5 Agustus 2014

Rahasia Keberkahan Usia

Mendapatkan usia yang melebihi usia Rasulullah, merupakan berkah dari Allah Swt yang patut kita syukuri. Bahkan saya pun saat usia sudah mencapai seperempat abad pada tahun ini, rasanya syukur ini tak henti-hentinya mengalir. Hingga pada akhirnya saya menyadari kalau keberkahan usia seseorang itu bukan terletak dari besarnya bilangan yang mewakili usia seseorang, namun karena kebermanfaatan yang sudah ia lakukan dalam hidupnya hingga waktu yang ia lalui semasa usianya tidak ada yang sia-sia.

Keberkahan sebuah usia, sudah selayaknya dijaga dan dihargai karena bisa jadi itu merupakan salah satu bentuk kepercayaan Allah Swt terhadap hambaNya atas pinjaman usia yang Ia berikan agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Atau bisa mungkin itu merupakan sebuah kesempatan untuk kita, agar bisa mengintrospeksi diri dan bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Bagi saya, menjaga keberkahan usia yang saya miliki tidak harus rumit dan susah. Semuanya dibuat simple saja seperti yang Rasulullah ajarkan dalam sebuah haditsnya, "Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahim.”(HR. Bukhari) Yup, silaturahim adalah salah satu usaha yang saya lakukan agar Allah Swt berkenan memperpanjang usia saya, atau minimal menyisipkan sebuah keberkahan di dalam bilangan usia yang saya lalui, agar hidup yang saya miliki tidak hanya bermanfaat untuk diri saya sendiri, tapi juga mampu berbagi pancaran kebaikan untuk keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar saya.

Seperti artikel yang saya baca di sini bahwa antara tahun 1965–1974 ada dua orang ahli epidemi penyakit yang melakukan riset pada gaya hidup dan kesehatan penduduk Alameda County, California yang berjumlah 4.725 orang.

Hasil menarik dari riset itu adalah bahwa mereka menemukan bahwa angka kematian tiga kali lebih tinggi pada orang yang eksklusif (tertutup) dibandingkan orang-orang yang rajin bersilaturrahim dan menjalin hubungan.

Pada artikel tersebut juga disampaikan bahwa ada sebuah riset yang pernah dilakukan pada penduduk Seattle ditahun 1997. Riset tersebut menyimpulkan bahwa biaya kesehatan lebih rendah didapati pada keluarga yang suka bersilaturrahim dengan orang lain, dan konon keluarga yang seperti ini jauh lebih sehat dibandingkan keluarga-keluarga lain.

MacArthur Foundation di AS mengeluarkan kesimpulan sejalan yang menyatakan bahwa manusia lanjut usia (manula) bisa bertahan hidup lebih lama itu karena disebabkan mereka kerap bersilaturrahim dengan keluarga dan kerabat serta rajin hadir dalam pertemuan-pertemuan. Subhanallah!!

Di zaman yang serba modern dan canggih seperti sekarang ini, silaturahim tidak hanya dapat dilakukan dengan cara bertatap muka dan berjabat tangan secara langsung, karena hal itu juga bisa dilakukan dengan bantuan internet, contohnya saja menyapa sahabat-sahabat blogger melalui blog, komentar di postingan, say hello melalui telepon, chatting, personal message, atau semacamnya. Silaturahim itu akan berguna memperpanjang usia kita saat energi-energi yang saya, atau orang lain bagikan satu sama lain, merupakan energi-energi positif yang mampu membangun pikiran dan sugesti positif pula pada tubuh. Sehingga kesehatan tubuh akan lebih terjaga dan stamina kembali meningkat.

Selain bersilaturahim, usaha yang saya lakukan untuk dapat membawa saya ke bilangan usia yang lebih besar adalah dengan bersedekah. Yang saya yakini dalam konsep bersedekah adalah, bahwa bersedekah bukan hanya membuka lebih banyak keran rejeki kita, tapi juga mampu mengundang doa dari para malaikat untuk senantiasa menjaga kita dalam keadaan yang lebih baik lagi. Saat saya bersedekah dengan tulus pada sesama, in syaAllah hal itu juga akan mengundang banyak doa dari mereka agar saya dapat selalu sehat dalam kebaikan dan ketaatan kepadaNya.

Selain dua hal di atas, menjaga pola makan dan minum juga merupakan hal terpenting yang saya lakukan saat ini, dan in syaAllah sampai masa mendatang. Sebab makanan dan minuman adalah salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh. Saya harus bisa menyeimbangkan berbagai makanan dan minuman yang masuk dalam tubuh saya agar saya bisa tetap sehat, minimal tidak terlalu lemah saat saya harus diberi cobaan penyakit.

Setelah usaha-usaha yang saya lakukan di atas, sisanya, saya hanya harus banyak ikhtiar dan tawakal kepadaNya karena sekeras dan sekuat apapun usaha saya dalam memperpanjang usia dan keberkahan usia saya, tetap saja Allah Swt lah yang memiliki segala keputusan. Untuk itu, terakhir yang mampu saya lakukan adalah selalu bermunajat padaNya agar senantiasa memberi saya panjang usia dan memberi saya kesempatan serta keistiqomahan untuk dapat terus melakukan kebaikan sepanjang usia saya.

Tidak lupa juga senantiasa saya berusaha menjalani setiap perintahNya agar Allah Swt berkenan ikhlas dan meridhoi setiap langkah kebaikan yang saya pilih selama ini. Akhirnya, Semoga Allah Swt berkenan memperpanjang usia saya dalam kebaikan dan ketaatan hanya kepadaNya. Aamiin...

4 Agustus 2014

Tentang Hak dan Kewajiban Seorang Muslim

Sebagai seorang muslim, tentunya kita memiliki hak dan kewajiban yang harus kita terima dan kita jalani di dalam kehidupan ini. Sebagaimana manusia pada umumnya, tentu kita juga ingin agar hak-hak kita sebagai manusia dipenuhi oleh Allah Swt. Tapi apakah kita sadar, dan senantiasa menyadari bahwa sebelum kita menuntut hak kita, kita juga harus menjalani kewajiban kita sebagai seorang muslim?

Kewajiban seorang muslim adalah menjalankan segala perintah Allah Swt dan meninggalkan semua laranganNya. Mungkin kelihatannya mudah, namun ternyata dalam menjalaninya itu sangat, sangat butuh perjuangan dan proses yang tidak mudah. Banyak nafsu duniawi yang menghalangi langkah kita untuk dapat mampu menggugurkan kewajiban kita hingga pada akhirnya kita terlena oleh kenikmatan dunia dan melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim yang sesungguhnya.

Jika kita ingin menjadi muslim yang taat dalam beragama dan beribadah, sebaiknya kita tunaikan dulu kewajiban kita kepada Allah Swt. Dengan melaksanakan rukun iman dan rukun Islam secara baik, benar, dan kaffah (menyeluruh). Kita harus senantiasa istiqomah dan harus sering-sering memuhasabah diri jikalau ada perbuatan kita yang tidak sesuai dengan syariatNya.

Dalam menjalani kehidupan ini, sudah pasti akan ada ujian-ujian serta kondisi di mana kita harus memilih antara melaksanakan kewajiban kita kepada Allah atau melaksanakan kewajiban kita kepada sesama manusia. Sering juga kita mengalami kondisi di mana kita harus memilih antara menunaikan kewajiban kita kepada Allah atau mencari hak kita sebagai seorang muslim. Contohnya saja saat azan sudah berkumandang sementara urusan muamalah kita demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, belum selesai, terkadang bagi sebagian orang, kondisi seperti ini sangat membuatnya dilema. Mereka terlalu bingung untuk memilih antara menunaikan shalat atau meneruskan kegiatan duniawinya. Dua-duanya bernilai ibadah karena bermuamalah demi keluarga juga merupakan ibadah jika diniatkan karena Allah. Namun ada juga sebagian yang lain tetap memilih untuk bermuamalah karena mereka pikir, jika kegiatan itu mereka tinggalkan karena harus shalat, rejeki akan hilang. Dan mereka menyayangkan hal itu. Tapi ada sebagian kecil yang lain, tetap memilih untuk shalat dan meninggalkan kegiatan muamalahnya lantaran ia meyakini bahwa rejeki datangnya dari Allah, maka mintalah rejeki tersebut dengan cara yang sudah ditentukan olehNya.

Kita harus menyadari bahwa segala hak kita sebagai muslim itu datangnya HANYA dari Allah, dan bukan dari manusia, ataupun karena diri kita sendiri. Kita dan manusia yang lainnya hanya sebagai sarana untuk rejeki itu datang, namun sumber dari rejeki tersebut adalah Allah. Maka dari itu jika kita menjaga kewajiban kita terhadap Allah Swt secara ikhlas, maka Allah pun juga tak segan-segan menjaga dan akan tetap mempertahankan hak kita, atau malah menambahnya dengan yang lebih banyak dan lebih berkah. Maka dari itu, mintalah kepada Allah apa-apa yang kita butuhkan, dengan shalat dan sabar, juga dengan tetap menjaga kewajiban kita kepadaNya. Niscaya Ia akan selalu ada untuk kita, kapan, dan di manapun kita berada.......

24 Juli 2014

Peran Penting Orang Tua Terhadap Anak

Setiap anak yang lahir ke dunia ini adalah suci tanpa dosa sedikitpun. Bahkan sampai ia mencapai usia balita pun, in sha Allah dirinya masih dijaga oleh Allah dari setiap kesalahan yang mereka perbuat. Itulah mengapa setiap anak kecil selalu lucu dan menggemaskan, juga selalu lugu dan jujur dalam setiap tingkah, langkah, ucapan, dan perbuatannya.

Seorang anak kecil akan terbentuk karakternya tergantung dari apa yang dilihatnya, apa yang didengarnya, dan apa yang dialaminya. Di sinilah betapa orang tua dan keluarga sangat berperan penting bagi tumbuh kembang sang buah hati. Bukan hanya dari segi pertumbuhan fisiknya, namun juga dari segi pertumbuhan mental, pola pikir, moral, akhlak, tingkah laku, serta ucapannya. Orang tua, terutama ibu adalah madrasah utama bagi anak-anak. Di mana, dari ibu lah anak-anak dapat mampu membedakan mana perkataan yang baik dan mana yang bukan. Mana perbuatan terpuji dan mana yang bukan. Oleh karena itu, seorang ibu tidaklah cukup hanya mengandalkan ijazah sekolah formalnya saja, namun juga harus lulus dari madrasah kehidupan ini.

Orang tua sudah seharusnya memiliki kewajiban untuk belajar banyak pelajaran yang tidak diajarkan pada saat sekolah dulu. Mereka bisa mempelajari berbagai macam pelajaran tentang kehidupan dari membaca buku, atau bahkan banyak berinteraksi dengan orang-orang atau komunitas yang baik dan positif, yang mampu membuat para orang tua memiliki pola pikir serta habitual yang baik hingga bisa berdampak positif pada anak-anak.

Tak hanya berhenti pada orang tua, environmental faktor pun sangat berpengaruh pada tumbuh kembang seorang anak. Sebaik dan seketat apapun orang tua menjaga pertahanan diri sang anak, jika lingkungan yang ia jalani setiap hari adalah lingkungan yang tidak terjaga keasrian moral dan akhlaknya, banyak ucapan-ucapan bahkan sifat-sifat buruk yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh sang anak, maka bukan tidak mungkin anak-anak kita akan tercemar kesucian hatinya oleh lingkungan yang tidak baik.

Maka dari itu, karena tidak mungkin untuk kita menjauhi dan mengisolasi anak-anak kita dari semua pengaruh buruk lingkungan, kewajiban kita semakin bertambah untuk membuat sang anak untuk lebih mampu membedakan mana ucapan dan perbuatan yang halal dan baik, dan mana yang haram dan tidak layak untuk dirinya. Pastinya setiap orang tua juga dituntut untuk lebih cerdas ketimbang sang anak jika apabila anak-anak kita melontarkan pertanyaan 'mengapa' dan 'kenapa' dari setiap larangan atau peringatan yang kita berikan pada mereka.

Semoga Allah mudahkan kita untuk membina anak-anak kita dengan baik, memberikan lingkungan yang baik pula, menjauhi anak-anak kita dari pergaulan buruk, serta menjadikan kita orang tua yang tidak pernah lelah untuk belajar dan mencari tahu hal-hal baru yang baik untuk anak-anak kita, tidak pernah putus asa dalam mengingatkan sang buah hati antara kebaikan dan keburukan, hingga Allah bersedia memberikan rahmat dan ridhoNya untuk kita semua. Aamiin.

Mohon Kekuatan

Tuhan, seberapapun kerasnya aku berusaha, namun jika Engkau belum mengizinkan, semuanya akan terasa sulit bagiku. Yang kutahu saat ini adalah terus dan selalu memperbaiki diri hari demi hari. Aku tahu bahwa Kau Maha Tahu. Maha Pemurah bagi setiap malhlukMu. Maha Pemberi ujian sekaligus pemberi jalan keluarnya dengan cara yang Kau kehendaki. Aku hanya bisa menerima setiap ujian dan cobaan yang Kau berikan dengan hati ikhlas. Aku hanya mohon kekuatan dan kesabaran agar aku mampu menjalani setiap liku kehidupan ini. Meski terkadang berat rasanya beban yang kuhadapi namun aku percaya bahwa Kau tak akan pernah memberikanku cobaan di luar kemampuanku. Tolong tambahkan lagi porsi sabar untukku agar saat hati ini merasa tak lagi mampu menampung semua cobaan yang ada, aku dapat mengandalkan kesabaran yang tak terhingga yang Kau berikan di setiap untaian doa yang kupanjatkan padaMu. Aamiin

23 Juli 2014

Menyikapi Sebuah Prasangka

Teman-teman blogger yang baik hatinya,
Pernahkah dari kalian semua mengalami, seolah merasa ditipu atau bahkan ditipu oleh seseorang? Saya yakin kita semua pasti pernah merasakan hal yang demikian. Sebuah perasaan memang tidak layak untuk segera dibenarkan jika memang tidak ada bukti nyata tentang perasaan yang kita alami tersebut. Terkadang karena kita baru hanya merasa, lantas kita sudah menyimpulkan kalau kita sudah kena tipu oleh seseorang.

Sebenarnya bukan berarti hal itu salah atau tidak baik, tapi alangkah lebih baiknya kalau kita mencari tahu lebih lanjut tentang prasangka dan perasaan kita tersebut. Bisa dari orang terdekat, menghubungi langsung, atau mendatangi langsung rumah orang tersebut. Karena sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk tetap berkhusnudzon dengan saudara sesama muslim kita. Tapi positif thinking yang seperti apa?

Sebaiknya kita mencari tahu terlebih dahulu latar belakang kehidupan seseorang itu. Apakah ia orang yang baik secara tulus, atau cuma kedok belaka? Kita juga jangan mudah percaya saat tiba-tiba saja dia datang kepada kita untuk meminta bantuan, apalagi jika bantuan tersebut menyangkut soal uang. Jelas hal itu adalah sesuatu yang sensitif dan sedikit riskan jika kita tidak tahu lebih awal tentang track record orang tersebut.

Lalu kemudian, jika kita adalah termasuk orang-orang yang tidak tega dengan keadaan seseorang, alangkah lebih baiknya jika kita belajar untuk mengendalikan diri untuk menghadapi kondisi dan situasi seperti ini. Apalagi jika saat kita hendak membantu dia tiba-tiba saja terlintas sedikit keraguan di benak kita, maka lebih baik kita memikirkan dulu tentang keraguan tersebut, meskipun sebenarnya kita yakin dia adalah orang baik dan tidak akan menipu kita, dan meskipun niat kita adalah tulus karena ingin membantu dia, tapi tak ada salahnya jika kita menanyakan tentang keraguan kita itu pada Zat pemilik segala apapun, Allah SWT. Kita tanyakan tentang haq dan bathilnya urusan tersebut kepadaNya. Karena biasanya saat kita memutuskan suatu hal itu selalu didominasi oleh satu keadaan yang kita tidak tahu apakah itu baik atau tidak untuk kita.

Jika ternyata keraguan itu sudah teramat sangat menyelimuti hati kita, lebih baik kita tidak melanjutkan niat tersebut, karena sesungguhnya keraguan itu adalah syubhat, dan syubhat itu datangnya dari syaithan. Meksipun dari awal niat kita sudah baik karena ingin membantu saudara seiman kita, namun kita tidak tahu niat apa yang ada dalam hati mereka sehingga menimbulkan keraguan yang teramat sangat di hati kita. Bukan berarti berbalik jadi suudzon padanya, tapi kita harus lebih waspada terhadap keraguan yang menyelimuti kita.

Semoga kita semua terhindar dari segala macam keraguan, kecemasan, yang pada akhirnya hanya membuat diri kita lemah dan rapuh. Bersandarlah hanya kepada Allah, karena Ia adalah sebaik-baiknya tempat untuk bersandar dan memohon petunjuk. Aamin...

17 Juli 2014

About Single Parent

Bagi para Mom single parent, menjadi orang tua tunggal itu tidaklah mudah. Terkadang kita harus menjadi ibu sebagai kodrat kewanitaan kita, namun tak jarang pula kita harus berperan sebagai seorang ayah. Atau bahkan di lain kesempatan, kita harus mampu menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi anak-anak yang kita cintai.

Seberapapun kerasnya nasib menggerus kehidupan kita, tapi ikhtiar dan doa jangan sampai lepas dari setiap detik helaan nafas kita. Menjadi single parent memang merupakan ujian yang tidak sebentar untuk kita hadapi. Namun jika doa dan ikhtiar menjadi pengiring langkah kita dalam membina anak-anak demi meraih ridhoNya, in syaAllah semuanya akan terasa mudah.

Marilah kita kurangi keluh kesah kita pada setiap ujian yang datang menghadang. Perbanyak zikir dan selalu minta petunjukNya. Jangan pernah mengambil keputusan dengan pikiran yang keruh dan terburu-buru. Sebab keputusan yang diambil dari pikiran yang tidak jernih akan menghasilkan tindakan yang kurang positif. 

Tetap tenanglah dalam bertindak, dan selalu sematkan namaNya dalam setiap doa-doa kita. In syaAllah setiap masalah akan diberikan jalan keluar yang termudah dariNya. Aamiin

16 Juli 2014

Sabar dan Syukur

Perjalanan hidup setiap manusia pasti berbeda-beda. Meskipun mereka bekerja di tempat yang sama, dengan gaji, bonus, dan tunjangan yang sama, tapi pasti nasib kehidupan mereka berbeda-beda. Meskipun tinggal di satu komplek yang sama, lika liku kehidupannya pasti berbeda pula. Tak perlu kita menyesali keadaan kita saat melihat keadaan orang lain lebih baik dari kita. Jangan pernah merasa kecewa dengan ketetapan yang Allah gariskan untuk kita karena yakinlah bahwa setiap takdir yang kita jalani adalah yang terbaik dariNya. 

Ingatlah, jodoh, ujian, dan rejeki, akan datang menghampiri kita sesuai dengan kemampuan dan kualitas yang kita miliki. Jika kemampuan kita masih terlalu lemah dan kualitas diri kita juga masih dianggap rendah oleh Allah, maka Ia akan memberikan kita jodoh, ujian, dan rejeki sesuai dengan apa yang kita mampu menerimanya. 

Maka dari itu, untuk dapat memperbaiki keadaan kehidupan kita, maka kita perlu memperbaiki segala tingkah, laku, dan sikap kita terhadap setiap ujian dan cobaan yang kita terima agar kita dapat naik kelas. Sabar adalah salah satu kunci saat ujian hidup menghampiri kita, dan syukur merupakan bentuk terima kasih terhadap Sang Pencipta atas segala kenikmatan yang kita terima.

Terimalah segala ujian dan nikmat hidup kita dengan sabar dan syukur. In syaAllah, Allah akan naikkan kita ke kelas yang lebih tinggi. Aamiin

10 Juni 2014

I Need A Job

Bagi teman-teman blogger yang sekiranya punya info lowongan pekerjaan, Plissss banget mohon infonya ke saya ya. Saat ini saya ingin resign untuk mencari pekerjaan yang lebih baik dari sekarang. Tks



nb:
sekedar info, saya lulusan S1 jurusan Sistem Informasi. tp sudah lima tahun bergelut di bidang administrasi

26 Mei 2014

Mempersiapkan Diri Menyambut Bulan Suci

Ramadhan sebentar lagi akan menghampiri kita. Sebagai umat muslim yang tak ingin melewatkan moment berharga ini begitu saja, ada baiknya kita melakukan serangkaian kegiatan di bawah ini:
Tahap persiapan:
1.        Hafalkan banyak doa atau buatlah list doa agar mempermudah kita saat ingin membacanya.
2.        Kuatkan niat dan tekad.
3.        Perbanyak mencari ilmu tentang shaum / puasa agar saat Ramadhan tiba, kita tidak perlu direpotkan mencari artikel tentang hal ini karena sudah kita persiapkan sebelumnya.
4.        Sering-sering datang ke acara-acara tarhib Ramadhan, untuk menambah wawasan kita tentang khasanah berpuasa.

21 Mei 2014

Hikmah di Balik Rasa Kecewa

Luar Negeri.......

Ah.... kalau mendengar dua kata di atas itu, rasanya hati jadi mrebes milih (bener gak yah tulisannya? hiihi...). Pasalnya, beberapa bulan terakhir ini pengin rasanya saya pergi jalan-jalan ke luar negeri. Entah kemana pun itu, yang penting pergi ke luar negeri. Titik.

Awalnya karena menonton drama Korea "Winter Sonata", yang akhirnya menyebabkan saya jadi jatuh cinta pada keindahan winternya di sana. 

Nami Island, Korea. menurut saya, tempat ini romantis banget.... source di sini

28 Maret 2014

Cinta Islam Sejak Kecil

Dulu, dulu sekali. Saat usia saya masih terbilang anak-anak, orang tua saya memasukkan saya ke sebuah Taman Pendidikan Al Qur’an. Kala itu, ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, saya begitu semangat untuk pergi mengaji. Namun terkadang, ada saatnya titik kejenuhan itu menghampiri perjalanan masa kanak-kanak saya dalam menapaki perjalanan usia. Bila kejenuhan itu tiba, terkadang saya pura-pura tidur agar ibu tidak menyuruh saya untuk pergi mengaji, karena pikiran saya kala itu, belajar mengaji setiap hari sangat membosankan. Lebih enak bermain, ataupun menonton televisi. 


Tentang Persahabatan

Hari Minggu lalu, saya berkesempatan menghadiri undangan pernikahan teman dekat saya semasa SMK. Sebelumnya dari jauh-jauh hari, dia sudah bolak-balik ke rumah saya untuk mengantar undangan dan sekedar berkunjung menengok keluarga saya. Maklum, kedekatan kami berdua bisa dibilang sangat akrab, maka dari itu baik saya maupun dia sudah mengenal keluarga kami masing-masing.

Sebelum hari pernikahan teman saya itu, dia sempat mengirmkan undangan virtual via WhatsApp dan Facebook. Karena belum sempat mengantar undangan fisiknya, maka saya share undangan tersebut ke beberapa teman SMK saya melalui pesan FB. Entah kenapa dari perbincangan-perbincangan kami di obrolan message FB itu, seolah membuat saya jadi menemukan teman-teman yang baru untuk saya.

27 Maret 2014

Memilih Untuk Tidak Memilih = Apatis

Masih bicara soal pemilu yang sebentar lagi akan kita laksanakan pada 9 April 2014 mendatang. Dan perlu diketahui, pada pemilu pertama nanti, masyarakat akan diajak untuk memilih lebih dulu anggota legislatif yang sekarang-sekarang ini fotonya tersebar di mana-mana. Jika pileg (pemilihan anggota legislatif) ini sudah dilaksanakan, maka dari hasil tersebut akan dipilih lagi beberapa partai yang akan maju dalam pilpres yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014 mendatang. Hal ini sudah barang tentu harus melibatkan berbagai aspek masyarakat, termasuk kita.

Setidaknya ada dua langkah yang harus kita lakukan sebelum memutuskan untuk memilih:

26 Maret 2014

Hebatnya Suatu Negara

Saat ini hawa persaingan sudah sangat kentara di tengah masyarakat kita. Karena yang kita tahu, sebentar lagi kita akan melangsungkan pesta rakyat yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yaitu Pemilu (Pemilihan Umum). Di mana pada tanggal 9 April nanti, seluruh rakyat Indonesia yang usianya sudah memasuki batas pemilih, akan memilih sendiri wakil rakyat yang dipercaya mampu memajukan bangsa ini.

19 Maret 2014

Fenomena Gadget

source : di sini

Saat ini, marak sekali para pecinta barang elektronik berlomba-lomba berburu macam-macam gadget yang didambakannya. dari yang termurah, hingga mahal sekalipun. Bahkan di beberapa kasus, banyak anak-anak kecil yang sudah lihai sekali dalam bergadget ria. Contohnya saja Riski. Semenjak dibelikan tablet sendiri, hampir setiap hari ia berinteraksi dengan tabletnya itu. Namun dalam tabletnya, tak lupa saya masukkan beberapa permainan edukasi yang dapat menambah ilmu pengetahuannya. Salah satunya adalah aplikasi Marbel. Mari belajar sambil bermain. Marbel ini banyak macamnya, dari marbel dunia hewan, sayuran, buhan, huruf hijaiyah, huruf abjad, angka, dan lain sebagainya. Alhamdulillah dengan adanya aplikasi-aplikasi seperti ini, setidaknya para ibu tidak perlu khawatir dengan perkembangan zaman yang semakin wah hingga membuat anak seolah lupa akan dunia nyatanya, dan asyik dengan dunianya sendiri, yaitu bermain gadget. Disarankan bagi para orang tua, untuk selalu mendampingi para buah hati mereka saat bermain gadget ini. Karena di beberapa kasus, ada beberapa anak yang tiba-tiba saja mampu mengakses video-video atau gambar-gambar yang tidak seharusnya mereka lihat. Sebaiknya berikan gadget pada anak tidak disertai dengan jaringan internet di dalamnya, sehingga anak hanya mampu memainkan apa yang sudah terinstall dalam gadgetnya. kalaupun mau diadakan video di dalamnya, usahakan semaksimal mungkin agar video atau gambar-gambar yang ada, mampu membuatnya menjadi pribadi yang baik. Hingga video atau gambar yang dilihatnya dapat berpengaruh pada diri sang anak, juga dalam kehidupan sosialnya. Batasi juga waktu untuk memakainya. Misalnya saja dalam sehari, tidak boleh lebih dari dua atau tiga jam. Usahakan agar anak mampu disiplin dengan peraturan itu, dan jangan lupa selalu ingatkan anak untuk tidak terlalu dekat dalam memainkan gadget miliknya. Karena hal itu akan berdampak buruk bagi kedua matanya.

11 Maret 2014

Pergi Ke Islamic Book Fair 2014

Hari Jum'at lalu saya sempat berkunjung ke pameran buku-buku Islami terbesar di .... (Indonesia bukan sih? hihiihi), namanya Islamic Book Fair (IBF). Acara IBF ini sudah berlangsung selama 13 tahun, dan diadakan setiap sekali dalam setahun, yang biasanya jatuh sekitar bulan Februari - Maret, dan diadakan di Gelora Bung Karno, tepatnya di Istora Senayan. Dan untuk tahun ini, IBF diadakan dari tanggal 28 Februari - 9 Maret 2014. Dan kenapa saya memilih ke sana pada hari Jumat, ya nggak usah dibahas ya, nggak penting juga lah ya :D

kalau tahun-tahun sebelumnya, saya biasa jalan berdua dengan kakak sepupu saya, atau bahkan bertiga dengan teman kakak sepupu saya, tapi setelah kakak sepupu saya menikah dan punya anak, kami jadi jarang kemana-mana berdua. apalagi sejak ada Riski, saya juga jadi jarang pergi ke IBF ini. entah IBF tahun ke berapa yang terakhir kali saya kunjungi. 

4 Maret 2014

Tentang Masalah

Setiap manusia yang bernyawa, pasti sudah tentu pernah mengalami permasalahan dalam hidup. Entah yang porsinya sangat berat, atau bahkan ringan-ringan saja. Sebesar apapun masalah yang kita hadapi, masalah tetap saja masalah yang harus kita selesaikan agar hidup kita menjadi jauh lebih tenang. Manusia hidup tidak ada yang tahu kapan masalah itu akan datang. Saat satu masalah menghadang, bukan berarti masalah yang lain akan menunggu sampai masalah satu selesai, baru datang yang berikutnya. Masalah datang tidak mengenal waktu dan tempat. Maka dari itu sebagai manusia yang berakal, sudah seharusnya kita diwajibkan untuk menyelesaikan masalah itu dengan cepat dan tepat, sehingga ketika masalah lain datang, kita tidak kelimpungan menyelesaikannya secara bersamaan. 


Stop Hiatus

Ya Allah, entah sudah berapa lama saya berhibernasi, sampe akhirnya saya meminggirkan blog ini. alasan awalnya hiatus, namun karena kelamaan jadi keenakan deh, hehehe. karena macam-macam toleransi yang pada akhirnya menyebabkan saya jadi menikmati hiatus ini. padahal sudah ada beberapa konsep tulisan yang 'niatnya' ingin dipublish, namun karena lagi2 toleransi tadi yang menyebabkan saya berpikiran, "ah nanti dulu saja publishnya". Masya Allah........... jadi begini ya.