28 November 2013

Selalu Salahkah Salah Jurusan?


Alhamdulillah tanggal 21 November 2013 kemarin saya sudah resmi diwisuda menjadi sarjana komputer, walau sesungguhnya nggak terlalu berkompeten juga pada jurusan yang saya pilih, tapi biarlah. Ini sudah menjadi pilihan hidup saya sejak empat tahun silam.

Wisuda kemarin sebenarnya bukan wisuda pertama buat saya, karena tahun lalu saya juga telah diwisuda menjadi sarjana muda. Kalau dulu gelarnya A.Md, sekarang jadi S.Kom. Ya mudah-mudahan bukan hanya sekedar gelar yang nambah, tapi juga manfaat untuk lingkungan sekitar pun bertambah. Aamiin.

Sepanjang acara, saya merasakan kebahagiaan dan kesedihan bercampur jadi satu. Bahagia karena ahirnya perjuangan saya bisa berbuah manis. Mempersembahkan gelar S.Kom pada keluarga menjadi kebanggaan tersendiri buat saya. Begitu juga saat harus menerima kenyataan bahwa saya harus meninggalkan kampus tercinta dan teman-teman seperjuangan. Mungkin lebih tepatnya sedih karena terharu ya. Terharu karena saya telah mampu meraih pencapaian yang lebih tinggi dari pencapaian sebelumnya. Semoga membawa berkah untuk semua. Aamiin.

Sepanjang acara pula, pikiran saya berkelana ke mana-mana. Gelar saya memang sarjana komputer, namun saya nggak bisa sedikit pun berkecimpung pada afiliasi yang saya pilih itu. Entah kenapa, entah karena apa. Mungkin juga karena saya merasa SALAH JURUSAN sejak awal. Hihihi.... jadi sebenarnya gini, pada saat awal saya memutuskan untuk kuliah, jurusan yang mau saya ambil sebenarnya ilmu komputer, tapi entah kenapa yang saya pilih saat itu malah justru jurusan manajemen informatika. Dan sejak hari pertama kuliah, saya benar-benar merasa SALAH JURUSAN karena mata kuliah yang pertama kali saya dapat adalah ilmu pemrograman, yang sampai saya masuk kuliah pun, saya masih belum paham apa itu pemrograman. Tapi alhamdulillah saya bisa lulus sarjana muda dan melanjutkan ke jenjang S1.

Saya berfikir begini, okelah ya kalau saya lulus sebagai sarjana komputer walau sejujurnya saya nggak terlalu paham dengan jurusan yang saya pilih. Ini bukan masalah nasi sudah menjadi bubur, ya. Tapi lebih kepada tanggung jawab saya sebagai seorang manusia dengan pencapaian yang dapat saya raih saat ini. Bagaimana dengan pencapaian saya ini dapat lebih mampu menjadi sosok yang lebih kreatif, inovatif, dan lebih peka terhadap keadaan sekitar.

Mungkin tujuan saya saat kuliah dulu adalah mendapatkan gelar agar bisa meningkatkan jenjang karir. Namun semakin ke sini, saya rasa tujuan saya menuntut ilmu harusnya tidak sekerdil itu.

Karena saat kuliah, saya bisa mendapatkan begitu banyak teman, menemukan puluhan karakter yang berbeda-beda, berkenalan dengan puluhan orang sukses, memperluas jaringan, menambah pengalaman, menambah pengetahuan, dan berbagai macam kelebihan lainnya yang mungkin tidak saya sadari namun membentuk pola pikir saya sampai sedemikian rupa.

Awalnya sempat mikir, kalau saya nggak kompeten di jurusan saya, lalu apa gunanya gelar S.Kom saya, ya? Tapi kemudian pikiran lain saya langsung menjawabnya, “Sarah, panjangnya gelar bukan menjadi sebuah acuan sukses atau tidaknya seseorang. Karena kesuksesan itu dilihat dari seberapa besar manfaat kita untuk orang lain dan seberapa besar usaha kita untuk dapat mencapai apa yang kita cita-citakan. Kita impikan. Kita inginkan.”

Setiap orang pasti memiliki impian dan keinginan, bukan? Gemboklah impian itu, kemudian berusahalah untuk mencari kunci untuk membuka impian itu. Tapi.... jangan dikira menemukan jalan untuk mencari kunci impian itu adalah mudah. Kenapa saya bilang demikian? Karena begini. Hidup itu adalah pilihan. Jadi, kehidupan ini sebenarnya hanya memberikan kita pilihan. Sementara Allah hanya memberikan petunjuk yang benar pada kita, namun kitalah yang mencari jalan yang telah Allah arahkan tersebut, dengan cara yang benar serta doa yang tulus.

So, kalau dibilang sukses itu dilihat dari panjangnya gelar yang dimiliki, atau seberapa mampukah kita mempergunakan gelar kita untuk mendapatkan penghasilan, mulai sekarang pinggirkan pikiran seperti itu. Karena sebenarnya kita bisa sukses meskipun tanpa gelar yang panjang. Kita bisa sukses meskipun bukan pekerja kantoran. Kita bisa sukses meskipun penghasilan kita tidak seberapa. Karena sekali lagi, inti dari sukses itu adalah saat kita bisa bermanfaat untuk orang lain dan saat kita mampu melakukan atau meraih sesuatu yang menjadi mimpi besar kita.

me and two strong women in my life. love u and proud of you, both



so, siapa yang mau ngasih saya kerjaan? Dah sarjana nih, hihihihi

9 komentar:

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

wah ternyata sarjana komputer juga ya :) Selamat ya

novia erwida mengatakan...

Saya dulu juga salah jurusan, tapi ternyata ada rezeki dari salah jurusan itu. Ini sudah takdir, jalani aja. Selamat ya mbak :)

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

hihihi lama jg gak kesini udah sarjana, selamat ya say
eh sama kita s.kom *toss

capung2 mengatakan...

kesuksesan bukan dari seberapa bnyak gelar yg kita sandang melainkan sisi kebermanfaatan kt thd lingkungan disekitarnya..

#sekedarmengulang

selamat ya mb !

Gulunganpita mengatakan...

Selamat ya, Kak!
apapun jurusan yang telah diambil, pasti banyak pelajaran diluar mata kuliah yang lebiih bermakna.

Rifka Nida Novalia mengatakan...

Ciyee...ciyee...selamat ya...moga ilmumu berkah.

Della mengatakan...

Congrats, Sarah :)
Mudah2an dapet kerja yang sesuai keinginan, ya :)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

horeee celamat celamat ya.jgn lupa makan2

masrafa.com mengatakan...

toosss dulu ah sebagai sesama sarjana komputer