Siang yang sangat menyengat. Sengaja
kupercepat langkahku secepat kilat agar terik mentari tidak terlalu banyak
menyengat kulitku. Angin yang berlari di atas kepala pun sengaja mengajak
kerudungku menari-nari di tengah ayunan langkahku. Aku agak telat untuk
pertemuan kali ini. Pasalnya, aku harus mencari di mana novel kesayanganku
berada. Aku lupa menaruhnya setelah semalam aku membacanya untuk yang kesekian
kalinya. Aku harus membawa novel itu. Sebab tanpanya, aku akan kehilangan
semangat untuk hari ini.
Kota Depok masih tampak indah di pandanganku.
Setidaknya, masih ada satu bagian kecil yang membuatku tidak bisa lupa dengan
kota belimbing ini. Di sanalah aku pernah memiliki sebuah kenangan indah dengan
masa lalu. Berbagai
peristiwa yang kualami, sebagian besar terjadi di
sana.
Langkahku semakin cepat. Aku tak mau teman-temanku
lama menunggu. Berbagai macam mobil berlalu lalang di
bawah jembatan yang kulalui sekarang. Jembatan penyebrangan ini, dulu sering
kulalui bersama teman-teman kampus saat kami hendak berkumpul bersama meski
hanya sekedar bersenda gurau sambil ngafe.
Namun setelah lulus, jarang sekali rasanya aku ke mall tempat kami kumpul
bersama dulu. Dan kini, untuk pertama kalinya sejak terakhir aku menginjakkan
kaki ke tempat itu beberapa tahun lalu, aku kembali menyeberangi jembatan
penyebrangan itu. Rasanya tidak percaya jika aku harus bertemu dengan mereka,
teman-teman masa kuliahku dulu, dengan penampilan yang pasti sudah sangat
berbeda dengan dulu. Sepuluh tahun yang lalu.