11 April 2012

Sukses dalam Keterbatasan

Sejak divonis dokter bertahun-tahun lalu bahwa kedua kakinya harus diamputasi karena kecelakaan, Yusuf kecil sudah bertekad dalam hati kalau dia harus bisa sukses layaknya orang normal pada umumnya.

Dan setelah bertahun-tahun setelahnya, Yusuf kecil kini tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa yang bisa membuktikan pada dunia bahwa ternyata ia juga bisa sukses seperti apa yang ia tekadkan bertahun-tahun silam sejak hilangnya kedua kakinya.

“Apa yang membuat Anda tetap bersemangat dalam ketidaksempurnaan Anda ini?” Tanya seorang presenter TV dalam sebuah acara reality show.

Yusuf tersenyum sambil memandang wajah seorang perempuan berparas ayu, “Ibu.” Sekali lagi ia melempar senyum itu padanya.

“Sejak kecil, ibu selalu ada buat saya. Sejak saya tidak lagi memiliki kakipun, ibu masih tetap ada di samping saya. Saat ibu memasukkan saya ke TBI Depok, karena memang ibu tahu saya sangat suka dengan pelajaran Bahasa Inggris, maka saya memiliki cita-cita dalam hati, suatu saat saya pasti bisa sukses. Orang cacat, yang tidak hanya menjadi beban bagi sekitarnya, tapi bisa bermanfaat untuk orang banyak.”

“Lalu, apa yang melatarbelakangi Anda membuat novel berbahasa Inggris yang sangat best seller baik di dalam maupun luar negeri, bahkan sudah dicetak dalam beberapa bahasa di seluruh dunia?”

“Potensi menulis itu pun saya temui saat saya kursus di TBI. Ada satu guru yang selalu memberi saya semangat untuk menulis. Maka dari itu saya fokus dalam penulisan novel berbahasa Inggris agar ilmu yang saya dapatkan di TBI bisa tersalurkan dengan baik. Dan Alhamdulillah karya saya ini tidak hanya bisa dinikmati di dalam negeri, tapi juga di luar negeri.”


Disertakan pada lomba Blog Entry bertema Inspiring and Empowering through TBI, kerja sama Blogfam dan http://www.tbi.co.id

15 komentar:

Ario Antoko mengatakan...

aku juga sedang membaca buku2 motivasi, aku harus semangat

walau sulit mendengar aku juga bisa berkarya

intinya jangan mengeluh dgn kekurangan pada diri kita

Si Belo mengatakan...

Subhanallah.. berkat doa dan kesabaran Ibu sang anak pun sukses :)

trica jus mengatakan...

Hebat sekali,..
saya sbgai orang yg yaa bisa dibilang normal merasa malu karena blm bisa berprestasi sperti yusuf..

Aji Abriansyah mengatakan...

inspiring person,
kekurangan bukan hambatan seseorang untuk berkarya !!
jangan jadi bodoh karena kekurangan, berfikirlah apa yang bisa anda lakukan dengan kekurangan itu

Yunda Hamasah mengatakan...

Subhanallah ya ...

Selalu salut pada orang2 seperti Yusuf, bisa sucses walau dalam keterbatasan, harusnya kita juga BISA ^^

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

semangatnya patut dicontoh, jangan karena mempunyai kekurangan tapi tidak mau untuk maju. sukses ya untuk GAnya

Leo Shandy mengatakan...

saya mendapatkan pelajaran yg penting hari ini..dari kehidupan Yusuf

Leo Shandy mengatakan...

saya mendapatkan pelajaran yg penting hari ini,,,,dari kehidupan Yusuf

Urang Kampoeng mengatakan...

sungguh patut kita contoh, apalagi kita sebagai orang yg tidak kekurangan apapun. Tapi kadang kita malah nyantai2 saja sehingga kesuksesan kadang menjauh dr diri kita.

Abi Sabila mengatakan...

saya kira ini true story, tapi ternyata flash fiction. Tapi meski begitu, ada pelajaran penting yang bisa kita terapkan di kehidupan nyata yaitu semangat untuk berkarya walau dengan keterbatasan yang ada.

semoga sukses di kontes, Mbak.

Trica Jus mengatakan...

mantap sekali gan ,,]

obat tradisional Diabetes Melitus mengatakan...

wah hebat sekli , saya benar2 salut

pengobatan alternatif mengatakan...

cerita yang bagus,,,
jd bhan motivasi bagi yang baca,,,
salam knal..

obat HIV AIDS mengatakan...

bagus jga ,,
jadi terharu,,,

mahbub ikhsan mengatakan...

masya ALLLah ......hanya kata itu yang pantas untuk di ucap kan ,sosok ibu merekala sosok-sosok penghuni surga,cintilah dan mulya kan mereka tak terkrcuali sosok ayah tentu aya,karna sura di bawah telapak kaki ibu,ayh pintu surga.......salam kenal....bahagia itu indah.