30 Juni 2011

Karena Allah Tak Pernah Ingkar Janji


Setiap manusia yang tinggal di muka bumi ini pasti pernah mengalamai saat-saat yang membuat dirinya tengah rapuh. Kala genjatan ekonomi terus menghimpit, saat keadaan tengah tak berpihak pada kita, dan sebagainya. Perlu kita ketahui, bahwa mengeluhkan keadaan hanya akan menambah masalah baru dalam hidup kita. Sebenarnya postingan kali ini hanya untuk sekedar mengingatkan diri sendiri bahwa nikmat Allah begitu banyak dan sangat banyak bila dibandingkan dengan ujian dan cobaan yang Ia berikan pada kita. Dan aku mengalaminya sendiri.....


Tiga bulan yang lalu, sejak tanteku berpulang ke pangkuan Ilahi, kehidupanku 360 derajat berubah drastis. Almh. Tante meninggalkan lima orang anak padaku dan keluarga besarku. Kami harus bahu membahu mengurus mereka karena ayah (suami almh. Tante) mereka sudah terlalu tua jika harus dibebankan dengan kelima anaknya.

Sejak kepergian tante, kadang sempat terlintas di benakku, apakah aku bisa membantu mereka dengan penghasilanku yang amat sangat pas-pasan? Namun lagi-lagi, judul diatas telah begitu menyadarkanku bahwa sesungguhnya Allah tak pernah mengingkari janjinya. Ia akan selalu ada untuk hamba-hamba-Nya yang selalu percaya akan janji-janji-Nya.

Dulu, selagi masih ada tante, ataupun kini setelah tiga bulan berlalu sejak tante pergi, penghasilanku masih sama saja, malah cenderung berkurang karena aku sudah tak mengajar lagi di salah satu rumah anak muridku. Namun karena judul diatas telah kembali menyadarkanku bahwa Allah itu selalu ada untukku, maka insya Allah aku tak pernah merasa bimbang ataupun cemas dengan keadaanku yang seperti ini. Aku selalu berusaha mensyukuri setiap hembusan nafas dan tiap rupiah demi rupiah yang aku hasilkan meskipun memang tak banyak, yang telah Allah berikan untukku. Semoga semuanya bisa menjadi berkah.

Dan Alhamdulillah, selama aku masih bisa makan meskipun hanya berlaukkan ikan asin, selama aku masih bisa tidur meskipun hanya beralaskan tikar, selama aku masih bisa berpenghasilan meskipun hanya rata-rata, selama aku masih bisa berpakaian meskipun tak pernah punya yang baru, selama aku masih bisa online meskipun itu hanya dilakukan di kantor, selama aku masih bisa melakukan semuanya meskipun memang sangat “struggle” untuk mencapainya, tapi aku syukuri kesemuanya itu. Toh masih ada atau sudah tidak adanya tante dalam kehidupanku, bukan menjadi kendala bagiku selama aku masih bisa melakukan aktivitasku seperti biasa, meski memang “porsinya” tidak sebanyak selagi masih ada tante (karena kebutuhan keluarga menjadi prioritas untukku).

Toh sudah tiga bulan berlalu sejak tante pergi, tapi Alhamdulillah aku masih bisa makan enak, aku masih bisa tidur nyenyak, aku masih bisa naik angkot ketika berangkat kerja dan tidak sampai berjalan kaki, aku masih bisa beli pulsa (meski memang sekarang harus lebih irit), masih bisa jajan dikampus, masih bisa beli makan siang dikantor (kalo lagi nggak bawa bekel dari rumah), ditambah lagi, aku masih bisa memenuhi sebagian kebutuhan anak-anak tante. Membelikan mereka baju baru untuk lebaran nanti, membelikan Rizky susu dan diapers, mengajak Rizky jalan-jalan ke Ragunan dan masih bisa sedikit memenuhi kebutuhan lainnya untuk keluargaku.

Ternyata Allah memang tak pernah ingkar janji. Ketika Allah sudah memilihku untuk hidup di dunia ini, maka sesungguhnya Allah tak pernah lepas tangan akan kesejahteraanku hidup di muka bumi ini. Dan bukan aku saja, semua manusiapun yang hidup di dunia ini, kehidupan dan kesejahterannya pasti akan dijamin oleh Allah. Walau memang tingkat kesejahteraan dari masing-masing manusia itu berbeda-beda, tapi memang itulah cara Allah dalam menyayangi setiap hamba-Nya. Aku jadi lebih mengerti mengapa Allah tidak menurunkan hujan emas dari langit tapi justru hujan air. Karena dengan air tersebut, kita bisa mempergunakannya untuk mengairi perkebunan, dan masih banyak lagi. Intinya, Allah memberikan kita akal dan kemampuan agar dipergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, minimal untuk diri kita sendiri.

Karena Allah tak pernah ingkar janji, maka jangan pernah ragukan apa-apa yang telah Allah janjikan. Jika tidak sekarang, mungkin esok, ataupun lusa. Jika tidak dunia, bisa mungkin di akhirat. Jadi berusaha dan bersabarlah, sebab sabar dan syukur adalah kunci utama dalam menjalani kehidupan ini........

4 komentar:

Nadia Meutuah mengatakan...

dan mintalah pada Allah, Niscaya akan Allah kabulkan, karena memang Allah tidak pernah tidur, tidak ingkar janji, dan semua masalah yang diberikan selalu sesuai dengan kemampuan kita kan?

Semangat!!!

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

dulu waktu aku memutuskan resign dari kantor, aku jg sempat ragu apa aku mampu
tapi Alhamdulillah skarang kerja usaha kecil2an walaupun gak bisa beli baju mahal tapi sekedar jajan bakso mie ayam masih bisa koq hehe :D
asalkan bersyukur dan usaha pasti Allah akan selalu memberi rezeki :)

Gaphe mengatakan...

memang, Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan sekiranya hambaNya tidak mampu menanggungnya... dan setiap cobaan itu selalu ada hal dan hikmah yang bisa membuat kita menjadi lebih dewasa

r10 mengatakan...

mengurus anak juga sedekah, apalagi yatim piatu :D

pahalanya besar