersendiri untuk Bocah Mungilku, Rizky.
















































Catatan Bunda :

1. Sejak enam bulan yang lalu, Rizky udah bisa pegang botol susu sendiri
2. Udah bisa bilang macem2, diantaranya : mama, ayah, teteh, abang ami, nenek, uwa, dll.
3. Kalo manggil bundanya gini : nda!!! padahal kalo disuruh ngeja : bun-da, bisa. tapi kalo disuruh panggil bunda tetep aja "nda" :D
4. Kalo minta nyalain tv bilangnya : "ala pipi" (nyala tipi)
5. kalo minta susu gini : awalnya minta bunda nemenin bobo, pokoknya harus bobo, sehaus apapun dia, intinya harus bobo dulu di kasur ama bunda, baru minta susu.
6. Kalo nyebut uang itu "ndit"
7. Paling suka ama film Cubeez, Teletubbies, Shaun The Sheep (dia menyebutnya kodok ngorek), Chuggington (dia menyebutnya kereta koko), dan film2 animasi lainnya yg ada di MNCTV
8. Kalo maenannya di pegang orang pasti dia bilang "nya dede" (punya dede)
9. Paling suka ngeliat mobil atau kereta
10. Kalo denger lagu atau musik pasti goyang
11. Paling bisa deh niruin lagu Maher Zein. tapi dia nyebut insya Allah dengan "ica awwoh" :D

mungkin segitu dulu cerita tentang Rizky. kalo mau dibahas lagi masih banyak sebenernya, tapi bundanya udah capek euy, dilanjut kapan2 aja deh :D

Sekali lagi selamat buat Rizky-ku sayang, semoga selalu disayang oleh semua orang :D