6 Januari 2015

Menjemput Rezeki dengan Cara yang Allah Ridhoi

Mencari rezeki atau mencari nafkah untuk keluarga, bagi kita merupakan sebuah pilihan yang memang harus kita lakukan demi menyambung kelangsungan hidup kita maupun orang-orang yang kita cintai. Mencari rezeki, sejatinya adalah kita melakukan sebuah pekerjaan, entah itu kita bekerja pada pemerintah, perusahaan swasta, atau bisnis serta membuka usaha sendiri. Semuanya bisa kita lakukan demi mencari rezeki yang halal guna memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam mencari rezeki, ada beberapa hal yang mungkin harus kita ketahui dan pahami agar rezeki yang kita dapat tidak hanya bernilai dari segi kuantitas saja namun juga bisa mengandung keberkahan di dalamnya. Satu hal yang harus kita sadari bahwa semua rezeki yang kita dapatkan itu datangnya dari Allah. Semua rezeki dan nikmat yang kita rasakan, semata-mata karena atas izinNya. Tidak mungkin kita dapat menikmati manisnya rezeki jika bukan atas izinNya. Maka dari itu, patutlah bila kita mengutamakan kehalalan dari setiap rezeki kita. Sebab segala yang halal di mata Allah adalah baik.

Selain kehalalan rezeki, cara untuk mendapatkan rezeki juga merupakan kunci utama dalam proses mencari nafkah. Rezeki yang halal mungkin belum tentu didapat dengan cara yang Allah sukai. Tapi rezeki yang didapatkan dengan cara yang diridhoi Allah, sudah pasti rezeki itu adalah halal.

Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan dalam mencari rezeki. Salah satunya saja adalah berdagang. Membuka usaha sendiri, di kalangan masyarakat saat ini sudah menjadi hal yang wajar, karena bisa dikatakan sebagian besar penduduk ibu kota memiliki profesi berdagang. Berdagang adalah sebuah pekerjaan baik yang in sya Allah akan menghasilkan rezeki yang halal bila dilakukan dengan cara yang baik pula. Tapi bisa juga rezeki yang dihasilkan dari berdagang itu berubah menjadi haram apabila cara yang dilakukan adalah cara-cara yang merugikan orang lain, atau bahkan bersifat musyrik (menduakan Allah).

Selain kehalalan dan cara yang dilakukan menjadi faktor penting dalam meraih rezeki, ternyata interaksi atau kedekatan kita kepada Allah juga menjadi kunci utama dalam mencari keberkahan rezeki. Cara dan kehalalan mungkin sudah kita lakukan, tapi apabila karena alasan mencari rezeki menjauhkan kita pada Allah, maka tanpa kita sadari rezeki yang kita dapatkan akan kehilangan esensi keberkahannya.

Katakan saja demi mencari rezeki yang banyak, seorang pedagang sampai rela meninggalkan sholatnya lantaraan takut kehilangan pelanggan apabila dagangannya ditinggal sebentar untuk sholat. Lalu demi sebuah gadget baru, seorang staf rela melakukan korupsi . Atau demi sebuah jabatan tinggi, seorang muslimah rela menanggalkan hijabnya. Hal-hal semacam itu adalah contoh bahwa kurangnya iman seseorang dalam proses pencarian rezeki, akan membuat rezekinya kehilangan keberkahan. Mungkin mereka akan mendapatkan apa yang mereka harapkan, tapi mereka tidak akan pernah cukup dengan semuanya karena yang ada dipikiran mereka hanya duniawi saja. Bagaimana caranya mendapatkan rezeki sebanyak mungkin, tanpa mengindahkan syariat dan aturan yang berlaku dari Tuhannya.

Mereka lupa bahwa rezeki yang mereka dapat datangnya dari Allah. Dan mereka seolah tidak mau menyadari bahwa untuk mendapatkan rezeki Allah, maka mereka haruslah melakukan apapun yang Allah perintahkan. Mereka hanya menuntut hak tanpa mau menunaikan kewajiban mereka sebagai muslim. Jika sudah seperti itu keadaannya, maka cepat atau lambat mereka akan kehilangan rezeki yang sudah mereka dapat, tanpa mereka sadari. Entah karena gaya hidup mereka yang hedonis hingga membuat mereka boros, atau mungkin mereka akan ditimpa kemalangan maupun kesakitan yang menyebabkan harta mereka terkuras untuk biaya pengobatan. Wallahu ‘alam.

3 komentar:

Meutia Halida Khairani mengatakan...

seseorang yg mencari rejeki karena Allah pasti nggak akan tinggal solat atau lepas jilbab karena pekerjaan. tp memang kebanyakan seperti itu dimasyarakat. hehe

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

Tapi masih banyak penjual yang mendahulukan ibadahnya. Suatu sore saya ingin membeli ayam bakar, ternyata penjualnya tidak ada, bukan hanya penjual ayam bakar saja, penjual ue dan jus pun tampak kosong. Ternyat amereka sedang sholat Ashar ke Masjid. Tanpa takut mereka meninggalkan barang dagangannya karena semua di titipkan kepada Allah

TM Hendry, s mengatakan...

Semoga rezeki yang didapat hari ini halal dan juga berkah. Aamiin.:)