12 Januari 2011

Belajar Mencintai Hidup

Meski terkadang hidup sering tak memberiku alasan mengapa aku harus menjalani kehidupan seperti ini, tapi aku berusaha untuk mencintai apa yang aku jalani saat ini. Meski kelelahan sering menyapaku di setiap detik-detik langkah perjalanan usiaku, namun aku mencoba untuk terus bertahan dengan semangat yang tak kunjung padam. Meski kenyataan yang ada kadang tak seiring sejalan dengan keinginan yang diharapkan, namun aku terus berpikir positif bahwa ada Yang Lebih Tahu mana yang terbaik untukku. Meski banyak yang berpikiran macam-macam tentangku dan hidup yang kujalani saat ini, namun aku coba ’tuk memahami mereka dengan segala keterbatasan yang kupunya.


Meski cobaan dan ujian tak ubahnya seperti hujan dan badai yang terus menerjang, tetapi dengan penuh ketegaran akan kucoba atasi semuanya. Meski masalah demi masalah terus saja datang menghampiri, namun dengan penuh keyakinan akan kuselesaikan semuanya. Jika dengan kesendirian aku masih bisa mengatasinya, maka akan kuatasi. Namun jika tidak, aku hanya cukup diam mengadu pada-Nya untuk memikirkan jalan keluarnya. Walau terkadang air mata menemani di ujung mata, dan rasa sesak yang tak tertahan terkadang menggores sukma, namun hal itu sudah cukup membuatku lega. Paling tidak, itu artinya aku masih punya hati untuk bisa merasakan gelisah yang kualami. Tak lama, lalu kubasuh ia untuk kembali menguatkan diri. Meski terkadang waktu yang kurasakan teramat sangat kurang bila dibandingkan dengan aktivitas yang kujalani, namun aku berusaha untuk menjalaninya dengan penuh kesenangan. Meski terkadang banyak sekali pertanyaan yang tak juga dapat kutemui jawabannya, namun kucoba ’tuk bersabar sambil memikirkan bagaimana baiknya.

Kehidupan yang kujalani hingga saat ini telah mengajarkanku tentang arti sebuah kekuatan. Bahwa sesungguhnya tanpa kekuatan dari-Nya, aku tak akan mampu menjalaninya. Dengan kondisi keluarga yang kumiliki saat ini, sebenarnya telah menempaku secara tidak langsung untuk dapat setegar batu karang agar dapat sekiranya kujalani hari-hari dan kehidupanku kelak dengan lebih baik. Dengan kondisi jalinan pertemanan yang kujalani saat ini, pun juga sejatinya telah mengasah pola pikir dan sikapku untuk lebih dewasa dan lebih bijak. Lebih sederhana dalam hidup, tutur kata, kepribadian, dan tingkah laku.

Menurutku, hidup ini indah, bahkan teramat sangat indah jika kulalui setiap fasenya dengan senyum kekuatan dan ketegaran. Bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Bahwa selalu ada hikmah yang dapat dipetik dari setiap ujian dan cobaan yang kualami. Ujian dan cobaan ada, pun sejatinya bukan untuk membuatku menderita, meratapi nasib yang ada, dan pasrah begitu saja, tapi juga harus ada usahaku untuk mengatasinya. Musti ada taktik dan strategi yang dibuat agar hidup yang kujalani tak hanya sekedar hidup yang berlalu tanpa arti, namun harus ada perjuangan dan pengorbanan yang kelak bisa menjadi sebuah kekuatan tersendiri untukku.

Dari semua yang pernah kulalui dalam kehidupan ini, kini aku bisa tersenyum sembari mengucapkan, ”Inilah hidup yang pernah Allah titipkan padaku, dan aku senang menjalani hidupku. Aku mencintai hidupku”

Sekali lagi, meski hidup terkadang seperti teka teki yang teramat sulit untuk dipecahkan misterinya, namun pada akhirnya aku menyadari, bahwa inilah seninya dalam menjalani setiap detik dalam hidupku. Yang pada akhirnya aku belajar untuk mencintai hidup, dan mencintai Sang Maha Pemberi Hidup. Itulah syukur yang tidak akan pernah ada tandingannya.


nurlailazahra

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Amiiiiiiin, Semoga kita tidak pernah lupa bersyukur dan semakin mencintai hidup, karena itulah salah satu cara kita mensyukuri nikmat Allah..

Sarah mengatakan...

@Nadia Meutuah : setuju deh sama kamuu :)

Unknown mengatakan...

Mba, Ada Award Buat Dirimu...Jika Berkenan diambil Yah...

Sarah mengatakan...

@Nadia Meutuah : wah asyikk...makasih mbak, nti insya Allah diambil :))