3 April 2012

Menikmati Takdir Secara Ikhlas

Tadi pagi, dalam sebuah angkot, karena saya hanya sendiri yg berstatus penumpang, waktu berhasil membuat saya kembali berpikir. Yang pada saat itu saya pikirkan adalah, saya hanya ingin dapatkan pekerjaan yang lebih baik dari segi penghasilan dan fleksibelitasnya. Yang saya pikirkan kala itu bukan karena saya serakah atau cinta pada dunia, tapi karena memang itulah satu-satunya jalan agar kehidupan saya dan keluarga bisa semakin membaik. Dengan penghasilan yang mencukupi, saya bisa membantu anak-anak Tante untuk tetap bersekolah dan mendapatkan hak yang memang seharusnya mereka dapatkan. Dengan penghasilan yang mencukupi, saya bisa membeli segala keperluan tanpa mengharap dari orang lain, dengan penghasilan yang mencukupi, saya bisa bersedekah pada orang yang membutuhkan, saya hanya ingin bisa lebih bermanfaat dengan segala apa yang saya punya.

Dan dalam pengandaian itu, saya kembali tersadar kalau semua itu membutuhkan proses. Saya kembali teringat pada Rizky, bocah mungilku. Terkadang saya suka membandingkan kehidupan Rizky dengan beberapa anak yang nasibnya hampir sama dengannya. Jika dibandingkan dengan mereka, rasanya beda sekali kondisi Rizky dengan anak-anak pada umumnya. Meskipun ada kesamaan di satu sisi, namun mereka memiliki keluarga yang selalu ada dan dapat mencukupi kebutuhan mereka dalam hal apapun. Sedangkan Rizky?

Ah, tapi rasanya tidak bijak bila harus membandingkan keadaan Rizky dengan anak lain. Saya rasa, Rizky pun juga sudah cukup bahagia dengan keadaannnya saat ini. Toh bocah mungilku itu belum bisa mengukur taraf kebahagiaan yang sesungguhnya. Namun saya kembali tersadar, bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya adalah pada saat kita bisa menikmati apa yang sudah kita dapat selama ini. Dan Rizky adalah buktinya. Meski tanpa seorang ibu di sisinya, meski keadaan keluarganya tidak seperti keluarga pada umumnya, namun ia tetap bisa tersenyum dan bergembira bisa hidup bersama saya dan keluarga. Bahkan mungkin satu hal yang saat ini ia inginkan hanyalah dapat selalu bersama saya untuk dapat selalu menjaganya. Saya bisa merasakan bila saya di dekatnya, ia begitu bahagia. Jadi, tampaknya tak ada sela untuknya memikirkan apakah ia bahagia atau tidak, karena yang ia tahu, ia cukup bahagia hidup bersama dengan saya.

Dan tadi pagi pun, saya sempat berpikir, baik cobaan maupun kenikmatan setiap orang itu berbeda-beda. Dan hanya Allah lah yang mengetahui seberapa besar kapasitas kemampuan kita dalam menghadapi cobaan dan kenikmatan itu. Apa yang kita rasakan saat ini merupakan takdir (hak prerogatif) yang telah Allah gariskan untuk kita dan keluarga. Kita sebagai manusia hanya cukup menerima takdir itu, menikmatinya, dan mensyukurinya.

Dan lagi-lagi, memilih untuk menikmatinya merupakan sebuah proses panjang yang tidak mudah untuk dilaksanakan kecuali dengan memilih ikhlas sebagai landasannya. Namun sebagai manusia, kita diwajibkan untuk berikhtiar mencari yang terbaik dalam pencapaian hidup. Karena ikhtiar merupakan proses untuk menuju kehidupan ke arah yang lebih baik. Takdir memang tidak bisa dirubah, namun usaha/ikhtiar dapat merubah nasib. Bukankah Allah pernah berfirman, bahwa Ia tidak akan merubah nasib suatu kaum, sebelum kaum itu mau merubah nasibnya sendiri. Dan di sinilah hal itu harus kita terapkan. Including me :)

13 komentar:

Ayu Welirang mengatakan...

Seperti yang saya baca di sidebar Mbak Sarah sendiri, bahwa "Hidup adalah pilihan, sedangkan sabar dan syukur adalah kuncinya."

Nah, ikhlas itu berupa syukur juga kan Mbak? :)

Tebak Ini Siapa mengatakan...

Wah aku belajar dari Rizky,
menikmati yang ada sekarang :)

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

semua Allah yang menentukan tapi kita wajib berusaha juga ya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

salut sama kamu yg selalu memperhatikan orang lain. terutama Rizky. yg sudah dianggap sbg anak sendiri.

Yunda Hamasah mengatakan...

Apa yang kita rasakan saat ini merupakan takdir (hak prerogatif) yang telah Allah gariskan untuk kita dan keluarga. Kita sebagai manusia hanya cukup menerima takdir itu, menikmatinya, dan mensyukurinya.

Sapakat ^^

Si Belo mengatakan...

mba Sarah bijak banget ya :D moga nay bisa belajar ^_^ sun sayang buat dede Rizky :*

anazkia mengatakan...

Belajar kesabaran di sini. Semoga Allah senantiasa memberikan kelapangan hati,,, Salam untuk Rizky :)

Obat Tradisional Kanker Payudara mengatakan...

keren mass postinganya

obat herbal gagal ginjal mengatakan...

bagus kaya hati dari pada kaya harta....
salam hangat ...
sukses selalu

Trica Jus mengatakan...

belajar dai masa lalu,

salm dan di tunggu ya kunjungan baliknya :D

Trica Jus mengatakan...

anak siapa nih,, lutu banget ..

Ghost blogger... mengatakan...

Takdir Tuhan Memang sudah Hal nyata... Berusaha dengan ikhlas adalah kunci satu2nya untuk membuka takdir tersebut....

irmarahadian mengatakan...

bener sekali mba...
sabar adalah kuncinya...:)