10 November 2011

Dear Pahlawanku – Surat Kecil Untuk Tante di Barzah

Surat kecil ini, Untukmu Tante . . .

"Tante, apa kabar? Rasanya tak pernah ada kata bosan untukku menanyakan kabarmu di sana. Meski kini kita sudah berbeda tempat, ruang, waktu, bahkan dunia, tapi aku yakin Tante akan selalu melihatku dan anak-anakmu di sini. Dan kau pun harus yakin kalau kau akan selamanya ada di hati kami. Waktu delapan bulan tidaklah cukup untuk membuat kami lupa akan hadirmu dalam kehidupan kami, meskipun itu sangat singkat. Bahkan kurasa, seumur hidup pun, apabila aku kembali mengingat kebersamaan kita dulu, air mata ini akan selalu mengalir bagai anak sungai.

"Tante, jalanan itu menjadi saksi bisu betapa rindunya aku padamu. Setiap melalui tikungan itu, aku selalu berharap bisa dapat melihatmu membawa termos es dengan perutmu yang buncit mengandung Zaenab. Setiap kali melihat mesin jahit itu, aku selalu berharap bisa melihatmu duduk di sana sambil menjahit beberapa potong pakaian. Setiap kali melihat dapur itu, aku selalu berharap kau masih mau membuatkan nasi goreng telezat untuk anak-anakmu.

"Tapi…. sayangnya Allah sudah tidak bisa lagi memberikan aku kesempatan untuk melihatmu lagi, walau hanya sedetik saja. Andai saja Ia berkenan memberikanku satu permintaan, aku pasti akan memintamu untuk dapat kembali lagi bersama aku dan anak-anakmu di sini. Tapi sayangnya, Allah sudah menutup buku kehidupanmu Tan. Meski demikian, kau ‘kan selalu ada di hati kami. Selalu Tan, selamanya.

"Tante, rasanya aku tak pernah jemu bila harus mengingat dan mengenang segala tentangmu. Tentang semua perjuangan dan pengorbananmu untuk keluargamu, terutama dalam mengurus dan menyekolahkan anak-anakmu. Maafkan aku Tan, pada saat Allah masih memberikanmu kesempatan untuk menorehkan catatan harianmu dalam buku kehidupanmu bab demi bab, aku terlalu menutup mata akan keadaan keluargamu. Kubiarkan kau berjuang sendirian demi anak-anakmu, berpacu dengan waktu dalam menyelesaikan jahitan demi untuk membeli seliter beras, atau berlari ke sana ke mari menjual es krim buatan suamimu, demi untuk menyambung hidup keluargamu, padahal aku tahu bahwa lelah itu selalu menderamu. Sering kau gadaikan rasa malumu untuk meminjam uang pada keluarga atau tetangga, aku tahu semua itu kau lakukan, semata-mata demi perjuanganmu untuk keluargamu. Jika boleh aku mengungkapkan, rasanya tak ada diantara keluarga kita yang lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan ini, selain dirimu. Dan mungkin, karena Allah terlalu sayang padamu, sehingga ia memutuskan untuk mengambilmu dari kami karena Ia tak ingin kau lebih lelah lagi dalam menapaki hidup ini. Sekali lagi maafkan aku Tan, aku menyesal……….

"Dan kini, saat kau telah tiada, aku baru merasa kalau aku begitu menyayangimu. Aku begitu membutuhkanmu untuk mengurus anak-anakmu. Tapi sekuat apapun aku memohon pada-Nya, waktu tetap tak akan kembali dan Ia tidak akan mungkin mengembalikanmu lagi dalam kehidupan kami. Perjuanganmu sudah cukup Tan. Pengorbanan dan baktimu pada kami sudah melebihi sekedar kata mulia. Sungguh besar jasamu pada kami, dan aku tak akan pernah melupakan hal itu.

"Selepas kepergianmu, kini neneklah yang mengurus anak-anakmu yang masih kecil. Aku hanya bisa berdoa dan berharap pada Allah agar Ia selalu berkenan memberikan kesehatan padanya. Dan kau, maukah kau menyampaikan hal ini pada Allah Tan? Aku harap kau bisa menyampaikan hal ini padaNya. Tahukah kau Tante? Tak jarang kekhawatiranku menjamahi seluruh urat syarafku, apakah nenek masih sanggup bertahan sampai lima atau bahkan sepuluh tahun mendatang? Sedangkan aku, tak banyak waktu yang bisa aku luangkan untuk mengurus kelima anakmu. Neneklah yang berjuang kini Tan. Aku hanya berharap satu hal. Semoga kelak, Allah pun berkenan memberikan sedikit ruang di Surga-Nya atas semua perjuangan dan pengorbanan nenek yang tulus untukku dan kelima anakmu.

"Tante, ada satu hal yang rasanya sulit untuk aku ungkapkan secara jelas. Aku merasakan itu di sini Tan, di dalam hatiku. Tanpamu kini, aku akan berusaha untuk membantu nenek mengurus anak-anakmu. Mungkin inilah yang dinamakan jalan hidup Tan. Dan aku memang benar-benar tak punya pilihan lain selain harus membantu merawat anak-anakmu bersama nenek. Saat Allah menggunakan hak prerogatifNya untuk mengambilmu, saat itu pulalah aku merasa hanya ada satu jalan yang harus aku tempuh. Yaitu menebus rasa bersalahku untuk tetap merawat dan menyayangi anak-anakmu, dengan caraku sendiri.

"Doakan aku ya Tan, agar aku bisa tegar menghadapi semua kenyataan ini. Doa untukmu pun selalu mengalir deras di setiap waktu dan hembusan nafasku. Semoga kelak, kita dapat bertemu lagi di Surga nanti, meski mungkin waktu itu masih sangat lama dan panjang. Baik-baiklah kau di sana Tan. Salam sayang dan rindu kami yang terdalam untukmu, Kakek, dan dede Zaenab……"

Dan video ini, aku buat khusus untuk mengenang kebersamaan kita dulu...



“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri”

Sponsored by :

Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey



note:
* gambar tikungan adalah milik pribadi. dulu semasa Tante masih ada, kami sering berpapasan di tikungan itu saat saya hendak berangkat kerja dan ia baru saja pulang mengantar anaknya sekolah sambil berjualan es krim milik suaminya.

* gambar mesin jahit dan dapur diambil dari internet. maklum, mesin jahitnya sekarang sudah dijual, sedangkan dapur asli milik tante, sekarang kelihatan berantakan karena sudah jarang ada aktivitas memasak semenjak Tante pergi

* sebagian gambar background yang ada di video diambil dari oom Google dengan keyword hujan dan rindu

7 November 2011

Jejak Masa Kecil

Pas blogwalking ke tempat Bu Dey, saya lihat di sana ada nama saya. Pas dicek ternyata benar, ada link blog saya. Wah dapet PR nih. Saya rasa PR berantai ini selain untuk mengenang nostalgia di SD, juga agar membuat para blogger yang kedapetan PR sekalian update blognya juga. Dan sepertinya Bu Dey tahu aja kalo saya lagi agak males untuk update karena beberapa alasan :D.

PR ini tentang kenangan semasa SD. Dulu saya masuk SD sekitar tahun..... (ini mikirnya lama loh, karena lupa. Bukan karena saya udah tua atau uzur, tapi karena emang hobi :D) 1994. Waktu itu pas masuk SD usia saya baru lima tahun. Kata guru TK saya, pada saat saya berusia 4 tahun, saya udah bisa mengeja kata dalam koran, jadi usia 5 th udah bisa masuk SD.

SD saya sekarang udah ditutup. Saya adalah angkatan terakhir di SD itu. Sekarang sekolahnya udah berganti menjadi SLTP. Jadi kenangan yang tersisa saat masih SD adalah memori di ingatan aja. Ya udahlah daripada berpanjang kata, mending langsung aja ngerjain PR nya. PR ini saya sambi dengan kerjaan di kantor, parah banget ya? :D

1. Guru Favorit
hmm....saya ga punya guru favorit sih. Dalam artian, hampir semua guru yang pernah mengajar saya itu menjadi idola saya semua. Dari yang namanya Bu Titi, Pak Muji, sampe Bu Sri.

2. Guru Killer
Mungkin lebih tepatnya guru yang mendidik secara tegas kali ya. Kasian ah kalo dibilang killer. Sebab saya juga seorang guru privat yang kalo ngajar suka agak ’sedikit’ tegas (sedikit ya, ga banyak kok), jadi ga setuju kalo dibilang killer :D (ngeles dikit gapapa kan? :D). Ada satu guru namanya Bu Titi. Beliau pintar matematika. Sampai suatu hari, saat saya hendak dikirim ke sebuah perlombaan matematika tingkat SD sekecamatan, setiap waktu istirahat tiba, saya ga keluar main tapi justru belajar dengan beliau. Kalo ada salah dalam pengerjaan soal latihan, pasti beliau agak dar-ting. Ya walaupun ga menang, tapi cara mengajarnya itu masih melekat dalam benak saya sampe sekarang.

3. Temen Bolos
seinget saya, saya ga pernah bolos. Itu seinget saya ya, ga tau deh kalo yang ga inget. Kan saya bilang saya pelupa :D

4. Temen berantem
temen berantem dulu pernah ada. Namanya Yuli. Dia orang Padang asli. Tapi ya namanya anak bocah, berantemnya juga gitu, masih sama-sama egois. Tapi abis itu ya baikan lagi. Duh, bicara temen berantem, saya jadi inget temen saya yang punya pohon jambu di belakang rumahnya. Di setiap kesempatan saya selalu diajaknya manjat pohon jambu itu meskipun selalu diserang semut rangrang. Tapi sayang, bulan puasa kemarin dia meninggal. Dari info yang saya dapat, katanya dia meninggal karena melahirkan.

5. Jajanan Makanan/Minuman Favorit
saya dan temen-temen biasanya beli batagor kalo ga bakwan goreng yang di atasnya dikasih saos. Hmm....nikmat. Kalo minuman biasanya es teh manis yang harganya dulu cuma gopek. Tehnya itu asli, bukan instan kayak sekarang loh. Jadi lebih sehat.

6. Jajanan Mainan Favorit
Paling maen karet yang dirangkai berbentuk tali panjang kalo ga bekel. Sekali lagi saya LUPA dulu maen apaan ajah :D (tolong jangan tanyakan mengapa, karena ku tak tahuuu...)

7. Sepatu Favorit
Dulu pernah beli sepatu merk BATA. Kuat dan tahan lama loh. Yaaa sepatu merk apa aja deh menjadi favorit saya. Yang penting bisa dipake dan ga malu-maluin (maksudnya bukan kantong kresek, meskipun bisa dipake tapi kan malu-maluin :D)

8. Tas Favorit
Pernah punya. Tas slempang bermerk Nike. Dulu tas itu hadiah dari bos ibu saya. Pada masa itu, tas yang saya punya tersebut merupakan tas yang cukup ’bermerk’ karena terkenal kuat dan tahan lama. Sampe sekarang tas itu masih sering saya pakai ke mana-mana.

alhamdulillah ya jadi sesuatu, untung ’ratu sesuatu’ ga ikut-ikutan ngerjain PR, hehehe

Karena katanya PR ini harus terus dijalankan biar ga macet, jadi PR ini saya teruskan ke :

1. Mbak Fanny
2. Mbak Ucil
3. Mbak Nadia
4. Mbak Reni
5. Teh Orin

Yang bener ya ngerjain PR nya, biar ga disetrap, hehehe

28 Oktober 2011

Meningkatkan Kecerdasan Anak dengan Mainan

Bermain bagi seorang anak kecil bukan hanya sekedar aktivitas fisik yang tanpa manfaat. Justru dengan bermain, biasanya bisa mempengaruhi kecerdasan sang anak dalam menunjang tumbuh kembangnya. Contohnya saja Rizky. Untuk menunjang aktivitas fisiknya di rumah, biasanya saya selalu memberinya mainan yang dapat membantu kecerdasannya. Misalnya untuk menunjang kecerdasan verbalnya saya coba memutarkan berbagai macam CD lagu anak-anak, film-film animasi yang sarat pembelajaran (misal menghafal bentuk, angka, dan huruf), atau bercerita tentang para binatang dengan kisahnya masing-masing.

Tak hanya itu, untuk menunjang kecerdasan numeriknya, saya kadang membantunya menghitung jumlah mainan yang ia punya. Terkadang kami berdua sering menghitung berapa jumlah mobil-mobilan yang ia miliki. Atau ketika mandi, saya sering mendaulatnya untuk menghitung jumlah bebek mainannya. Biasanya ia sangat antusias sekali dengan hal itu. Untuk permulaan, saya ajarkan angka satu sampai dengan lima terlebih dahulu.

Selain itu, untuk menunjang kecerdasan musikalnya, sebelum tidur malam saya selalu menyanyikan lagu anak-anak sebagai pengantar tidurnya. Dan biasanya tanpa ia sadari, ia pun perlahan mencoba mengikuti lagu tersebut dengan gayanya yang khas. Dan kalau hari libur, saya sering mengajaknya bermain dengan mainan sepedanya. Maksudnya untuk meningkatkan kekuatan otot dan kecerdasan fisiknya. Sebagai laki-laki, pastinya saya ingin Rizky tumbuh menjadi anak yang kuat dan cerdas dalam segala hal.

Suatu hari ia pernah membalikkan mainan sepedanya hingga posisi rodanya ada di atas. Ia meletakkan mobil mainan di atasnya, lalu kemudian memutarnya. Melihat hal itu ia pun tertawa sendiri. Saya berkesimpulan bahwa mungkin ia sudah bisa memberikan appreciate untuk dirinya sendiri dengan cara tertawa karena ia telah berhasil menemukan cara bermain dengan permainan barunya.

Sebenarnya ada banyak cara untuk membantu meningkatkan kecerdasannya, salah satunya adalah dengan memberinya permainan yang sarat akan pembelajaran. Kita pun sebagai orang tua harusnya sudah dapat memilah-milah mana permainan yang baik untuknya dan yang tidak. Agar tidak salah cara dalam mengasuh si kecil.


ooppsss.....salah upload :D mudah-mudahan bukan termasuk ke dalam pengeksploitasian anak ya :D

Rizky dengan mainan sepedanya

“Artikel ini diikutsertakan pada Mainan Bocah Contest di Surau Inyiak”

26 Oktober 2011

Galau Hujan

Puluhan orang hendak mengatur langkah saat suara gemuruh itu kembali menggelegar di taman langit. Semua orang sudah menebak kalau sore ini, hujan akan kembali mengguyur sebagian bumi. Doa yang mengalun segera dipercepat oleh si pemilik raga kepada Sang Pencipta kala awan hitam sudah memenuhi rongga angkasa. Alat transportasi berbentuk bujur sangkar itu pun tetap tak bisa mengendalikan laju para pegawai saat hujan mulai berlomba-lomba dengan waktu untuk segera sampai di pelataran lobi. Hasrat untuk menimba ilmu akhirnya tertepikan sejenak kala angin membawa hujan kembali menari menghampiri raga yang penuh asa.

Kini ritme hujan mulai mereda. Meskipun demikian, langkah kecil itu masih belum berani menapakkan kaki menuju sisa-sisa rintiknya. Masih menunggu. Ya, menunggu kapan hujan itu akan benar-benar reda sehingga lobi ini kembali sepi seperti sedia kala….
(16.19, Wed 26-10-2011)



terkadang hujan sering memberiku inspirasi...

21 Oktober 2011

"Pelajaran" dari Kisah Little Yue Yue yang Malang

“Jangan menyerah ya anakku, karena ibu tak menyerah. Biarkan ibu dapat kesempatan untuk sekali lagi mencintai dan memanjakan dirimu,”

Kisah Yue Yue (Cina) seharusnya menjadi sebuah pelajaran buat kita semua sebagai makhluk sosial yang pasti akan selalu membutuhkan orang lain di setiap kesempatan. Kisah Yue Yue ini pun menunjukkan sekali betapa rasa kepedulian terhadap sesama masih sangat kurang atau bahkan sudah hilang. Di mana sang ibu saat seharusnya ia lebih mengawasi anaknya ketimbang berbelanja di toko? Di mana hati si penabrak itu saat ia tahu telah menabrak Yue Yue kecil, tapi malah justru ia terus melindas Yue Yue dan pergi? Di mana hati nurani orang-orang yang melintas tatkala melihat Yue Yue kecil telah bersimbah darah???

"Sikap acuh dan ketidakpedulian tersebut ada kaitan dengan sikap hidup materialistik yang makin berkembang disana. Orang-orang juga takut menolong karena takut dianggap bersalah sebagaimana dilansir berita dailymail ada kejadian pihak korban menuntut uang pada orang-orang yang dianggap salah padahal sebenarnya menolong. Media massa Cina juga mengangkat ini dan mengajak untuk perenungan bersama."





Yue Yue adalah seorang bocah manis yang lugu
tubuh mungilnya terhempas akibat kelalaian orang lain
ia pun tergeletak tak berdaya sementara yang lain,
hanya acuh tanpa mau sedikitpun menolongnya
kemana sang Ibu saat Yue Yue membutuhkan pengawasannya???
kemana hati nurani mereka saat Yue Yue tengah membutuhkan pertolongan?
Hati rasanya terenyuh melihat kejadian itu di depan mata
hanya dapat berucap lirih, "Semoga Tuhan memberinya yang terbaik"
Yue Yue bukanlah sekarung beras
yang patut diacuhkan saat tubuhnya tergeletak bersimbah darah
Yue Yue bukanlah sebuah boneka
yang saat usang, perlahan tubuhnya dibuang ke tengah jalan
Yue Yue adalah manusia, ya...manusia yang pantas hidup di dunia ini

setelah melihat video ini, saya langsung menghubungi ke rumah untuk memastikan kalau Rizky baik-baik saja di sana. Bagi teman-teman, jangan lupa pantau selalu anak-anak di rumah ya? Agar jangan sampai ada kejadian seperti ini

kutipan diambil dari sini sedangkan gambar diambil dari google

20 Oktober 2011

Refreshing ke Cibodas

Referensi tempat liburan : Kebun Raya Cibodas








Foto di atas adalah dokumen pribadi, diambil pada saat liburan bersama teman2 kampus tanggal 15 Februari 2011

9 Oktober 2011

Hujan

"Biarlah hujan mengguyur semua luka yang membekas dalam dada......."

oot : kepada semua teman blogger, mohon maaf untuk beberapa waktu ke depan saya akan jarang updating dan blogwalking karena ada sebuah tugas yang harus saya selesaikan. Mohon doanya saja semoga semuanya dapat berjalan dengan lancar. Amiin.....

5 Oktober 2011

Uji Adrenalin Dengan Final Destination 5

Salah satu hobi saya adalah nonton. Kebetulan baru-baru ini nemu informasi dari internet kalo sekarang Film Final Destination (FD) 5 dah tayang di bioskop 21. Tanpa berpikir panjang, kemaren sore sepulang kerja langsung ngiprit ke Depok Townsquare untuk nonton FD 5. Sendirian! (Tolong jangan kasihani saya karena nonton sendirian tanpa teman ya? :D) Setelah searching jadwal di Cineplex 21, akhirnya saya memutuskan untuk nonton yang jam 15.40. (Jangan ditanya pulang kerjanya jam berapa ya? Itu urusan dalam negeri :D) Sampe di sana langsung beli tiket dan masuk ke studio satu. Karena filmnya nggak langsung diputer, nyempetin dulu deh baca buku novel “Cinta Untuk CeeCee” nya Beth Hoffman, hadiah dari kontes bahasa cinta yang diadain Mbak Nandini. Pas film nya diputer, masukin buku, silent ponsel, dan fokus ke depan.

Film FD 5 adalah salah satu film yang sangat saya gemari selain Scream. Saya sudah menonton FD 1, 2, dan 3, tapi sayang yang ke 4 belum sempat nonton dan belum tayang juga di TV Indonesia. Tapi tak apalah, yang penting endingnya dah tau.

Film FD ini mengisahkan tentang seorang anak manusia yang bisa “melihat” sebuah kejadian yang kelak akan menimpa diri dan orang-orang yang ada di dekatnya. Di dalam film ini, kejadian yang dimaksud adalah sebuah kecelakaan yang sangat dahsyat. Di FD 1 kecelakaannya di pesawat, FD 2 kecelakaannya di jalan raya, FD 3 kecelakaannya di roller coaster, FD 4 kecelakaannya di sirkuit balap, dan FD 5 kecelakaannya di sebuah jembatan yang tengah di bangun.

Dari masing2 peristiwa itu pasti ada seseorang yang bisa “melihat” hal itu sebelumnya. Pada saat ia menyadari bahwa ia dan teman-temannya yang lain pasti akan celaka, maka ia akan menyuruh semua orang yang ada di dekatnya untuk “tidak jadi” melakukan sebuah aktivitas atau menaiki kendaraan yang akan membuat mereka celaka. Sebagian dari mereka ada yang percaya dan ada yang tidak. Bagi mereka yang percaya, maka akhirnya mereka selamat dan yang tidak, maka mereka sudah bisa dipastikan akan meninggal dengan akhir yang sangat tragis.

Nah, semuanya belum berakhir di situ. Justru hal ini baru akan dimulai. Saat mereka yang “seharusnya” meninggal dalam setiap kecelakaan itu akhirnya tetap hidup, maka ternyata kematian punya caranya sendiri dalam mengejar mereka. Mereka yang tetap hidup, akhirnya “harus” mati dengan pola kematian yang sesuai dengan “penglihatan” si empunya indera ke 6 itu, dengan “cara-cara” yang sangat tragis. Mengapa cara-cara nya saya kutip? Karena memang dalam film ini, cara-cara meninggal setiap korbannya selalu masuk akal (selalu ada sebab) dan terkesan tidak ada unsur mistis (misal pengaruh gaib dsb).

Ada yang meninggal karena lehernya terjerat tali di kamar mandinya setelah ia terpeleset, ada yang meninggal karena seluruh tubuhnya patah sampai tulangnya keluar menembus daging dan kulitnya akibat terpeleset pada saat melakukan senam, ada juga yang meninggal terkena sabetan lempengan seng yang terbang terhempas kereta api, ada yang meninggal tertabrak bis, kepalanya tersangkut alat pabrik yang bentuknya runcing, ada yang meninggal karena matanya kena laser dan bola matanya copot, ada juga yang meninggal akibat terpanggang di alat penghitam kulit di salon, ada yang kepalanya pecah karena tertimpa benda berat, ada yang matanya tertancap tangga besi, ada yang kepalanya terjepit lift, wah pokoknya penyebab2 kematian mereka itu nggak ada yang pernah bisa duga dan pastinya terjadi dalam waktu yang sangat singkat, jadi yang nonton gak pernah tau apa yang akan menimpa si korban dari satu korban ke korban yang lain.

Di FD 5 ini pun nggak kalah serunya. Meskipun konsep yang disuguhkan masih sama dengan konsep FD 1 s/d 4, tapi rasanya selalu ada yang membuat film ini lebih unggul ketimbang scary movie lainnya. FD 5 ini saya rasa adalah film terakhir dari serangkaian film Final Destination. Sebab akhir dari FD 5 ini merupakan awal dari FD 1. Bingung? Hehehe. Kalo yang udah nonton FD 1 sampe 4 gak akan bingung deh. Intinya, saya salut sama si tim pembuat filmnya. Sebab bisa menyatukan serangkaian kelima film tersebut secara apik dan gak berbelit-belit. Masalah yang dipaparkan simple tapi lebih menonjolkan detail. Alur dari tiap scene ke scene yang laen sangat rapi dan terkonsep dengan baik. Logikanya pun dapet. Pokoknya keren abis deh.

Terlepas dari mempercayai atau tidak dengan adanya takdir yang telah Allah gariskan, bagi saya ini hanyalah sebuah film yang bisa diambil hikmahnya jika ada pelajaran di dalamnya. Selepas itu, film ini hanya sebuah hiburan semata bagi orang-orang seperti saya yang suka pada film-film bergenre horor (but not a ghost movies).

Bagi yang penasaran, silahkan coba nonton, mumpung film nya masih di puter di bioskop. Tapi satu pesen saya, jangan makan cabe rawit terlalu banyak saat makan gorengan karena pedes (loh apa maksudnya? Hehehe kemarin sepulang nonton saya beli gorengan + cabe, pas makan cabenya terlalu banyak, pedesnya gak ketulungan :D)

Selamat Nonton !!!
(Mas Rahmat juga menulis artikel tentang ini di sini :D) sedangkan gambar saya ambil dari sini

2 Oktober 2011

Batikkan Harimu! - Aku Cinta Batik

Batik sudah lama sekali menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Tapi baru-baru ini saja batik dijadikan sebagai the world heritage menurut UNESCO. Apalagi tanggal 2 Oktober 2009 lalu Pak SBY menetapkan tanggal tersebut sebagai hari Batik Nasional. Itu artinya Batik sudah sepenuhnya menjadi kebudayaan bangsa Indonesia dan bagi bangsa manapun yang mengklaim bahwa batik adalah kebudayaan mereka, maka mereka sudah siap untuk dituntut oleh Indonesia. Maka dari itu kita sebagai masyarakat Indonesia yang katanya cinta tanah air, seharusnya bangga dengan hal itu.
Kalau dulu, memakai batik mungkin hanya diidentikkan dengan pergi kondangan atau ke acara-acara resmi lainnya. Tapi sekarang batik juga bisa dan pantas dipakai dalam acara dan situasi apapun. Kini kita bisa lihat di perkantoran, universitas, atau instansi-instansi pemerintahan lainnya, setiap hari Jum’at para pegawai atau karyawannya dianjurkan atau bahkan diwajibkan mengenakan batik. Ya meskipun hanya sekali dalam sepekan, tapi paling tidak rule tersebut secara tidak langsung telah membuat kita terbiasa dengan mengenakan batik.

Batik kini tampil dengan berbagai macam variasi model dan motifnya. Jika dulu yang kebanyakan memakai batik hanyalah para orang tua dan dewasa yang notabene nya sudah berusia kepala tiga atau empat, kini karena batik hadir dengan inovasinya yang semakin modern, jadi siapapun bisa mengenakan batik tanpa perlu memikirkan gengsi ataupun reputasi.

Inilah contoh beberapa kain batik yang sudah dimodifikasi ke dalam berbagai ukuran bentuk, model, dan motifnya. Semua gambar saya ambil dari oom Google.










Nah, sekarang di tanggal 2 Oktober 2011 ini saya ingin mengucapkan SELAMAT HARI BATIK NASIONAL!!! Akhirnya saya bisa teriak sekencang-kencangnya sambil berkata AKU CINTA BATIK !!!! tapi bingung mau teriak di mana :D kalo di rumah pasti diomelin keluarga, disangka stress. Kalo teriak di depan rumah, takut dilempar sandal ama tetangga dan bilang kalo ganggu dia tidur siang. Teriak di sini aja deh :D sekali dengan lantang saya tegaskan bahwa AKU CINTA BATIK !!!

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Batikkan Harimu yang diselenggarakan Nia, Puteri dan Orin

ada beberapa benda2 milik saya yg berbau batik selain baju, yaitu Zipper Bag dan tempat pensil


mbak Reni juga nanya, kenapa ga ada fotoku yg lagi pake batik. okelah kalo begitu, biar gak penasaran, saya pajang satu ya :)













29 September 2011

Hidup dan Kehidupan...

Hidup...
Tak seindah huruf yang merangkai katanya, tak sejernih mulut yang mengucapkan lafadznya. Disetiap pijakan langkah kakiku, aku selalu menyaksikan orang-orang yang dengan penuh pengorbanan berjuang untuk kelangsungan hidup mereka. Seperti tak kenal lelah dari hari ke hari melakukan aktivitas yang sama tanpa pernah ada harapan dan cita-cita bahwa semua itu akan berakhir dan berganti menjadi sebuah keadaan yang lebih baik.

Dari satu bis ke bis yang lain mereka mengais rizki yang telah Allah janjikan dan Allah siapkan bagi mereka yang mau berusaha. Tak jarang pula aku melihat seorang bocah kecil tengah berjalan di pinggir jalan raya untuk mengetuk pintu-pintu mobil orang-orang kaya itu, dan berharap agar mereka mau menyisihkan sebagian hartanya.

Hati ini begitu perih tatkala melihat wajah bocah kecil lugu yang tanpa dosa itu, hanya dapat memelas ketika tangan yang ia tengadahkan tidak mendapatkan hasil apa-apa. Hanya tangis dan harapan yang selalu mereka simpan dalam diam.

Memang, tak seharusnya hidup memperlakukan mereka seperti itu, tapi itulah kenyataan. Jangan salahkan kehidupan, karena hidup tak pernah salah. Lalu, siapa yang seharusnya disalahkan? Tidak ada juga yang harus disalahkan. Karena sejatinya, setiap manusia itu akan memiliki ujian hidupnya masing-masing, dan setiap manusia itu pasti juga mempunyai kadar kemampuan dan kesanggupannya masing-masing.

Semua itu hanyalah sebuah ujian, yang harus mereka - dan kita juga - hadapi dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Itulah hidup, dan kehidupan.

Kisah sang Bocah Malang

Di usia yang masih sangat-sangat muda, gadis kecil itu sudah dituntut untuk melawan kerasanya arus kehidupan. Tidak seharusnya dia melakukan hal itu Tuhan. Tidak semestinya dia ada dijalanan seperti ini. Mengais rezeki-Mu dengan menjual suara lugunya. Dia masih terlalu kecil untuk melakukan hal itu.

Ya Allah!!! Hatiku menjerit saat melihat kedua matanya tersayup-sayup menahan kantuk yang mungkin sudah sangat menderanya. Aku menyaksikannya sendiri. Entahlah, harus bagaimana lagi aku menggambarkan suasana hatiku saat aku menatap wajah lugunya. Dia tertidur Tuhan!! Dia tertidur dipinggir pintu angkot. Aku sungguh tak tega melihatnya.

Sementara di pojok sana aku melihat seorang anak kecil sebaya dengan bocah malang itu, tengah asyik bercanda ria dengan ibunya. Dan seharusnya lah bocah malang itu seperti itu adanya.

Kini ia telah turun dari angkot yang aku tumpangi. Kembali berjalan menyusuri kerasnya arus ibu kota. Dan hatiku, masih saja mengkhawatirkan dirinya, yang mungkin masih menyimpan harapnya dalam diam, semoga ia dapat seperti anak kecil yang ada di pojok angkot. Bisa melepas tawanya dengan riang, bersama keluarga yang ia cintai, dan mencintainya.

Dalam hati aku berdo'a,
Ya Allah, berikan ia yang terbaik. Amin

(Dalam perjalanan pulang dari kampus
dlm sebuah angkot, di waktu malam)

"Bingkisan dari Kami"

27 September 2011

Bukankah Pasti Ada Jalan, Jika Ada Kemauan?

Pesan singkat itu masuk ke dalam ponselku pada saat aku baru saja memulai aktivitasku di kantor. Isinya sangat singkat. Hanya “mba saraaahhh :)”. Batinku, “Nggak biasanya temen yg satu ini SMS dengan pesan “cuma” begitu doang isinya.” Aku pun membalasnya, “Apaaa??” Eh dia bales lagi, “Lg apaaAaa??? Hihiiii”. Aku makin aneh. Aku bales lagi aja, “Lg kerja, ada apa nih?”. Nggak lama dia bales lagi, “Mba sarah Aq mauu tnyaaa dong,,, TA bikin apaa qm? Hehehehe”. Tanpa pikir panjang kubales lagi, “Sistem.” Eh dia bales lagi, tapi kalo yang ini di sensor aja deh. Udah mulai privasi. Aku pun membalasnya lagi, “Ya udah ngomong aja, ada apa? Ada yg bs dibantu? Tp jgn berat2 ya, lg males mikir hehehe”. Dia bales lagi, dan akhirnya akupun membalasnya kembali, “Iyeee…tp jgn minta apa2 ya? Lagi bokek :D”. nah terus dia bales lagi tuh. Inti dari perbincangan pagi kami tadi adalah, ternyata teman yang satu itu pengen minta buatin sistem untuk TA nya nanti. Aku pun membalasnya sambil mengernyitkan dahi, “maaf ya bukannya apa2. masalahnya kalo bikin TA itu ribeeettt bgt. Bukan Cuma sekedar bikin sistemnya aja, tp keseluruhan dr menganalisa sampe usulan sistemnya. Blum lg nyari tempat risetnya. TA ku aja blum kepegang sampe skrg. Apalagi skrg drmh aq ga bs fokus ke laptop aja tp jg sembari jaga rizky, jd repot bgt. Maaf yah”.

Dia bales lg. aku juga bales, “Hehehe aq ga berani ngambil resiko, masalahnya masa dpn slama 3th nih yg aq pertaruhkan kl sampe copas :D kl mau, qt ngerjain sama2 aja, nti aq Bantu deh. Tp jgn bilang2 yg laen.” Send! Tadinya kupikir si temen udah nyerah untuk minta bantuanku, eh tapi masih bales juga. Ya udah aku bales lagi, “Aq jg sama. Pulang kerja aku msh hrs ngajar dah gitu lanjut kuliah. Di rmh jg ga bs tetep fokus ama laptop, krn ada rizky. Cb deh siasati manajemen waktunya, pasti bs kok klo ada kemauan :D”. klik! Akhirnya dia menyerah juga :D SMS terakhirku ke dia, “Ok, maaf ya sekali lg…”

Fiuhh!! Untuk kesekian kalinya saya mendapat tawaran untuk mau mengerjakan tugas kampus temen. Dulu sih waktu semester 4 aku pernah disuruh buat program ama dosen. Nggak nanggung-nanggu di suruh buat program dengan dua software yang berbeda, dah gitu deadline nya juga mepet. Tapi karena memiliki kemauan yang kuat, meskipun tugas itu dirasa berat, tapi alhamdulillah ya terselesaikan dengan baik. Bahkan aku sempat diundang ama temen ke rumahnya untuk ngajari temen2 yang laen buat bikin program itu. Bahkan ada juga yang minta bikinin. Karena memang saat itu lagi nggak terlalu banyak kerjaan, ya udah aku terima aja tawaran itu. Pada saat mau bikin tugas program itu, kondisinya masih ada tante. Kebetulan tante sedang mengantar nenek ke rumah sakit, jadi aku disuruh jaga Rizky. Bayangkan, aku harus berkutat ama komputer untuk bikin program sembari jaga Rizky hehehe, kebayang gimana sibuknya? :D tapi alhamdulillah....kelar juga akhirnya. Dan dari itu lumayan juga dapet “sesuatu” dari temen2, ya meskipun aku nggak pernah ngarepin itu :D.

Tapi saat ini saya juga mau bahas tentang habitual yang sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia kita ini. Atau bahkan bersarang dalam kehidupan kita sendiri? Entahlah. Saya sangat menyayangkan perilaku teman-teman seperti yang saya ceritakan di atas. Kemampuan setiap orang memang tidak bisa disamakan satu sama lain. Bahkan anak kembar pun pasti memiliki perbedaan yang signifikan bila diperhatikan lebih seksama.

Sebuah kemampuan lahir dalam diri yang mempunyai jiwa yang pemberani. Coba saja perhatikan anak kecil yang tengah belajar berjalan. Jika mereka tidak memiliki jiwa pemberani, mana mungkin mereka bisa berjalan sampai saat ini? Intinya adalah usaha dan kemauan. Perilaku teman saya di atas menunjukkan bahwa ia bukanlah tipe orang yang pemberani. Bahkan untuk menunjukkan kemampuan dirinya saja ia tidak berani padahal belum berusaha untuk mencoba. Makanya SMS saya di atas mengatakan, “Cb deh siasati manajemen waktunya, pasti bs kok klo ada kemauan.” Bukankah kita masih ingat akan sebuah petikan ini? “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.”.

Saya pernah membuat artikel di sini, intinya, bisa-nya kita dalam melakukan sesuatu itu bukan hanya karena kita pintar, melainkan karena kita yakin kalau kita pasti bisa. Jika kita sudah seratus persen yakin akan kemampuan diri kita, otomatis keyakinan itulah yang akan menjadi motivator terbesar dalam diri kita. Sehingga kita mau terus berusaha disertai dengan doa.

Memang terkadang, menjadi dewasa lebih banyak menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya berat untuk kita jalani. Namun jika kita ikhlas dalam mengerjakannya, insya Allah tidak ada yang terasa berat dalam kehidupan ini. Dituntut untuk bersikap dan berpikir secara dewasa di usia yang masih belia memanglah tidak mudah, tapi untuk menuju ke sana, Allah pasti selalu memberi waktu dan proses yang tidak singkat. Dari proses dan waktu itulah seharusnya kita belajar. Sebab di waktu-waktu yang telah berlalu itulah banyak pengalaman yang bisa kita ambil sebagai pelajaran di waktu berikutnya. Sehingga proses itu bisa menempa diri kita menjadi sosok yang kuat, tangguh, serta berpikiran maju dan dewasa baik dari segi sikap maupun perbuatan.

Jadilah pribadi yang percaya akan kemampuan diri sendiri. Sebab Allah menciptakan manusia dengan volume otak yang sama, akal yang sama, waktu yang diberikan pun sama (tidak kurang tidak lebih). Sudah sepantasnya kita bersyukur dengan cara mempergunakan apa yang telah Allah berikan itu secara maksimal, baik, dan bertanggung jawab.

“Orang yang bisa bukanlah orang yang pintar, melainkan orang yang mau melebihkan sedikit usahanya dibanding orang lain.”

21 September 2011

Karena Kita Belahan Jiwa

Karena kita satu saudara, penuh canda dan tawa 
Karena kita saling menjaga, dalam suka dan duka 
Karena kita belahan jiwa, tempat berbagi rasa 
Karena kita saling setia, begitu selamanya 

Kutipan di atas merupakan potongan lirik lagu Sherina yang berjudul ”Curahan Segalanya” dalam albumnya yang ketiga bertajuk ”My Life”. Lagu di atas jelas sekali mengena dalam hati saya. Bagaimana tidak? 

Foto di atas lirik lagu itu adalah sebuah foto yang diambil pada saat Intan dan Azmi ada di Garut. Jadi ceritanya gini. Selepas tante meninggal, diputuskan oleh suaminya kalau dua anak tante mau dibawa ke Garut untuk tinggal bersama keluarga suaminya di sana sedangkan ayahnya mencari uang di Jakarta. Jujur pada saat keputusan itu dibuat, keluarga kami yang ada di Jakarta jelas kurang setuju karena sejak kecil mereka sudah tinggal bersama kami di sini dan tidak pernah kenal dengan kerabat ayahnya yang ada di Garut. Namun karena mempertimbangkan banyak hal, akhirnya diputuskanlah dua anak tante yang bernama Intan (8th) dan Azmi (5th) dibawa ke Garut untuk tinggal dan sekolah di sana. 

Singkat cerita, selama mereka di Garut, kami hampir setiap hari berkomunikasi via ponsel. Apa sajalah yang kami ceritakan. Tentang sekolahnya, makan pakai apa, dan sedang apa. Intinya kami sangat rindu pada mereka. Suatu ketika, pada saat ayah mereka hendak pulang kampung ke Garut, saya pun menitipkan beberapa keperluan mereka seperti susu, pasta gigi, sikat gigi, dll. Nah, salah satu yang kami titipkan untuk mereka adalah foto yang terpajang di atas. Itupun mendadak saya ambil malam hari sebelum keesokan paginya ayahnya berangkat ke Garut. Malam itu berpose bersama, malam itu juga langsung dicetak dan dimasukkan tas ayahnya. 

Tadinya saya ingin mengikutsertakan pula ibu dan nenek saya, namun mereka tidak mau, akhirnya hanya saya, adik, sepupu, dan tiga orang anak tante yang berpose. Meskipun demikian, tapi saya berharap semoga Azmi dan Intan bisa melepas rasa rindu mereka pada kami yang ada di Jakarta dengan menatap foto itu. 

Tapiii.......tak lama setelah itu, ternyata Intan dan Azmi diputuskan oleh keluarga untuk kembali lagi ke Jakarta, karena ada satu dan lain hal yang mengharuskan mereka kembali lagi dan tinggal bersama kami lagi di sini. Alhamdulillah ya, sesuatu banget :D Tapi foto di atas tetap menjadi sebuah kenangan tersendiri buat kami, dan foto itu kini terpajang di bufet rumah kami.... 

Postingan ini diikutsertakan dalam Photo Blogging Kontes oleh HotCoklat.com – Secangkir Coklat Hangat Setiap Hari

15 September 2011

Ketika "Bocah Mungilku" Berusia Dua Tahun

Happy Milad Rizky sayang!!!! Selamat ya nak di usianya yang ke dua tahun ini. Semoga selalu diberi keberkahan oleh Allah. Diberi kesehatan, keselamatan, dan keceriaan. Semoga semakin pintar dan cerdas ya sayang. Nggak rewel lagi dan selalu bahagia. Bisa menjadi anak yang berbakti pada keluarga, bangsa, dan agama. Semoga apa yang dicita-citakan dapat terkabul. Amiin.......

Tanggal 14 September 2011 kemarin adalah hari ulang tahun Rizky. Dua tahun sudah aku menjalani hari bersama dengan Rizky. Suka dan duka selalu menyelimuti hari-hari kami, namun hal itu akan selalu menjadi kenangan tersendiri buat kami. Selepas kepergian almh. Tante enam bulan yang lalu, Rizky sudah kuanggap seperti anakku sendiri. Entah bagaimana aku menjelaskan pada mereka tentang status baruku ini. Namun senang rasanya selama enam bulan terakhir ini aku bisa menjadi seorang bunda untuknya. Merawat dan menjaganya adalah suatu hal yang tak ternilai harganya. Rasanya sangat tidak ingin untuk tidak menyaksikan tumbuh kembangnya dari waktu ke waktu.

Seperti tadi pagi, Sebelum berangkat kerja aku sempatkan mencuci piring. Setelah itu merendam pakaian, membuatkan Rizky susu memandikannya, memotong kukunya, bermain sebentar bersamanya, mentaturnya, setelah itu siap-siap untuk berangkat kerja. Hampir setiap moment bersamanya selalu aku abadikan dalam jepretan kamera. Mudah2an hal ini bisa membuat sebuah kenangan tersendiri untuk Bocah Mungilku, Rizky.
















































Catatan Bunda :

1. Sejak enam bulan yang lalu, Rizky udah bisa pegang botol susu sendiri
2. Udah bisa bilang macem2, diantaranya : mama, ayah, teteh, abang ami, nenek, uwa, dll.
3. Kalo manggil bundanya gini : nda!!! padahal kalo disuruh ngeja : bun-da, bisa. tapi kalo disuruh panggil bunda tetep aja "nda" :D
4. Kalo minta nyalain tv bilangnya : "ala pipi" (nyala tipi)
5. kalo minta susu gini : awalnya minta bunda nemenin bobo, pokoknya harus bobo, sehaus apapun dia, intinya harus bobo dulu di kasur ama bunda, baru minta susu.
6. Kalo nyebut uang itu "ndit"
7. Paling suka ama film Cubeez, Teletubbies, Shaun The Sheep (dia menyebutnya kodok ngorek), Chuggington (dia menyebutnya kereta koko), dan film2 animasi lainnya yg ada di MNCTV
8. Kalo maenannya di pegang orang pasti dia bilang "nya dede" (punya dede)
9. Paling suka ngeliat mobil atau kereta
10. Kalo denger lagu atau musik pasti goyang
11. Paling bisa deh niruin lagu Maher Zein. tapi dia nyebut insya Allah dengan "ica awwoh" :D

mungkin segitu dulu cerita tentang Rizky. kalo mau dibahas lagi masih banyak sebenernya, tapi bundanya udah capek euy, dilanjut kapan2 aja deh :D

Sekali lagi selamat buat Rizky-ku sayang, semoga selalu disayang oleh semua orang :D