8 Juni 2011

Totalitas Sebuah Kualitas

Ketika melihat judul diatas, mungkin kita langsung teringat pada sebuah iklan rokok di televisi, namun saya sendiri tidak ingat, rokok apa itu. Tapi yang pasti, jargon iklan rokok tersebut spontan menyadarkan saya akan peran dalam kehidupan setiap anak manusia, including me :)

Setiap orang pasti memiliki perannya masing-masing dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Ada ia yang berperan sebagai seorang ibu, ada yang berperan sebagai seorang wanita karir, ada yang berperan sebagai seorang pengajar, ada juga yang berperan sebagai mahasiswi, bahkan ada pula yang memiliki keempat peran itu dalam kehidupannya :) kesemua peran itu sesungguhnya harus dilaksanakan secara maksimal agar bisa menghasilkan sebuah totalitas dalam setiap pencapaian kualitas dirinya.

Banyak orang yang tidak hanya memiliki satu peran dalam hidupnya. Ia bisa saja memiliki banyak peran seperti apa yang saya sebutkan diatas. Seharusnya satu peran yang satu dengan peran yang lainnya tidak boleh menjadi sebuah beban satu sama lain. Sebab setiap peran yang kita jalani adalah sebuah amanah dari Allah Azza Wajalla yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Tak jarang kita temui seorang anak manusia – entah ia masih muda atau sudah berusia – yang dengan total menunaikan amanah perannya dengan baik dan benar. Jika dikatakan lelah, mungkin iya. Namun karena kesetiaan dia terhadap kebaikan hidupnya, membuat ia jadi lebih bersemangat dalam mengemban setiap peran dalam hidupnya. Sumbernya adalah sebuah keikhlasan dan kesabaran yang terpatri dalam diri.

Total dalam menunaikan setiap kewajiban kehidupan merupakan wujud kesetiaan seorang hamba kepada Tuhannya. Betapa mulianya seseorang jika bisa maksimal dalam mendedikasikan dirinya untuk total dalam menjalankan setiap peran dalam hidupnya. Seorang ibu yang juga memilih berperan sebagai wanita karir, sejatinya harus mampu memaksimalkan masing-masing perannya sesuai porsinya. Ia boleh saja bekerja diluar rumah guna membantu suaminya memaksimalkan perekonomian keluarga mereka untuk sebuah tujuan yang baik, namun jangan sampai melalaikan perannya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya dirumah. Ia masih harus tetap melayani suaminya dengan cara yang baik, mengurus anak-anak dan rumah tangganya dengan benar, disamping dia juga memiliki tanggung jawab yang tidak kecil sebagai pelayan masyarakat atau wanita karir.

Seseorang yang bijaksana biasanya bisa menempatkan dirinya sesuai dengan kadar porsi yang dibutuhkan dalam setiap kegiatannya. Dan biasanya juga, orang yang memiliki peran kehidupannya lebih dari satu, akan mudah belajar dari setiap langkah yang ia pijakkan guna mencapai kualitas terbaik dalam dirinya. Pola pikirnya lebih matang dan bisa lebih cepat mencerna setiap permasalahan yang ada dan menukarnya dengan solusi yang bijak.

Substansinya, total dalam melaksanakan setiap amanah peran dalam hidup merupakan langkah awal mencapai kesuksesan. Dan jangan lupa pula peran kita sebagai khalifah di muka bumi juga harus tetap dilaksanakan agar kesuksesan tak hanya diraih di dunia namun juga di akhirat. Amiin. Barometer kesuksesan bukan hanya materi semata, namun totalitas dalam kualitas setiap peran kehidupan juga merupakan faktor penting dalam mencapai kebahagiaan dalam hidup.

Bahagia bukan hanya karna banyaknya harta yang dimiliki, namun bahagia terwujud dari rasa nyaman dan tenteram dalam menjalani kehidupan. Nikmati setiap fasenya, syukuri setiap anugerahnya, sabar dalam menghadapi cobaan, dan ikhlaslah dalam menerima jalan kehidupan.

nurlailazahra











sembari nonton Pesantren & Rock 'N Roll, dan bolak balik kasur-laptop karna mesti nemenin Rizky bobo dan ngerjain tugas :D

2 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

fotonya cantik. hehee..btw, memang tidak mudah berperan lebih dari satu. tapi kalo berusaha pasti bisa...

nurlailazahra mengatakan...

@Sang Cerpenis bercerita : so pasti mbak, makasih ya :D