27 Juli 2015

Sudah Benarkah Kita Menjalankan Perintah-Nya Dan Menjauhi Larangan-Nya?

Hampir semua dari kita mengaku muslim, mengaku-ngaku menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya, namun nyatanya hanya sholat dan puasa wajib saja yang kita lakukan, itu pun kalau ingat. "Yang penting agama saya Islam, dan saya seorang muslim..." demikian hati kita bergumam.
Memang ada sebuah hadits yang mengatakan demikian, Dari Abu Dzar, dia telah  berkata bahwa sesungguhnya Nabi saw telah bersabda, "Telah datang kepadaku malaikat Jibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapa yang meninggal di antara umatmu dalam keadaan tanpa mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupun dia berbuat zina dan mencuri." Nabi saw mengulangi sampai dua kali.
Hadits tersebut memang menyampaikan bahwa setiap muslim pasti akan merasakan surga nantinya. Tapi bukan berarti hanya dengan berstatus muslim, lantas Allah membiarkan segala dosa yang telah kita perbuat selama ini di dunia, tanpa adanya perhitungan di akhirat kelak. Status ‘muslim’ itu hanyalah sebuah kunci bahwa pada akhirnya setiap hamba yang muslim pasti akan masuk surga, namun akan tetap mengalami perhitungan dosa di akhirat sebelum pada akhirnya kita bisa mencicipi manisnya surga.
Padahal ‘menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya' banyak sekali maknanya. BANYAK! bukan hanya sekedar berstatus muslim dan mengaku beriman, lantas seolah wajar bila seorang muslimah tidak memakai hijab, jangan mentang-mentang sudah merasa muslim sejak kecil, lantas seolah wajar bila seorang muslim membuang sampah sembarangan, jangan mentang-mentang sudah merasa beriman, lantas seorang muslimah wajar memakai rok mini membentuk tubuh, lantas wajar seorang muslim merokok, lantas wajar seorang muslim tidak membaca Al Qur'an, lantas wajar bila seorang muslim tidak tergugah hatinya saat mendengar azan berkumandang, atau saat melihat saudara seimannya tengah kesusahan. Lantas....
Ah ... terlalu banyak hal yang pada akhirnya kita wajar dan lumrahkan hanya karena berdalih, "Yang penting saya kan Islam, saya sholat, puasa, zakat, saya tidak berzina, tidak mencuri, dan bla bla bla...." Banyak hal yang menjadi toleransi untuk diri kita sendiri, sampai pada akhirnya larangan dariNya menjadi tak berarti apa-apa di hadapan kita.
Padahal...
-          Sholat haruslah diutamakan. Tak boleh diundur-undurkan, apalagi ditinggalkan.
-     Puasa wajib pun juga harus disertai dengan ibadah-ibadah lainnya agar puasanya bernilai lebih di mata Allah.
-   Tidak berzina? Lalu apa artinya pegang-pegangan tangan, berpelukan, cium kening, dan lain sebagainya dengan yang bukan mahrom? Yang disebut zina bukan hanya melakukan hubungan suami istri dengan yang bukan mahrom, tapi hal-hal yang disebutkan di atas juga termasuk ZINA!!
-      Tidak mencuri secara harfiah, mungkin iya. Tapi apakah kita sudah bersikap jujur dengan sebenar-benarnya? Mungkin banyak dari kita yang tanpa sadar mengambil hak orang lain, meskipun hanya sebesar biji zarah. Hal itu tetap saja dikatakan mencuri, meski jumlahnya sedikit namun sayangnya kita tidak menyadari hal itu.
-      Al Qur’an di rumah sebaiknya tidak hanya dijadikan hiasan bufet belaka, namun harus dibaca dan dipahami artinya.
-     Menutup aurat bukan hanya sekedar berpakaian, namun tetap ada adabnya. Bagi wanita adalah menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan dengan pakaian yang longgar. Sesuai dengan QS. An Nur: 31, “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” Sementara untuk laki-laki adalah menutup aurat dari pusat ke lutut, longgar dan tidak tipis, serta tidak menyerupai perempuan.

Dan masih banyak lagi hal-hal yang kita sepelekan hanya karena kita merasa aman dengan status muslim yang kita miliki. Sebab perintahNya bukan hanya sekedar Rukun Islam belaka, tapi lebih dari itu...

6 komentar:

Lidya mengatakan...

terus memperbaiki dari segala kesalahan. terima kasih sudah diingatkan

Toko Obat Herbal mengatakan...

bener banyak yang ngaku muslim tapi enggan menjalani kewajibannya. mari mulai berbuat baik dan perbaiki ahlak kita, gak ada kata terlambat untuk berbuat baik.

Manusia yang baik itu bukan manusia sempurna, tapi manusia yang bisa terus lebih baik di tiap detik, menit, jam dan harinya.

Air Minum Sehat Murah mengatakan...

Air Minum Sehat
Air Minum Alkali
Manfaat Air Alkali

Air MInum Sehat mengatakan...

Kami menyediakan informasi tentang Air Minum Sehat . Air minum tersebut sering kali disebut sebagai Air Minum Alkali , dan disini kita juga memberitahukan tentang Manfaat Air Alkali .

Yoekaa mengatakan...

Subhanalloh... sudah diingatkan.. bisa mengistropeksi diri ^^

CubbyKnot mengatakan...

Terima kasih sudah menginspirasi ^^