7 November 2014

Rahasia Ilahi

Hidup, mati, rezeki, dan jodoh, merupakan sebuah misteri Allah yang tidak akan pernah dapat kita duga sebelumnya. Keempat hal itu merupakan hak prerogative yang hanya dimiliki oleh Allah Swt. Kita sebagai hamba, tidak berhak ikut campur dalam menentukan keempat hal itu. Tugas kita sebagai seorang hamba, hanya berikhtiar sekuat tenaga agar hidup yang kita miliki bisa bermanfaat bagi sesama, bisa mempunyai usia yang berkah, dan selalu diberi kesehatan olehNya. Kematian pun demikian adanya. Agar kematian kita nantinya bisa bernilai husnul khotimah, maka kita harus senantiasa mengisi hari-hari kita dengan terus mendekatkan diri padaNya.

Sebagaimana hidup dan mati, jodoh juga merupakan salah satu misteri Allah yang sama sekali kita buta dalam mengetahuinya. Kita memang tidak pernah tahu siapa jodoh kita nantinya, tapi kita selalu memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan jodoh terbaik dariNya, yaitu dengan terus memperbaiki diri kita hari demi hari. Jodoh kita memang sudah ditentukan oleh Allah sejak kita dalam kandungan, namun jodoh bukanlah sesuatu yang tidak dapat dirubah selagi kita mau merubahnya. Tentunya ke arah yang lebih baik. Wanita baik-baik, tentu akan mendapat pria yang baik-baik pula, begitupun sebaliknya. Maka dari itu, memperbaiki diri hari demi hari juga merupakan sebuah upaya untuk memperbaiki jodoh kita nantinya.

Sama halnya seperti hidup, mati, dan jodoh, rezeki juga tak kalah misteriusnya dengan ketiga hal tadi. Ia merupakan sesuatu yang berhak kita dapatkan apabila kita menjalankan tugas kita sebagai hamba dengan baik. Rezeki tidak hanya berbentuk harta semata, namun kesehatan dan rasa syukur juga merupakan sebuah rezeki yang tiada taranya. Suami yang setia, anak-anak yang shalihah, pekerjaan yang mapan, rasa aman dan nyaman dalam hidup, juga merupakan sebuah rezeki yang patut kita syukuri.

Rezeki memang mistreri, namun kita bisa menjemputnya dengan cara yang diridhoi olehNya. Bila berbicara tentang harta maupun penghasilan, maka seberapa kecil atau besarnya rezeki yang kita dapati dari Allah, letak keberkahannya adalah pada rasa syukur yang senantiasa mengalir dari mulut kita setiap rezeki hadir dalam hidup kita. Sedangkan rasa cukup, akan lahir seiring dengan syukur yang kita haturkan padaNya.

Saat Allah masih belum memberikan kita rezeki sebesar apa yang orang lain dapatkan, mungkin saja Allah masih melapangkan waktu kita untuk bisa lebih lama bersama keluarga, melakukan hal-hal yang kita sukai yang tentunya bermanfaat untuk kita dan orang banyak, atau hal-hal lain yang belum kita sadari keberadaan dan manfaatnya.

Ingatlah bahwa Allah tidak pernah tidur dalam mengurus dan memberi rezeki pada setiap hambaNya. Rezeki tidak akan pernah salah pintu selagi kita mau menjemputnya dengan cara yang halal, lagi diridhoi olehNya.

1 komentar:

Defa Ramadhani mengatakan...

true story,bermanfaat sekali artikelnya,sukses ya :)