10 Desember 2010

Budaya Tertib Berkendara di Jalan Raya

Menaiki sebuah angkutan umum or kota atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan angkot, telah menjadi rutinitas harian saya setiap harinya. Berbagai jenis angkot dan tipe supirnya pun mungkin sudah hampir semua saya kenal, karena dalam satu hari bisa empat sampai lima kali saya naik angkot. Karena seringnya saya bercengkerama dengan yang namanya angkot, seolah telah menanamkan sebuah pemikiran dalam diri saya tentang budaya tertib mengendarai kendaraan.


Terakhir, sebelum saya memutuskan untuk menulis artikel ini, saya sempat menaiki angkot berwarna biru jurusan Pasar Minggu – Mekar Sari pada waktu malam. Ketika angkot berjalan perlahan, awalnya tak ada perasaan apapun, namun setelah beberapa lama roda angkot melaju, ada sebuah ketakutan tersendiri dalam hati, entah dengan penumpang yang lain.

Ketakutan itu bukan lantaran di dalam angkot ada seorang yang dicurigai sebagai copet or penjahat, melainkan karena si supir angkot membawa mobilnya secara ugal-ugalan. Hmm…sepanjang jalan saya hanya bisa berdzikir dalam hati semoga angkot yang saya tumpangi tidak mengalami apa-apa lantaran tidak mengindahkan budaya tertib di jalan raya.

Ditengah kondisi yang tegang itu, tiba-tiba saya kembali berfikir, selama ini setiap kali naik angkot, selalu saja hati saya ketar-ketir cemas lantaran kalau-kalau angkot yang saya tumpangi menyerempet mobil atau motor orang lain atau mungkin seorang manusia yang disenggolnya, karena saking cepat lajunya dan seolah tanpa perhitungan dalam menjalaninya.

Astaghfirullah….rasanya kok ya aneh, saya rasa hampir semua supir angkot bertipikal seperti itu. Buru-buru dan tidak sabaran. Padahal kalau boleh jujur dan ingin sekali saya sampaikan pada mereka, bahwa yang mereka bawa adalah sekelompok manusia dan bukan sekumpulan ikan teri. Kalau mereka tidak mengindahkan keselamatan dirinya dan orang lain, maka keselamatan seolah menjadi sebuah barang yang langka karena nyawa manusia lah yang menjadi taruhannya.

Dan semalam pun saya sempat mempunyai pikiran, bahwa kalau begini ceritanya, maka saya pun mungkin harus “menutup mata” jika ingin menaiki sebuah angkot. Yakin saja pada Allah bahwa saya dan penumpang yang lain akan baik-baik saja sampai tiba di tempat tujuan. Bukan apa-apa, tapi mungkin karena supir2 angkot merasa bahwa dirinya sudah handal dalam menyetir sehingga tidak perlu lagi memakai norma-norma budaya tertib dalam berkendara, maka saya pun perlahan sudah harus terbiasa dengan kondisi seperti itu. Pastinya tanpa terlepas dari berserah diri pada Allah bahwa hidup dan mati hanya hak prerogatif dari-Nya.

Artikel ini di ikutsertakan dalam kontes Aduk Pakde Cholik di Blogcamp

Pojok kamar, 22.12

8 Desember 2010

Sikap “Saling” akan Mengeratkan Sebuah Hubungan


Menjalin sebuah hubungan, entah itu hubungan persahabatan, persaudaraan, ataupun hubungan percintaan, sejatinya membutuhkan sikap saling mengerti dan saling memahami antara satu sama lain. Mengapa demikian?


Banyak orang mengatakan bahwa hubungan itu akan terjalin dengan baik jika satu sama lain yang menjalin hubungan itu saling terbuka, saling jujur, saling setia, saling cocok, dan bermacam-macam saling yang lainnya. Kesemuanya itu memang benar dan tidak ada salahnya. Bahkan dengan adanya rasa “saling” tersebut itu, bisa membuat suatu hubungan jadi lebih langgeng dan lebih awet.

Sikap “saling” dalam menjalin sebuah hubungan adalah point utama dalam kehidupan ini. Sebab sifat “saling” adalah memberikan satu sama lain, take and give, plug and play. Dimana jika yang satu sakit, maka yang lain menjenguk. Dimana jika yang satu terpuruk, maka yang lain menguatkan. Dan begitulah seterusnya hingga sebuah hubungan bisa berjalan dengan baik dan harmonis.



Sikap egois, ingin menang sendiri, pendendam, tidak mau mendengarkan masukan atau pendapat dari orang lain, teman, ataupun pasangan kita adalah sebuah sikap yang tidak baik dan bisa menyebabkan jalinan sebuah hubungan menjadi renggang.



Saling mengerti dan memahami adalah kunci dalam menjalin sebuah hubungan. Kedua sikap ini bisa diyakini dapat melahirkan beberapa sikap lainnya yang diperlukan dalam sebuah hubungan seperti saling setia, saling terbuka, saling mempercayai, saling jujur, saling menguatkan dan saling memaafkan jika yang satu merasa memiliki salah pada yang lain.

nurlailazahra

2 November 2010

Weekend in Bandung: antara berpetualang dan berkah silaturahim

30.10.10
Pagi itu matahari masih menyembunyikan dirinya di ufuk timur saat alarmku berbunyi menunjukkan sudah pukul 03.00 WIB. Mataku masih sayup-sayup terbuka saat kumatikan bunyi alarm tadi. Hanya mematikan sesaat setelah itu lanjut tidur lagi beberapa menit (xixixixi……). Setelah dirasa cukup, aku bangun dan mengetik sms pada sahabatku yang mengajakku ke Bandung pagi ini, untuk sholat tahajud. Setelah itu aku bangun untuk melaksanakan shalat tahajud, witir, plus baca qur’an bentaran. Setelah itu aku mencuci piring dan memasak air untuk mandi, dilanjut masak air buat isi termos. Setelah bebenah diri, gak terasa jam sudah menunjukkan pukul lima pagi lewat beberapa menit, ada sms dari mama ngingetin untuk bangunin pamanku yang mau nganter ke tempat travel Cipaganti yang ada di Lenteng Agung.


Siip, hematnya aku dah nangkring di atas motor dengan segala perlengkapan yang akan kubawa untuk berpetualang ke Bandung bareng temenku, Rahma yang mau tes ujian PNS di BKKBN, Jawa Barat. Singkat cerita, setelah sampe di travel, aku langsung membayar pesanan tiket yang sudah dipesan Rahma sebelumnya. Gak lama mobilnyapun berangkat. Aku dan Rahma menaikinya sambil berucap doa dalam hati semoga Allah melancarkan perjalanan kami saat ini.

narsis dikit sblum berangkat

view saat diperjalanan

Jalanan gak begitu macet (ya iyalah orang lewat Tol Cipularang gitu lohhhh……) jadi kita sampe di travel Cipaganti Pasteur, Bandung kurang lebih jam 8 setelah kami berangkat dari Jakarta jam 6 pagi. Sesampenya disana masih bingung tuh mau kemana, karena masih blum tahu daerahnya. Tujuannya sih ke gedung BKKBN, tapi gak tahu mau jalannya kemana. Ya udah kita tanya2 aja ama sekuriti disana. Setelah dikasih tahu, ya udah kita naik angkot yang dimaksud menuju tempat yang dituju. Sempet ganti angkot sampe tiga kali sampe akhirnya pengembaraan kita menemukan tempat pemberhentian di gedung BKKBN (horeeeee………). Dah sampe trus kita masuk untuk ngambil kartu ujian Rahma. Setelah kelar, aku langsung sms seorang teman yang blum pernah kutemui seblumnya (loh kok bisa??) ya iyalah, jadi gini ceritanya. (yuuukkk mariiii……)

Seorang teman di Bandung ini bernama Dian, aku biasa memanggilnya Teteh or Teh Dian. Kami bertemu lebih dari setahun lalu melalui jejaring sosial Friendster. Lupa gimana kenalannya sampe akhirnya aku dan dia bertukar no ponsel. Kita sering sms-an dan sempat juga si teteh menghubungi aku dan akhirnya kita ngobrol panjang lebar. Tapi silaturahim kita hanya sebates itu selama ini sampe akhirnya Allah mempertemukan kami dengan cara yang gak pernah diduga seblumnya.

Rahma yang mau ujian PNS di Bandung awalnya ngajak aku nginep di hotel, tapi aku baru inget bahwa aku punya teman disana, dua hari seblum keberangkatan kami ke Bandung, aku sempat teringat dengan Teh Dian dan segera menghubunginya. Singkat cerita, Teh Dian menawarkan kami untuk menginap dirumahnya setelah tahu bahwa tempat yang kami tuju di Bandung cukup dekat dengan rumahnya (wah… asyik nih bisa ketemuan :D).

Kembali ke cerita seblumnya, jadi setelah urusan aku dan Rahma kelar di BKKBN, aku langsung sms si teteh, tapi cukup lama gak dibales, spontan kami pun dah mulai agak cemas. (xixixi…maklum, gak pernah ngebolang selama ini :D). sembari nunggu kabar dari teteh, ya udah kita duduk2 di kursi depan gedung sambil makan2 cemilan yang kita bawa. Sempet juga ngubungin si teteh, eh taunya si teteh lagi kuliah, ya udah kita tunggu aja sampe kelar kuliah, pikirku.

view di depan kantor BKKBN

Sejam, dua jam, sampe akhirnya zuhur pun berkumandang. Gak lama sebelum itu Teh Dian sms aku dengan no yang lain, mengabarkan bahwa ia masih ada kuliah sampe jam 5 sore. (oo..oo…ya sudah lah, nunggu sampe sore jg ga pa2). Kebelutan dibelakang gedung ada musolah yang tempatnya cukup nyaman, jadi kami istirahat dulu disana sembari sholat zuhur lanjut makan siang. Gak lama setelah itu taunya ujan turun, ya udahlah nunggu si teteh di musolah yg cukup nyaman sambil bobo siang (serasa dirumah sendiri dah, hehehe).

Sore menjelang, ashar pun tiba. Aku dan Rahma menunaikan sholat ashar berjamaah. Diluar ujan dah cukup reda, aku dan Teh dian kembali sms-an. Kami sih cukup nyaman ada di musolah, tapi karena kami dah di Bandung, pingin rasanya main-main seputaran Bandung, ya udahlah ba’da asharan kami jalan ke Sucore (Surapati Core), tempat dimana kami janjian bertemu dengan Teh Dian. Disana cuma ada ruko2, butik, dan tempat makan, yahh….gak terlalu menarik lah, kalo di Jakarta ya modelnya sama ama di daerah Pondok Gede yang banyak ruko2nya.

Surapati Core

Kami memutuskan untuk makan di sebuah warung makan ayam bakar. Setelah order kami mencari tempat duduk. Pesenan yg ditunggu cukup lama, sampe tiba Teh Dian sms dan kami mengira ia sudah akan sampai di Sucore. Akhirnya kami meutuskan makanan yg sudah dipesan agar dibungkus saja, setelah itu kami langsung menuju Sucore untuk menunggu Teh Dian. Gak lama nunggu di depan Sucore, eeehhhh…. Ujan gerimis aje, hehehe, akhirnya kita nyebrang untuk neduh di depan sebuah toko yang ada tendanya. (untung tokonya tutup, jadi bisa neduh, kalo gak, bisa2 diusir kita :D).

Selama neduh itu, aku dan Teh Dian gak berenti sms-an and telponan. Rumah Teh Dian gak dilalui angkot, jadi musti naik ojek untuk sampe kesana. Ya udah, karena ujan dan Teh Dian juga dah sampe rumahnya naek motor, akhirnya kita naek ojek ajah berbekal alamat yang dah si teteh kasih. Jeng….jeng….akhirnya aku dan Rahma sampe juga di rumah Teh Dian, horreeeee………kami benar2 disambut dengan baik disana, keluarga Teh Dian benar2 memuliakan tamu.

Kami diberikan sebuah kamar yang cukup nyaman disana. Setelah bebersih diri dan sholat maghrib, kami inisiatif memakan ayam bakar yang tadi kami minta bungkus. Makannya buru2 supaya gak ketauan si teteh, hehehe. (gak enak soalnya si teteh pasti nyediain makan buat kita, tapi sayang juga kalo gak dimakan, khawatir basi dan mubazir. Utk Teh dian: maaf yah menyembunyikan hal ini dari teteh :D)

Tuh bener aja kan, gak lama setelah makan dan sholat isya, eh si teteh ngajak makan lagi, ya udah kita makan lagi. (makin gembul aja deh , hehehe). Setelah makan, nyuci piring eh airnya abis, ya udah dilanjut ngobrol2 di kamar deh. Setelah dirasa dah malem dan ngantuk, si teteh balik kemarnya sedangkan aku dan Rahma ngobrol2 sebentar dikamar gak lama setelah itu kami pun tidur.

31.10.10
Jam sudah menunjukkan pukul 03.00, matiin alarm trus tidur lagi :D. jam 03.40 baru bangun untuk tahajud, witir, dan baca qur’an bareng Rahma. Beuuuhhh….bangun jam segitu rasanya dingiiiiiiiinnnn…..banget. ngambil air wudhu serasa ngambil air dari kulkas, blum berani mandi sebab takut berubah jadi es batu pas airnya disiramin ke tubuh (heheh lebay). Setelah tahajudan, aku dan Rahma ngobrol2 bentar trus tidur lagi. Bangun2 jam setengah enam, baru mandi. Kalo jam segini dah gak begitu dingin, tapi sejuk. Setelah bebenah diri, Teh Dian dateng ke kamar untuk ngajak kami sarapan. Tadinya dah mau pamit dan berencana nyari sarapan diluar, tapi si teteh nyuruh makan, ya udah sarapan dirumah teteh deh :D (emang dasar rejeki yahh…..).

Kelar sarapan kami langsung pamit sebab Rahma ada tes ujian jam 8. Jam 7 kami dah jalan. Pamit sama Teh Dian nya aja, gak sempet pamit ama ibunya coz ibunya lagi busy di toko nya yg ada disebelah rumahnya. (ya mudah2an si ibu ikhlas dan ridho akan kedatangan kami, moga kebaikannya dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat ganda, amiin). Kami berangkat dan si teteh bilang mau nyusul ke tempat ujian. Oke deh, ditunggu teh………

Suasana pagi di Cicaheum

Ujian diadain di SMPN 14, gak jauh dari rumah Teh Dian. Cuma naik ojek sekali untuk nyampe ke Sucore dah gitu naek angkot ACEH (Abdul Muis – Caheum) untuk nyampe SMPN 14. Sesampenya disana, Rahma ujian dan aku nunggu di depan SMPN nya bareng dua orang ibu yang juga lagi nunggu anaknya ujian. Ada yang dari Bogor dan Surabaya. (wow……)

Lapangan Supratman

tampak dpn SMPN 14

Teh Dian dateng sekitar jam 10 lewat. Setelah teteh dateng, ya udah langsung kuajak jalan sementara nunggu Rahma kelar ujian. Kami pergi ke Gasibu, dekat Gedung Sate dan Museum Geologi. Disana ternyata setiap minggu pagi diadakan pasar kaget. Pasar yang sampe memenuhi ruas jalan sepanjang Gedung Sate dan sekitarnya. Aku melihat-lihat barang-barang disana. Tapi gak banyak yang bisa kubeli, hanya dua potong pakaian buat si kecil Rizky, baju buat abang Azmi (kakaknya Rizky), dan peralatan dapur buat nenek dirumah. Selebihnya waktu yang kupunya hanya kugunakan untuk lihat2 aja, gak sempet beli, sama aja sih barang2nya ama yang ada di Jakarta.

Sekitar jam stgh 12 si teteh dah mulai capek, ya udah, setelah beli lumpia basah, yang kalo di Jakarta mungkin dikenal dengan toge goreng, aku dan si teteh pun beranjak ke Masjid PUSDAI untuk zuhur. Rahma dah kusuruh untuk dateng juga ke masjid tersebut. Setelah kami betiga ketemu, ya udah kita cari tempat makan di sekitar masjid. Disana ada sebuah warung makan yang buat aku penasaran. “Tahu Petis”. Hmm….pengen ah ngerasain. Setelah beli es kelapa muda, kami pun langsung memesan makanan. Aku penasaran ama tahu petis, sementara Rahma beli kupat tahu. Sedangkan Teh Dian gak mau makan karena tadi seblum zuhuran dah makan lumpia basah. Ya sudah hanya minum es kelapa. Tadinya dah khawatir aja gak doyan tahu petis karena blum pernah nyobain, eh ternyata bedanya tahu petis ama kupat tahu, cuma kencur doang. Kalo kupat tahu gak pake kencur, kalo tahu petis pake. Selebihnya sama aja ama makanan ketoprak di Jakarta.

Masjid PUSDAI

Museum Geologi

Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Bandung

Gedung Sate

Setelah makan, si teteh ngajak kami ke sebuah tempat yang ada tulisan DAGO dengan hurufnya yang besar2 berwarna merah di pinggir jalan (lupa nanya nama jalannya…). Aku pun sempat mengabadikan tulisan tersebut.


Diakhir perjalanan kami di Bandung, kami sempat foto2 di pinggir jalan itu, tapi maaf gak bisa di pasang disini sebab kita kan tiga cewe yang keren2, khawatir takut dicari paparazzi ah, (hehehe narsis euy…..). setelah lelah berpetualang di Cicaheum, Bandung, kami memutuskan untuk langsung ke tempat travel di Pasteur sebab aku sudah memesan tiket untuk keberangkatan pulang jam 4. Pada saat itu, ada sebuah kesedihan sih yang terasa, sebab rasanya enggan untuk berpisah dengan Teh Dian yang begitu baik terhadap kami. Sosoknya yang lembut dan mempunyai senyum yang manis telah mempunyai tempat tersendiri di hati kami. Aku dan Rahma pasti akan selalu merindukan sosoknya. Kami tanya, boleh gak kalo suatu saat kami main lagi ke Bandung? Dan ia menjawab dengan senyumnya yang begitu manis, “boleh kok…” :) (jadi kangen deh ama si teteh….)

Kami berpisah tepat di depan Balai Penterjemah ITB


Aku dan Rahma menaiki angkot menuju Pasteur sementara si teteh naik angkot untuk pulang kerumahnya. Ah, ada sebuah kenangan yang kutinggalkan di Bandung. Ada sebuah cerita yang pernah kurangkai disana bersama Rahma sahabatku dan Teh Dian, yang dah kuanggap seperti kakakku sendiri. Orang2 Bandung begitu ramah, logat mereka yang begitu khas, telah membuat sebuah kesan tersendiri dalam hatiku. Sampe2 logat itu masih terbawa olehku sampe sekarang, hehehe……

Selama perjalanan pulang aku selalu mengenang kebersamaanku bersama Teh Dian. Ah, betapa tak pernah kuduga kami dapat dipertemukan Allah dengan cara yang begitu indah. Disaat aku dan Rahma tengah membutuhkan bantuan, ada sosok Teh Dian yang membantu kami, yang sblumnya hanya kukenal lewat dunia maya dan ponsel. Ternyata benar juga, sebuah hadits mengatakan bahwa menyambung silaturahim akan memperpanjang usia dan memperbanyak rejeki. :)

Ah, rasanya berat meninggalkan kota Bandung yang penuh kenangan dihati. Tapi tugas di Jakarta juga telah menanti. Biarlah jarak dan waktu memisahkan kami dan Teh Dian, tapi kuyakin hati kami pasti akan selalu terpaut karena-Nya :). Love u teh………..

lesson of the story:
Teruslah sambung silaturahim, sebab Allah pasti selalu punya rencana yg indah yang tak pernah kita duga2 seblumnya. Untuk selanjutnya, mungkin bisa nyari teman di daerah, Jogja, Surabaya, Semarang, atau mungkin Bali..???? hehehe…………..siap berpetualang ke kota selanjutnyaaaaaaaaa……….. :D


27 Oktober 2010

Celotehku

Di tulisan kali ini, lagi pengen jadi yang laen dari yang sebelum2nya. Lagi pengen mengekspresikan diri sebagai seorang wanita (woi…..emang kemaren2 bukan wanita yahh?? xixixixi) ok, lanjut. Kalo ngeliat blog temen2 blogger rasanya kok bisa ya buat tulisan yang diambil dari pengalaman sehari-hari. Ya entah yg ditilang polisi lah, or pindah ke rumah baru lah, or apa ajalah yg bisa jadi inspirasi buat yg laen.

Nah, sekarang ini aku sih gak kepengen nulis about pengalaman sehari-hari, cuman pengen berbagi cerita aja sih tentang apa yg dah dirasain selama ini dalam hidup. Ok kita mulai dari sekarang, jangan ada yg berkedip ya jika membaca tulisan ini. xixixixi...........

Awal mula perjalanan aktivitasku yg dah mulai padet...det....det.... diawali dg langkahku sebagai seorang gadis muda belia yg baru lulus SMK 4 tahun silam. Kalo ditanya saat itu mau lanjut kemana setelah lulus SMK, aku jawabnya mau langsung kerja aja, sebab kuliah bikin pusing, tiap hari harus ketemu ama yg namanya buku pelajaran dan materi2 yg seabgreg. Huuuuwwwaaaaa.......pusing euy. Ternyata eh ternyata pas lulus SMK, nyari kerjaan susah toh. Dan pada akhirnya aku memilih untuk jadi guru privat selama kurang lebih dua tahunan. Dulu sempet juga sih jadi guru privat cucu2nya Pak menteri perindustrian tapi cuma lima hari (kekekke parah ya? Abis gak tahan ama kerjaannya, suruh ngurusin 4orang anak dah gitu anak2nya pada gak bisa diem, mungkin karena dah terbiasa apa2 dilayanin ama mbaknya, jadilah disana aku bukan kayak guru privat melainkan juga merangkap sebagai ’mbak’nya) huffff.......

Selama kurang lebih dua tahun aku berprofesi sebagai guru privat, selama itu pula tawaran kerja datang silih berganti dengan sebelumnya aku mengirim beberapa surat lamaran ke perusahaan2 ybs. ada yang di pondok gede, di jatiwaringin, ada pula yg di daerah beji, tapi semuanya nihil. Sampe pada klimaksnya, ”aku pengen kuliah, hiks :(”. Tapi mau gimana lagi, org tua blum mampu nguliahin aku, ya terpaksa memendam hasrat itu dalam2. (beuuuhhh....gaya beudh.....)

Tapi,,,,,,, jeng....jeng....jeng.... tawaran kerja datang lagi. Kali ini dari sebuah yayasan di deptan, dulunya kakak sepupuku yg kerja disitu, tapi karena dia dah diangkat jadi PNS di DKP, akhirnya aku deh yg gantiin dia. Disinilah perubahan hidupku bermula. Masuk di kantor baru ini maret 2008, pas maret 2009 aku bisa mewujudkan impianku kuliah, seneeeennnggnyaaaa....... :D aku kuliah dg uangku sendiri, aku gak mau ngerepotin ortu. (jiah gaya euy.......)

Mulai sejak saat itu rutinitasku berubah drastis, aku harus kerja di pagi hari, ngajar di sore hari, dan kuliah di malam hari (weeuhhhh bayangkan...bayangkan...saudara2 :D). Mustinya kuliah dari jam lima, tapi aku masih megang dua tempat untuk ngajar privat (abis sayang kalo dilepas, lumayan buat nambah2 uang kuliah, xixixixii.......), alhasil kadang dari kantor buru2 ke tempat ngajar, abis itu langsung caw ke kampus. Ngajar sih cuma hari senin, rebo, ama kamis. Selebihnya aku dedikasiin waktu soreku buat dengerin dosen berceloteh :D makanya kalo kerjaan lagi banyak2nya di kantor, dah mana harus ngebut ke tempat ngajar ngejar waktu, abis itu masih harus ngampus, beeeuuhhh rasanya saat itu bisa dibilang antara loyalitas dan profesionalitas. Ya iyalah, loyal terhadap kedisiplinan waktu ngampus, ama bersikap profesional dengan jadwal ngajar yg ada. Kalo dah gitu keadaannya, cuma bisa berdoa supaya kelak Allah bisa mengganti semua kerja keras ini dengan masa depan yg cerah (aaaamiiiiiin.......... ayo silahkan diambil beseknya :D)

Mana lagi dirumah masih harus kerja keras nyelesein kerjaan rumah. Ya nyuci, nggosok, nyapu, ngepel, dll deh. Blum lagi kalo si dede rizky, sepupu kecilku, maunya gelendotan ama ’bunda’nya, hmmm.....makin busy aja deh aku dirumah. Dan biasanya rutinitas itu seing aku temukan di waktu pagi hariku sebelum berangkat ke kantor. (makanya sering banget telat ke kantor, karena harus latihan jadi ibu rumah tangga dulu, heheheh)

Pernah suatu ketika, nenek lagi nginep dirumah anaknya di serpong, lah spontan dirumah aku kelabakan sendiri pas bangun tidur. Nenek berangkat pagi2 ke serpong. Pas aku bangun tidur, dirumah dah sepi, tinggal ada keluarga tante yg tinggal di sebelah rumah. Mama dah berangkat dagang dari pagian, adek dah berangkat sekolah, lah aku? Ya siap2 jadi ’gadis rumah tangga’ :D blum lagi anak2nya tante yg segambreng selalu memadati ruangan di rumah, beeeuuuhhh makin riweuh aja di rumah. Baru disapuin tuh lantai dah kotor lagi, payah dah.

Mau masak aer, eh gasnya abis. Jadilah aku beli gas ke warung, trus minta pasangin tante, karena aku blum ngerti, tapi sih sekarang dah ngerti. Masak aer, nyuci piring, nyapu ngepel, dah gitu giliran mau nyuci pakean eh si dede malah bangun, jadilah nyuapi dia dulu dan bercengkrama bentar ama si makhluk mungilku itu. Dah kenyang perutnya, trus aku nyuci. Biasanya kalo ada nenek, nenek yg jemurin pakeannya, tapi berhubung nenek lagi gak ada, yo wis aku jugalah yg njemur. Capek euuyy........jam dah nunjukin angka stgh 9, langsung aja bilang bos aku telat ke kantor, xixixixi.......

Tapi dari semua itu aku nyadarin banget, secara gak langsung bisa ngelatih aku untuk suatu saat nanti. Secara gak langsung, kehidupan ini dah mulai menempaku agar kelak aku bisa menjadi seorang istri yg baik buat suamiku dan seorang ibu yg bijaksana buat anak2ku. (hmm......lebaynya mulai deh, heheheh).

Gak peduli tuh org laen mau ngomong aku dah kayak ibu2 or apalah, sebab dah terlatih banget momong anak ama beberes rumah, abis mo diapain lagi. Kalo emang dah gitu kenyataannya. Hayo para cewek, nyadar dikit ah, kita kelak kan bakal jadi seorang ibu rumah tangga, gak ada salahnya toh mempersiapkan hal itu dari sekarang? Itung2 latihan gratis, xixixixi.......mumpung blom ada yg ngelarang2 buat eksperimen ini dan itu, mumpung blom ada yg ngerasa gak enak ama kita kalo masakan kita kurang enak, yahh... dibiasain dari sekarang aja dah, toh suatu saat nanti pasti bakalan berguna kok buat kita. Ok ;-)

4 Oktober 2010

Nyawa "Serep"


Sadarkah kita bahwa selama ini kita hidup di “negeri seolah-olah”? Tragedi tabrakan kereta Argo Anggrek dan Senja Utama beberapa hari lalu seharusnya membuat kita sadar bahwa negeri seolah-olah itu bahkan sudah cukup lama membawa kita menjadi warga negara yang mempunyai semangat “berani mati”.

Kita sering merasa bahwa kita mempunyai kehidupan atau nyawa ‘serep’, mengingat kecelakaan di Stasiun Petarukan, Pemalang adalah tragedi yang menjurus kepada satu hal: seolah tidak diperlukannya lagi standardisasi karena kita sudah terlanjur sering bercengkerama dengan ancaman kematian. Standardisasi yang meliputi kelayakan operasional bagi kereta api dan SDM nya, lintasan rel, dan penumpangnya, tampaknya hanya sebuah teori belaka, sementara kita sudah terlanjur percaya pada improvisasi. Bahwa kereta tua itu mustinya sudah di’pensiun’kan karena sudah tidak layak pakai, tak perlu hal itu menjadi beban pikiran kita. Bahwa masinis beserta kawan-kawannya musti berpengalaman berhubung yang dibawanya adalah sekumpulan manusia dan bukan sekawanan ikan teri, tak perlu hal itu menjadi beban pikiran kita. Bahwa lintasan rel kereta api haruslah benar-benar mulus dan memiliki standard kelayakan yang benar berhubung yang akan melaluinya adalah sebuah kereta api yang panjang dan memiliki kapasitas berat yang tak sedikit jumlahnya, dan bukan sebuah gerobak sayur, tak perlu hal itu menjadi beban pikiran kita. Bahwa para penumpang haruslah bekerja sama secara baik dan benar satu sama lain untuk tetap menjaga kemanan dan kenyamanan kereta karena khawatir sedikit saja ada yang rusak dari kereta tersebut dapat mengacaukan sistem perjalanan kereta yang ada. Semua hal itu, tak perlulah menjadi sebuah beban pikiran kita, karena apa? Karena semua yang terlibat adalah manusia yang seolah-olah memiliki nyawa ‘serep’!!!

Dari kesemuanya itu, tampaknya bisa menjadi sebuah kesimpulan bahwa tragedi mengenaskan kecelakaan kereta api yang terjadi berkali-kali seolah menunjukkan pada kita bahwa “teori” tentang lintasan kereta api haruslah diberi pengaman berupa penjagaan - baik oleh alat maupun dari manusianya - tidak perlu menjadi sebuah beban pikiran kita, sebab manusia-manusia yang melewatinya adalah makhluk yang seolah-olah mempunyai nyawa ‘serep’. Buktinya, walau sudah banyak kasus-kasus kecelakaan yang merenggut nyawa penumpang KRL yang tak juga mematuhi aturan-aturan yang berlaku, toh kita tidak juga takut ataupun cemas untuk kembali menaiki kereta tanpa mengindahkan peraturan yang ada.

Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa nyawa itu seolah menjadi barang yang sangat murah, dan kita adalah penjual nyawa yang tanpa segan-segan mengobralnya untuk hal-hal yang sepele. Jadi tak perlu heran kalau kebanyakan fasilitas transportasi kita beraroma kematian, karena kita sudah terbiasa hidup tanpa standardisasi.

foto diambil dari: http://foto.detik.com/readfoto/2010/10/02/102313/1453694/157/1/tabrakan-argo-anggrek-vs-senja-utama

15 September 2010

Bocah Mungil itu Bernama "Muhammad Rizky"


Usiaku beranjak 22 tahun, namun di usiaku saat ini, aku sudah bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ‘ibu’. Hmmm…bagaimana tidak? Dirumah, aku mempunyai sepupu kecil bernama Muhammad Rizky. Usianya sudah memasuki satu tahun tepat pada tanggal 14 September 2010 kemarin. Sosoknya yang lucu dan imut membuatku selalu gemas dibuatnya. Aku membiasakan dirinya memanggilku dengan sebutan ‘Bunda’. Mengapa?


Ya, Kiki, biasa ia disebut, memiliki empat orang kakak. Kakak pertamanya sudah SMA. Kedua kakaknya masih duduk dibangku SD, sedangkan kakaknya yang satu masih berusia pra sekolah. Setiap pagi ibunya selalu repot mengurusi kedua kakaknya yang hendak berangkat sekolah. Maka dari itu, Kiki selalu bersamaku setiap pagi sebelum aku berangkat ke kantor.

Ketika ia bangun dari tidurnya, keseringan ia langsung bersamaku, disamping aku juga mengerjakan pekerjaanku yang lain. Ia kusuapi, kumandikan, lalu setelah itu kutidurkan kembali. Baru setelah itu aku mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

Entah mengapa akhir-akhir ini Kiki begitu lengket denganku. Saking dekatnya denganku, bila kakak-kakaknya tengah bermanja-manja denganku, spontan ia segera menangis sambil merangkak kearahku. Bahkan herannya, bila ia tengah bersamaku, ia tak mau pindah pada siapapun termasuk ke pangkuan ibunya. Aneh. Ya memang aneh, tapi aku juga tak tahu mengapa. Ketika ia tengah diam sambil bermain, lalu tiba-tiba ia melihatku melintas dihadapnya maka ia pun segera tertawa sambil meninggalkan mainannya dan langsung merangkak kearahku.

Saking dekatnya aku dengannya, sampai2 mau sholat pun rasanya sangat sulit jika ia tak bisa lengah dari hadapanku. Jika aku tengah sholat ataupun baca qur'an, ia maunya selalu denganku. Mengacak-acak sajadahku ataupun membolak balikkan lembaran qur'an yang tengah kubaca. Repotnya lagi, kalau aku ingin melanjutkan tulisanku di komputer, pasti ia menghampiriku ke kamar dan menekan-nekan keyboard semaunya, alhasil tulisanku acak-acakkan dan yang ada kumatikan kembali komputernya lalu aku bercengkrama lagi dengannya.

Saking dekatnya aku dengannya juga, bahkan tidurpun maunya bersamaku. Padahal ia belum lepas ASI. Seperti semalam contohnya, jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, sudah waktunya ia untuk tidur, namun ia tetap tidak mau tidur bersama ibunya dan memilih untuk tetap di gendonganku. Lalu setelah itu aku siasati untuk tetap bersamanya kala ia tengah menyusu dengan ibunya sampai ia lengah kemudian aku kembali ke kamarku untuk tidur.

Namun selang beberapa menit aku mendengar tangisnya memecah. Tiba-tiba salah satu kakaknya membawanya kepadaku. Oh God!!! Aku sungguh tak percaya ia lebih memilih tidur denganku ketimbang ibunya. Lalu setelah itu aku pun menggendongnya sambil bershalawat menidurkannya. Namun ia tak mau juga tidur, bahkan sampai tubuhku lelah dan mulai mengantuk. Alhasil, dengan jurus jituku akhirnya ia tidur juga. Setelah kurasa ia sudah lelap, kuletakkan ia disamping ibunya yang sudah tertidur lalu setelah itu kutinggalkan ia dan kembali ke kamar.

Hah!! Suka duka menjadi seorang ibu telah aku rasakan. Bahkan rasa rindu yang teramat sangat kala kujauh darinya begitu menghantam di jiwa. Rasanya ingin segera pulang kerumah untuk bisa melihat senyum manisnya menyambut kedatanganku. Bahkan barusan saja ibuku menelepon hanya untuk mengatakan bahwa Kiki tengah menangis memanggil-manggil namaku (teteh).

Oh Tuhan !!! rasanya aku tak sabar untuk bisa segera mempunyai anak dan menjadi seorang ibu bagi anak-anakku :D

aku dan Rizky saat berusia sekitar 3 bulan

Rizky minta gendong selepas aku pulang kuliah

Rizky baru bangun tidur sementara aku baru pulang dari pasar

lagi ngadem sembari makan biskuit

lagi nonton Ipin & Upin, serius banget yah?
acara favoritnya tuh Ipin & Upin ama Bernard Bear

hihihi....pake kacamata

bundanya mau nyetrika, eh dia malah action depan kamera :D

kalo ini pas lagi idul fitri, si Rizky lagi bobo siang

ups, kalo ini mah aku, lagi numpang narsis :D

2 Agustus 2010

Kebahagiaanku & Kebahagiaanmu = ‘Sama’


“Suatu ketika, ada seorang petani yang tengah mencangkul tanah yang ingin digarapnya. Namun tiba-tiba ia menemukan sebuah guci di dalam tanah yang ia cangkul. Ia pun akhirnya menjual guci tersebut ke salah seorang warga di sekitar rumahnya dengan harga Rp. 5.000,-. Pikirnya, ‘Alhamdulillah, uang lima ribu ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya untuk hari ini.’ Gumamnya sambil bersyukur. Selepas itu, orang yang tadi membeli guci dari petani tadi langsung menjual kembali gucinya ke pasar. Disana ia menjualnya dengan salah seorang pedagang barang antik dan dihargai sebesar Rp. 50.000,-. Ia pun sangat kegirangan akan hal itu. Lalu setelah guci itu berpindah tangan, oleh si pedagang barang antik tadi, dijuallah kembali guci tersebut kepada pelanggannya sebesar Rp. 500.000,-. Guci itu terus berpindah tangan dari satu tangan ke tangan yang lain sampai pada akhirnya guci itu bisa sampai ke luar negeri dan dihargai oleh salah seorang kolektor barang antik dengan harga 500 juta rupiah. Dan usut punya usut, ternyata guci tersebut adalah guci peninggalan Kerajaan Dinasti Ming.”


Wow!! Keren yah? Hehehe… namun yang ingin kita bahas disini bukan masalah gucinya, tapi tentang kebahagiaan para si pemilik guci tadi. Lho kok? Ya, kalau boleh kita samakan, bahwa kebahagiaan antara si petani dan si penerima uang sebesar 500 juta tadi itu adalah sama. Kenapa sama? Ya, karena hakikat kebahagiaan itu bukan terletak pada besarnya uang yang ada atau yang kita miliki, tapi terletak pada porsi dan keberkahan yang bisa kita capai.

Kebahagiaan yang di peroleh oleh si petani yang mendapat uang Rp. 5.000,- tadi bisa mungkin dapat kita samakan dengan kebahagiaan yang di peroleh oleh warga yang mendapat uang Rp. 50.000,- tadi sebab mereka sama-sama bahagia ketika guci itu dapat terjual dan bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sesuai dengan porsi yang mereka butuhkan saat itu.

Jadi intinya, seberapapun besarnya uang yang kita miliki, tidak akan bisa cukup bagi kita jika kita hanya bisa mengeluh dengan rizki yang sudah kita dapati tanpa dibarengi dengan rasa syukur kepada Sang Pemberi rizki tersebut.

Sabar dan syukur, itu kuncinya :)

28 Juli 2010

Hakikat Cantik


Hmm…kata orang, cantik itu adalah mereka yang mempunyai wajah yang menarik, enak dipandang, hidungnya mancung dan juga nggak ngebosenin. Kata orang juga, cantik itu adalah mereka yang tubuhnya langsing, tinggi, semampai, dan juga putih. Hmm..dari semua itu, kok kenapa yang dikatakan cantik musti melulu identik dengan fisik yah? Lebih tepatnya mereka yang memiliki kesempurnaan fisik ketimbang yang lain. Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki fisik yang kurang menarik? Katakanlah hidungnya tidak mancung, tidak tinggi, lalu kulitnya hitam, bahkan gemuk. Apa bisa dikatakan bahwa mereka yang seperti itu adalah orang-orang yang tidak cantik? Eits…belum tentu.



Nah, disini nih perlunya kita memahami akan hakikat ’Cantik’ yang sebenarnya. Semua hal yang telah disebutkan diatas tadi memang makna cantik yang dilihat dari sudut pandang fisik. Namun sebenarnya, yang dikatakan cantik tidak cukup dengan menyebutkan kelebihan-kelebihan fisik yang para wanita miliki. Ada dua faktor lagi yang dapat mempengaruhi kecantikan seseorang. Yaitu ‘Akal’ dan ‘Akhlak’.

Mari kita coba bahas lebih lanjut.

1. Akhlak

Salah satu faktor penting dimana seseorang bisa dikatakan cantik adalah karena pengaruh akhlak dalam dirinya. Coba kita lihat seorang wanita yang parasnya menarik tapi tidak sopan dan santun kepada orang yang lebih tua, pasti kita pun akan jengkel melihatnya. Atau ada seorang wanita yang wajahnya ayu nan menawan tetapi ketika berbicara suaranya sangat keras dan seolah tak mempunyai tata krama, sudah bisa dipastikan orang yang mendengarnya akan merasa terganggu karenanya. Dan Faktor yang satu ini adalah faktor utama dalam menjaga kecantikan.

2. Akal

Faktor kedua adalah akal. Jika kecantikan diidentikan dengan akal, maka yang terlahir adalah ’Smart’, cerdas. Seorang wanita yang smart, pasti akan menyikapi segala hal yang berkaitan dengannya dengan sikap yang arif dan bijaksana. Smart disini tak hanya mencakup tentang kecerdasan saja, melainkan bagaimana seorang wanita yang cantik bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan cara yang baik dan benar.

3. Fisik

Jujur, hal ini pun juga tak kalah pentingnya dari dua faktor sebelumnya. Namun jangan sekali-kali mengidentikan kecantikan dengan kesempurnaan fisik semata. Fisik memang penting dan harus dijaga keindahannya sebab itu adalah salah satu anugerah Tuhan untuk para wanita, namun jangan sampai hal itu menjadi barometer untuk mengukur kecantikan seseorang. Jadi harus seimbang antara kecantikan akhlak, akal, dan fisik.

Dari ketiga elemen diatas, jika ketiganya sudah dipadu padankan dalam diri dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka itulah hakikat cantik yang sesungguhnya. Dan jika semua aspek telah dijalankan dengan benar maka akan membuat sebuah kesimpulan bahwa wanita yang cantik pasti akan membuat orang yang ada di sekitarnya merasa nyaman jika berada di dekatnya.

Ok, selamat menjadi wanita cantik :)

NB : tips untuk mengetahui seberapa cantikkah diri kita, bisa langsung ditanyakan pada orang terdekat kita, ’seberapa nyaman jika mereka berada di dekat kita’

21 Juli 2010

Salah Satu Kekayaan Indonesia : Pulau Tidung


Rasa penat dan lelah, rasanya takkan pernah lepas dari kehidupan yang telah dijalani ini. Ingin rasanya bercengkrama bersama dengan orang-orang yang tersayang untuk berlibur ke suatu tempat yang dapat membuat diri menjadi lebih refresh. Salah satu kekayaan Indonesia, yaitu Pulau Tidung. Pulaunya kecil memanjang dari ujung timur ke ujung barat, pulaunya sepi dan tenang, ada dermaganya, pantainya hijau, ada sekolah, puskesmas dll. Pulau Tidung sendiri didiami lebih dari 6000 penduduk. (itupun kata Lathiful Amri, sebab saya belum pernah kesana). Pernah suatu ketika bilang ke temen kalo saya punya impian pergi kesana, kapan ya?? Nah, tiba-tiba kemaren temen ngajakin kesana bersama temen2nya.


wah, saya jadi kepikiran nih. Katanya biaya yang dikeluarkan cukup murah. hanya dengan mengeluarkan kocek Rp. 300.000,-, bisa menikmati keelokan Pulau Tidung yang indahnya tiada terkira. Hmm....gimana yah? Liat sikond (situasi kondisi) dulu deh, toh ngajakinnya sekitar bulan Oktober. OK, sebelum jalan2 kesana, ada gambar2 Pulau Tidung yang saya search di internet dan saya coba share disini.









Nah, kemaren temen juga sempet ngasih rincian harganya kalo mau pergi kesana.

PAKET WISATA KE PULAU TIDUNG UNTUK 10 ORANG

PAKET I (Rp. 250.000/orang)
Fasilitas:
- Makan 4 kali.
- Penginapan ( 2 Home stay atau satu rumah besar/tentatif)
- Transportasi Muara Angke-Pulau Tidung PP.
- Sepeda.
- Guide

Paket II (Rp. 300.000/orang)
Fasilitas:
- Makan 4 kali.
- Penginapan (2 home stay atau satu rumah besar/tentatif)
- Transportasi Muara Angke-Pulau Tidung.
- Perlengkapan snorkeling: masker, pins, snorkel + life jacket.
- Snorkeling (tanpa kapal kecil)
- Sepeda.
- Guide.

PAKET III (Rp. 350.000/orang)
Fasilitas:
- Makan 4 kali.
- Penginapan (2 home stay atau satu rumah besar/tentatif)
- Transportasi Muara Angke-Pulau Tidung.
- Perlengkapan snorkeling: masker, pins, snorkel + life jacket.
- Snorkeling
- Sepeda
- Tradisional boat (kapal kecil) untuk snorkeling.
- Guide.

Untuk Keterangan lebih jelas Anda bisa menghubungi kami langsung di:
021-77840719 atau 0812 8043941

Prosedur Pemesanan Tempat:
1. Transfer booking fe sebesar 20% dari total harga paket ke rek. Bank Mandiri Cab. Kramat Raya no. rek. 123 000 216 7288 an. Ridwan
atau ke BCA KCP Depok Asri, no. rek. 7650294402 an. Ridwan.
2. Konfirmasi melalui email atau sms ke 08128 0439 41 dengan menyebutkan nama , jumlah transfer, jumlah peserta, tanggal keberangkatan dan harga paket yg diambil.
3. Satu hari sebelum hari H, orang kami akan menghubungi Anda, atau Anda bias menghubungi kami untuk proses keberangkatan.
4.Sisa pembayaran dibayar sesampainya Anda di Pulau Tidung.

Nah, kalo yang ini buat kalian yang gak mau ikutan paket. Ada Info dan Saran. Ini Jangan Dilewatkan :

- Kapal dari Muara angke ke pulau tidung hanya 1 kali itupun pagi sekali jam 7,
jadi harus berangkat extra pagi juga.
- Bawalah obat anti mabok dll, karena naek kapal ke pulau Tidung 3 jam.
- Bawalah kartu UNO dan kartu- kartu lain untuk mengusir mati gaya selama 3 jam
di kapal.

- Contact Person :
* Pemilik Penginapan (Pak Haji Abdul Hamid/alias aji Mid) : 085888742129
* Pak Wardi, yang menyediakan makan, alat snorkeling, penyewaan kapal, sepeda,
perlengkapan barbeque, beli ikan, pokoknya apa saja bisa minta tolong ke pak
Wardi dengan nomor telp : 085693565464
- Laporan Biaya (per orang) :
* Taxi Kuningan - Muara Angke : Rp. 20.000
* Kapal Muara Angke - Tidung PP : Rp. 33.000
* Penginapan (300rb / 8 orang) : Rp. 37.500
* Sewa sepeda (dihitung 1 hari) : Rp. 15.000
* 4 kali makan (@15rb) : Rp. 60.000
* 3 Kg ikan + perlengkapan barbeque : Rp. 12.500/orang, total Rp. 100.000
* Sewa kapal untuk snorkeling (untuk 2 grup): Rp. 31.250/orang, total Rp. 250.000
* Alat snorkeling : Rp. 20.000
* Kapal dari P. Pramuka - Muara Angke : Rp. 30.000
* Angkot dan taxi Muara Angke- Kuningan : Rp. 22.000
**TOTAL = Rp. 281.250
* tanpa taxi : Rp. 250.000 (pembulatan).
- Jangan naik taxi dari muara angke, karena tidak pakai argo,jadi naik angkot
dulu saja menuju tempat yang ada taxi umum seperti Pluit atau Grogol.

*ps, saat ini sudah ada kapal cepat dari pelabuhan marina seharga 30rb. Pulang dari pulau tidung sendiri ada kapal yang agak siang ( jam 11-an ) tapi hanya sabtu-minggu saja. Untuk mencari alternatif penginapan lain, bisa menghubungi pak Wardi 085693565464. (Lathiful Amri)

OK, met menikmati liburan yah? semoga menyenangkan.... :)

30 Juni 2010

Pengalaman di suatu sore

Sore hari, ketika dikantor lagi gak banyak kerjaan, iseng-iseng coba buka facebook. Gak banyak sih yang bisa dilakuin disana. Palingan koment status temen-temen dah gitu online-in chat deh (biasanya jarang online). Kebetulan lagi gak banyak kerjaan, jadi di on ajah. Biasanya juga sih lebih suka manage blog daripada buka facebook. Tapi gak tau kenapa, lagi pengen buka facebook trus cari temen yang bisa diajak chat deh. Abisan friendlist di YM lagi gak ada yang bisa diajak ngobrol. Ya udah, cari temen yg bisa diajak ngobrol di chat facebook.

Yups!! Ada satu orang yang kukenal. Dia dosenku, namanya Pak Apri. Kebetulan beliau juga lagi online, coba chat ah ama beliau. Alhamdulillah ditanggepin. Udah gitu kita ngobrol deh ngalor ngidul. Dari soal facebook, organisasi, LSM, sampe tiba-tiba beliau ngasih saya sebuah link. Nih dia link nya http://priandoyo.wordpress.com. Setelah ngasih link itu, beliau izin mau shalat Zuhur dulu. Yo wis, saya pun memilih untuk mengklik link yang tadi udah dikasih ama Pak Apri.

Saya liat-liat isinya, hmmm...ternyata bagus juga. Isinya sih hanya catatan-catatan kecil seorang suami dari seorang istri dan ayah dari anaknya. Blum sempet baca semua sih, udah gitu ada satu gambar yang menarik perhatian saya. Seorang perempuan. Ketika kursor saya tujukan kearahnya, eh muncul link nya. Ya udah, tanpa pikir panjang saya klik aja link nya. Nih alamat link nya http://nungqee.wordpress.com.

Dibawalah kedua mata saya ke sebuah blog dari salah seorang ibu muda bernama Nunung Nurul Qomariyah. Blog itu benar-benar membuat saya terpana. Bukan apa-apa, jumlah komentar di setiap postingan artikelnya banyak bener euy. (hehehe jadi ngiri juga sih, kok bisa yahh??) udah gitu saya liat-liat aja apa isinya. Postingannya cukup membuat saya mengacungkan kedua jempol untuknya.

Ya, bagaimana tidak? Dari setiap celoteh-celotehnya saya menangkap sebuah kesederhanaan disana. Udah gitu bahasa yang dipakai juga gak tinggi-tinggi amat (ya maksudnya familiar dah pokoknya). Artikel yang diposting adalah pengalaman keseharian ibu muda itu. Dari pengalaman berkeluarga bersama suaminya sampai berceloteh tentang anaknya yang bernama Azkia.

Hah…setelah sekian menit saya membaca dan berselancar di blognya, eh tiba-tiba saya tertarik nih sama postingan Mbak Nurul yang ini. Gak tau kenapa ya, tulisan ini bisa jadi sebuah pembelajaran dan pengetahuan buat saya pribadi jikalau suatu hari nanti diberi kesempatan ama Allah untuk menjalankan tugas sebagai seorang istri dan ibu.

Udah gitu di blognya juga ada foto anaknya yang bernama Azkia, wah makin ngebayang yang macem-macem (huss....jangan mikir yang macem-macem yah? Maksudnya saya jadi kepikiran gimana kalo suatu hari punya anak semanis Azkia :)). Melihat Mbak Nurul menuliskan hal-hal yang berbau keluarga kok ya perasaan jadi berdesir gitu. Saya langsung bertekad dalam hati, “Pokoknya harus mempersiapkan hal ini dari sekarang”.

Hah....emang yah kalo ngayal gak akan selesai-selesai. Waduh, bener-bener deh, Mbak Nurul dan suaminya ini bener-bener kompak. (indah nemen rek...rek... :D). Ah, tau deh mau nulis apa lagi. Intinya, salut deh sama keluarga muda ini yang bisa kompak. Kompak dari segi pendidikan pun keluarga.

Sore ini bener-bener menjadi sebuah pembelajaran buatku, untuk suatu saat nanti.

by nurlailazahra

28 Juni 2010

Tips Aman Bermain Jejaring Sosial


Saat ini, sudah banyak kita mengenal macam-macam jenis jejaring sosial (social network) di internet, dimana dengan adanya fasilitas tersebut, seseorang bisa dengan mudah berhubungan dengan orang lain, baik kerabat, teman, keluarga, atau orang yang belum dikenal sekalipun. Dengan kecanggihan teknologi yang semakin lama semakin berkembang, anak SD pun sudah mengerti bagaimana caranya agar bisa mempunyai akun di salah satu jenis jejaring sosial tersebut.

Tak perlu berpanjang lebar, katakanlah Facebook, friendster, twitter, flixster, hi5, pencerahanhati, dan masih banyak lagi nama-nama jejaring sosial yang mungkin saat ini sudah kita kenali jenisnya dan marak digandrungi oleh masyarakat di seluruh belahan dunia manapun. Yang mungkin saat ini tengah populer dan banyak diakses dari kalangan anak-anak sampai orang tua adalah Facebook. Sebab untuk saat ini, Facebook begitu user friendly bagi para penggunanya. Dilengkapi dengan berbagai bahasa, sehingga Facebook dapat diakses dimana dan oleh siapapun.

Seiring dengan berkembangnya kecanggihan teknologi, dimana segala sesuatunya pasti ada baik dan buruknya, ada sisi positif, sudah pasti tentu ada sisi negatifnya. Begitu juga dengan jejaring sosial pada umumnya. Mungkin belakangan terakhir ini, sering kita dengar berita-berita yang kurang mengenakkan terkait jejaring sosial ini (Facebook) di berbagai postingan di berbagai blog. Beberapa sumber mengatakan bahwa ada seorang gadis yang katanya telah diculik oleh salah satu teman Facebook nya yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Maka itu disini, saya akan coba berbagi sedikit tentang manfaat bermain jejaring sosial. Mungkin bisa kita rasakan banyak sekali manfaat dari mempunyai akun di salah satu jejaring sosial tersebut. Kita bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman, bisa menambah banyak teman yang sebelumnya tidak pernah kita kenal, atau mungkin bisa mempertemukan kembali hubungan persahabatan yang telah lama terpisah, akhirnya bisa berjumpa dan berkomunikasi kembali melalui jejaring sosial ini. Jika ingin diulas secara keseluruhan, pastinya semua hal itu tidak dapat kita bahas dalam waktu dan tempat yang terbatas ini. Yang pasti, segala manfaat yang timbul akibat adanya jejaring sosial ini akan membuat kita merasa untung dan dapat memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Dibawah ini ada sedikit tips berinternet sehat dan aman bermain jejaring sosial / social network :

1. Pastikan tujuan kita mempunyai akun di salah satu jejaring sosial
Ribuan, bahkan jutaan orang bisa dipastikan telah mempunyai akun, katakanlah di jejaring sosial Facebook. Dari jutaan orang itu, yang mungkin salah satunya adalah kita, pasti mempunyai maksud dan tujuan sendiri mengapa ingin mempunyai akun disana. Nah, untuk itu sebelum kita mempunyai sebuah akun, alangkah baiknya kita pastikan dulu apa tujuan kita membuka akun disana. Apakah hanya untuk mencari teman yang sudah lama tidak bertemu, mencari kenalan baru, atau mempunyai maksud-maksud tersembunyi diluar itu?

2. Liat info orang yang menambahkan kita sebagai temannya
Hal ini pun juga merupakan hal penting dalam aktivitas kita bercengkerama di Facebook. Seringkali ada orang yang menambahkan kita sebagai teman di akun Facebook nya, ”mungkin” hanya karena dia tertarik melihat foto profil yang kita pasang di akun kita. Atau sekedar iseng atau hanya ingin memperbanyak perbendaharaan temannya di Facebook. Segala kemungkinan bisa saja terjadi, dan kita, tidak ada salahnya mempersiapkan segala kemungkinan toh! Untuk itu kita musti tahu dulu info tentang mereka. Lalu jika kita memutuskan untuk meng’approve’ nya, dan misal terjadi komunikasi yang berlanjut, usahakan untuk jangan terlalu terbuka dan percaya. Dalam hal ini, kita harus menggunakan praduga ”tidak semua orang baik”. Bukan bermaksud untuk berburuk sangka, tetapi lebih kepada sikap waspada.

3. Berkomunikasi serta besikaplah yang wajar dan sekedarnya
Mungkin pernah kita dengar berita seorang siswa SMA dikeluarkan dari sekolahnya karena telah menghujat salah satu guru yang tidak disenanginya di status Facebooknya. Guru yang merasa dihina itu tidak terima dan akhirnya membawa kasus itu ke pihak yang berwajib. Hal-hal semacam itu sudah sering kita dengar. Maka itu, alangkah baiknya jika kita bisa bersikap sopan, wajar, dan sekedarnya jika sedang berkomunikasi di Facebook.

Bahkan di sebuah situs blog yang pernah saya baca, bahwa banyak pelamar kerja ditolak lantaran Facebook. Kok bisa? Ya, perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek isi Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Ternyata banyak dari mereka yang menguak hal-hal ”kotor” di akun Facebook mereka. Sebuah kutipan yang menarik perhatian saya adalah ”Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang. (detik/untukku.com)”

4. Jangan biasakan mengakses jejaring sosial setiap waktu
Banyaknya para pekerja, karyawan, atau pegawai kantoran yang mengakses situs jejaring sosial pada jam-jam kerja, membuat banyak perusahaan memilih untuk memblokir alamat-alamat situs jejaring sosial itu. Kenapa? Ya karena dengan terlalu seringnya para user mengakses situs tersebut, maka kinerja para pekerja tidak akan produktif, hasilnya pekerjaan akan menjadi terbengkalai dan tidak selesai tepat pada waktunya. Begitu juga dengan mereka yang sering mengakses situs jejaring sosial via web seluler atau ponsel. Itu akan membuat seseorang terus bergantung atau mungkin kecanduan dengan Facebook.

5. Usahakan untuk mengurangi penguploadan foto-foto pribadi
Terkait dengan foto-foto yang sering kali kita upload di album foto virtual milik Facebook, bisa jadi ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tiba-tiba mengambil foto kita untuk selanjutnya dipergunakan untuk hal-hal yang tidak kita inginkan (red – pencemaran nama baik). Hal itu pun juga musti kita waspadai. Untuk itu pikir-pikirlah dulu jika ingin menaruh foto-foto kita di Facebook.

6. Remove orang-orang yang sekiranya patut kita waspadai
Jika ada teman Facebook kita yang gelagatnya sudah membuat kita tidak nyaman dalam berkomunikasi di Facebook sehingga membuat kita merasa risih, maka jangan segan-segan untuk meremovenya. Atau jika ada teman yang selalu memaksa kita untuk bertemu, atau kita sudah merasa tidak nyaman dengan kata-kata yang ditulisnya, lebih baik kita remove saja. Toh kehilangan satu teman seperti itu tidak akan membuat kita rugi.

Oke, mungkin segitu aja yang bisa kita bahas. Moga bisa diterima dan mudah dipahami. Sungguh segala sesuatunya itu kembali lagi ke pribadi kita masing-masing.

salam blogger sehat !!

25 Mei 2010

Google Documents, Virtual Storage Device yang user friendly

Sama dengan fasilitas-fasilitas lainnya, kali ini google kembali memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk menyimpan berbagai naskah / file. Disini google memperkenalkan salah satu fasilitasnya yaitu “Google Documents” (http://docs.google.com)

Berikut adalah tampilan awal Google Documents:



Masukan alamat email dan password yang Anda punya didalam tanda kotak berwarna merah lalu enter / klik tombol “masuk”. Maka Anda akan dibawa ke sebuah halaman awal seperti ini:



Akun diatas masih kosong dan belum berisi file apapun, sebab memang belum diisi apapun di dalamnya. Anda bisa mengklik tombol ”Buat baru” yang sudah ditandai dalam kotak merah. Dan tampilannya akan seperti ini:



Anda bisa memilih salah satu pilihan yang ada.
1) Documents
Jika Anda klik ”Documents”, maka Anda akan dibawa ke sebuah halaman seperti ini:



Jika Anda sudah menuliskan apa yang Anda inginkan, klik tulisan yang ada disamping tulisan ”Google Documents” untuk mengganti nama file Anda.



Ketik nama file yang Anda inginkan setelah itu klik OK. Kemudian klik icon save. Setelah itu Anda bisa mengklik tulisan ”Google Documents” yang ada di sisi kiri atas. Maka tulisan Anda sudah tersimpan disana.

Untuk pilihan presentasi, spreedsheet, dan yang lainnya, itu sistematika kerjanya hampir sama saja dengan MS. Office. Presentasi bisa diibaratkan sebagai virtual power point dan spreedsheet bisa diibaratkan sebagai virtual excel. Anda pun bisa membagi pakaikan file yang Anda buat di Google Documents ini kepada siapapun dengan fasilitas tombol ”Bagi-pakai” yang ada di sisi kanan atas. Lalu pilih ”Publikasikan sebagai laman web”





Ada dua cara untuk mempublikasikan tulisan Anda. Pertama Anda klik tulisan ”Publikasikan dokumen” yang ada pada kotak merah diatas. Maka setelah itu, Anda akan diberikan alamat link seperti dibawah ini:



Kemudian Anda bisa share ke teman-temen atau orang-orang terdekat Anda dengan memberikan link itu pada mereka. Sedang cara yang kedua adalah dengan mengklik tombol ”kirim ke blog” setelah itu ikuti langkah-langkah selanjutnya di box ”Pengaturan Situs Blog”. Setelah itu klik OK



Mudah bukan? Oke, selamat mencoba ya.........

NZ

21 April 2010

HOAX


“Sebuah virus baru, baru saja ditemukan dan diklarifikasikan oleh Microsoft (www.microsoft.com) dan McAfee (www.mcafee.com) sebagai virus paling merusak yang pernah ada. “Jika ada email dengan subyek ‘A Virtual Card for You’, jangan coba-coba dibuka. Karena begitu email ini dibuka, maka virus akan segera bekerja, akibatnya komputermu akan berhenti beroperasi. Dan saat kamu menyalakan kembali, virus ini akan menghapus sektor 0 harddisk, yang akan menghilangkan semua data dan merusak harddiskmu secara permanent.” Kejadian ini, dalam beberapa jam saja membuat panik para pengguna komputer di New York, sebagaimana berita yang ditulis oleh CNN (www.cnn.com)


Apa reaksi Anda ketika mendapat email tersebut? Mungkin rada kaget dan panik. Biasanya setelah itu kita akan memforward email tersebut ke milis-milis dan teman yang kita kenal.

Sebenarnya email di atas masuk dalam salah satu kategori hoax. Apa sih hoax itu? Hoax adalah berita bohong atau palsu, yang biasanya disebabkan secara berantai melalui email. Biasanya hoax ini berupa berita yang controversial, meyakinkan dan sangat sugestif. Hal ini yang sering membuat orang segera memforward email tersebut kemana-mana.

Tujuan Hoax

Apa sih tujuannya orang membuat hoax? Ada beberapa alasan, diantaranya adalah:
1. Iseng saja untuk kepuasan pribadi. Dia ingin melihat seberapa besar kemampuan dia untuk membuat berita yang bisa membuat heboh. Semakin ramai berita tersebut berkembang semakin senanglah dia.
2. Untuk mengerjai/mengganggu seseorang. Biasanya di email tersebut kita diminta untuk mengirimkan email ke alamat korban. Sehingga si korban akan kebanjiran email.
3. Untuk mendapatkan uang melalui modal piramida surat berantai.
4. Merusak reputasi seseorang atau organisasi melalui berita bohong atau fitnah.

Ciri-Ciri Hoax

Agar tujuannya tercapai, pembuat hoax akan berusaha untuk membuat email yang sangat meyakinkan agar kita tertarik untuk segera memforward email tersebut ke orang yang kita kenal. Jadi kalau menerima email seperti itu, kita perlu mencurigai apakah email tersebut adalah hoax atau bukan.

Berikut ini beberapa contoh tipikal sebuah hoax:
1. Berupa ancaman, seperti informasi tentang adanya bom di suatu tempat. Adanya virus berbahaya, adanya ancaman zat berbahaya dalam makanan, dll.
2. Janji-janji hadiah. Salah satu kasus yang paling terkenal adalah pemberian handphone gratis dari manager Ericsson, dengan syarat memforward email promosi dia ke 10 orang dan si manager tersebut.
3. Kontroversial. Saya pernah mendapat email tentang ditemukannya kerangka Kaum Ad, begitu meyakinkannya dengan ilustrasi berupa foto kerangka tersebut. Ternyata setelah di cek, foto tersebut adalah salah satu foto pemenang lomba manipulasi gambar. Contoh lain hoax adalah tentang adanya meteor yang akan menabrak bumi pada tahun 2019.
4. Menarik simpati, yaitu dengan email berupa penderitaan seseorang untuk mengharap belas kasihan dari kita.

Mereka seringkali berusaha memperdaya dengan menggunakan istilah teknis dan kadang memakai nama institusi tertentu untuk meyakinkan penerima email tersebut. Seperti pada contoh diatas, si pembuat berusaha meyakinkan dengan mengatakan berita tersebut diperoleh dari CNN dan virus tersebut dianggap berbahaya oleh Microsoft dan McAfee.

Bila Menerima Hoax

Bagaimana kita tahu bahwa email yang kita terima itu termasuk hoax atau bukan? Memang agak sulit, karena biasanya sangat meyakinkan dan seolah-olah benar. Untuk itu, pertama kita perlu mengeceknya di search engine, apakah berita tersebut pernah terdokumentasi sebagai hoax atau bukan. Selain itu, sebuah hoax biasanya tidak menyebutkan sumber informasinya secara detail. Pada contoh diatas, kalau kita cek di CNN.com, sebenarnya berita itu tidak pernah ada. Kita juga bisa mencek di situs-situs yang memiliki daftar hoax yang beredar di internet. Salah satunya di http://hoaxbusters.ciac.org/HBOtherHoaxPages.html
Ups, ternyata halaman yang ada di atas itu dah gak bisa dibuka, coba yang ini aja ya http://www.kursiterbalik.com/2010/02/7-kebohongan-terbesar-berita-di.html

(Sumber : Rubrik Internid Majalah Annida Edisi No 02/XIII September 2004)

16 April 2010

Andai Waktu dapat Ku pinjam


Begini tuturku.....
Terkadang aku merasa lelah dengan semua aktivitas yang saat ini kujalani. Jujur, lelah yang kukatan disini bukan berarti aku ingin mengeluh, tapi karena memang aku benar-benar lelah. Wajar saja, karena memang ’lelah’ adalah sebuah kata sifat.




Bagi yang membaca tulisan ini, mungkin bisa sedikit membayangkan apa yang ingin aku ceritakan saat ini. Pagi hari, aku harus bangun tidur sama seperti kalian semua. Melakukan kegiatan yang memang wajar dilakukan orang yang baru bangun tidur. Setiap hari, selalu saja ada cucian kotor yang menumpuk minta dicuci olehku. Jadilah hampir setiap hari sebelum berangkat kerja, aku selalu menyempatkan diri untuk mencuci pakaian. Hanya sebatas mencuci dan membilas, sedangkan yang menjemurnya adalah nenekku. Sebab jika aku juga yang menjemur, maka kemungkinan besar aku akan telat pergi ke kantor.

Biasanya selepas mencuci, aku merasa sangat lelah. Maklum saja, dirumahku belum ada yang namanya mesin cuci. Maka itu, selepas mencuci biasanya aku selalu merebahkan tubuhku dikasur. Rehat sejenak kalau bahasa kerennya. Jika dirasa sudah cukup untuk beristirahat, aku pun memutuskan untuk mandi dan bersiap ke kantor.



Di kantor, aku sudah dibayang-bayangi oleh pekerjaan yang menumpuk. Huft...... tapi inilah tugasku. Kuusahakan untuk menyelesaikan semuanya dengan baik. Jika sore sudah menjelang, aku kembali bersiap-siap untuk berangkat mengajar. Aktivitas mengajarku memang hanya tiga kali dalam sepekan, tapi justru hal tersebut yang membuatku teramat lelah dalam menjalani hari-hari untuk saat ini.



Setelah kegiatan belajar mengajar selesai, aku harus kembali diburu oleh waktu sebab aktivitas kuliah sudah menungguku. Dari tempat mengajar, dengan jalan yang diburu-buru, aku harus kembali melangkahkan kakiku ini untuk mencari angkot yang bisa membawaku ke kampus di bilangan Margonda, Depok.

Dari kantor, untuk bisa sampai ke tempat mengajar, aku harus berjalan kaki dulu untuk bisa naik angkot berwarna biru muda dan turun di sebuah tempat yang lebih dikenal dengan nama ’kolong’. Setelah itu kusambung lagi dengan angkot apa saja yang bisa membawaku ke Pasar Minggu. Untung saja tempat mengajarku tidak terlalu jauh dari tempat turunnya aku dari angkot.

Karena aku mengajar di dua tempat, maka perjalanannya pun berbeda. Jika yang tadi naik angkot sampai dua kali, yang ini tidak. Aku hanya naik angkot sekali dari kantor, namun setelah turun dari angkot, aku harus berjalan kaki lagi sekitar setengah kilometer untuk bisa sampai ke tempat mengajar.



Setelah selesai mengajar, seperti yang tadi aku katakan, dengan terus diburu oleh waktu, aku terus melangkah dan melangkah, kembali berjalan untuk menemukan angkot yang bisa membawaku ke kampus.

Terkadang, di sela-sela waktu senggangku kala menjalani berbagai macam aktivitas itu, sering kutermenung sendiri. Melamun memikirkan tentang kehidupanku. Ya, memang semua kelelahan ini adalah akibat atau konsekuensi dari jalan hidup yang telah kupilih sejak beberapa waktu belakangan ini.

Tak jarang ketika aku mengajar, disaat anak muridku tengah mengerjakan tugas dariku, ku kembali berpikir. ”Ya Allah, hari ini aku begitu lelah...” Apalagi jika muridku itu sering tidak serius dalam belajar, rasanya ingin saja aku marah padanya, mungkin karena rasa lelah yang teramat sangat kurasa, membuatku jadi ingin marah. Ditambah lagi waktuku yang memang bukan disana saja kuhabiskan, namun setelah itu aku juga harus kuliah lagi. Namun aku selalu berusaha untuk menjaga diri dari amarah itu. Walau terkadang akupun pernah marah. Karena memang aku hanya manusia biasa.



Batinku, ”andai waktu bisa kubeli, minimal kupinjam saja pada orang-orang yang banyak membuang-buang waktunya entah untuk apa, pasti telah lama kupinjam saja waktu itu. Malah kalau boleh aku meminta pada Allah, aku ingin sekali minta ditambahkan beberapa jam saja dari waktu yang ada, agar bisa kugunakan untuk istirahat penuh. Tapi kenyataannya, Allah telah memberikan waktu yang sama pada semua hamba-Nya, yaitu sehari semalam 24 jam. Jatah atau porsi dari masing-masing hamba-Nya pun telah ditetapkan oleh-Nya.”

Aku hanya bisa menjalani semuanya dengan sabar dan ikhlas, sebab ini pun adalah konsekuensi dari jalan hidup yang telah kupilih. Jika tak ingin lelah, maka tak perlu bekerja. Jika tak ingin lelah, maka tak usah mengajar. Jika tak ingin lelah, maka tak usah kuliah. Dan jika memang masih tidak ingin lelah, maka sekalian saja tidak perlu hidup. Sebab jika ingin mendapatkan sesuatu, maka harus ada yang kita korbankan. Dan mungkin untuk saat ini, aku harus banyak mengorbankan apa yang kupunya. Dari segi waktu, materi, pikiran, dan juga tenaga. Sehingga ketika dalam sehari aku telah menyelesaikan semua aktivitasku dan saatnya kembali kerumah, maka sejenak kurebahkan tubuhku dikasur sembari merenung dan menundukkan hati. Dengan maksud agar aku bisa lebih bersyukur atas keadaanku saat ini. Insya Allah.

Malam hari sepulang kuliah, aku kembali beristirahat jika memang tak ada tugas kampus yang memaksa untuk kuselesaikan. Kembali merajut mimpi dan harapan untuk masa depan. Kembali membingkai asa dan cita, kembali mengumpulkan energi dan semangat yang telah seharian penuh kuhabiskan diluar sana. Perlahan kututup kedua mataku sembari mengucap doa sebelum tidur, sambil berharap bahwa hari esok pasti bisa lebih baik lagi dari hari ini. Amiin





Rabb, kalbulkanlah........


nurlailazahra