22 Juli 2011

Surat Rizky buat Mama di Surga

Ma,
Tanpa terasa empat bulan sudah kau meninggalkan aku dan kakak-kakak yang lain disini. Tanpa terasa empat bulan sudah kau pergi ke suatu tempat yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Empat bulan sudah kau meninggalkanku tapi rasanya sudah sangat lama sekali kau pergi. Tanpamu disisiku, dunia serasa lain kujalani. Aku memang masih teramat kecil saat kau pergi meinggalkanku. Ingin sekali rasanya kuungkapkan segala rasa yang ada, kemarin hingga saat ini, namun rasanya kelu bibirku untuk menyatakan itu semua. Aku hanya bisa menangis saat tiba-tiba saja bayangmu hadir di pelupuk mataku. Ma, aku merindukanmu........

Ma,
Kapankah sekiranya kau kembali lagi untuk memeluk tubuh mungilku dan menemani tidurku dalam hangatnya dekapmu? Ah, rasanya baru kemarin aku mencium aroma tubuhmu, namun kini kau telah tiada. Kau hanya menyisakan sebuah luka, duka, dan lara dalam hatiku yang teramat dalam. Kau hanya meninggalkan sebuah tanda tanya besar dalam hatiku. Kemanakah kau pergi selama ini ma? Aku teramat sangat merindukanmu...

Ma,
Teteh Intan dan Abang Azmi kini tinggal bersama keluarga bapak di kampung. Andaikan aku sudah bisa berucap lantang, ingin rasanya aku adukan rasa rinduku pada mereka juga. Rindu pada dua orang kakak yang begitu sayang padaku. Ma, tak usahlah kau cemaskan keadaanku disini. Insya Allah akan selalu ada keluarga yang menjaga dan menyayangiku dengan sepenuh hati. Merekalah yang kini aku miliki hingga nanti.

Ma,
Sering-seringlah hadir dalam tidur dan terjagaku. Tiadanya dirimu dalam hidupku merupakan kesedihan yang teramat dalam kurasa, begitu juga dengan keluarga yang lain. Kau adalah pelita hidupku. Pelita hidup kami semua. Saat kau ada, semuanya menjadi lebih terang. Namun saat kau tiada, semuanya menjadi gelap Ma. Semua menjadi tak menentu arahnya. Aku selalu bertanya-tanya, pada Bunda Sarah, Nenek, dan semuanya, kemanakah kau pergi selama ini? Mengapa kau pergi tanpa pamit padaku? Kenapa Ma??

Ma,
Dalam senyum dan tawaku, sejatinya akan selalu terukir wajah manismu. Dalam sedih dan tangisku, sejatinya akan selalu ada namamu dalam hatiku. Kemanapun kau pergi selama ini, aku selalu mendoakanmu semoga kau selalu bahagia di tempatmu sekarang. Semoga Allah selalu menjagamu, menjaga kakek, dan juga dede Zaenab. serta memberikan tempat yang terindah untuk kalian. Baik-baiklah kau disana ma, suatu saat nanti kita pasti akan berjumpa lagi.

Sekali lagi aku berkata, bahwa aku begitu merindukanmu Ma..........






nb: mengenang empat bulan kepergian tante, Ibunda Rizky.......

11 komentar:

Arief Bayoe Sapoetra mengatakan...

merasakan aura kesedihan sekaligus ikut mendoakan semoga ibunda ananda Rizky diterima segala amal & ibadahnya serta mendapat tempat terindah disana....amin

kenia huwada mengatakan...

semoga rizky selalu berbahagia dg bunda Nur ya sayang,..:)
hiks,..hiks,..ga kebayang jika terjadi pada anak sendiri,...
yg sabar ya Nak :)

Putri Omsima mengatakan...

Jadi nagis nie bacanya..mengharu biru di kalbu..yang sabar ya dek yahh..Allah akan selalu punya rencana yg terindah dan terbaik buatmu...do'akan mamamu sllu..

[L]ain mengatakan...

yang tabah ya ade rizky :"(

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

jadi sedih membacanya....

cikalananda mengatakan...

doaku...
semoga cepat bertemu..
selamat malam..

Rifka Nida Novalia mengatakan...

hiks...mama jg kangen kamu, Dek...

SHUDAI AJLANI (dot) COM mengatakan...

Wohooo kecil-kecil udah jago maen laptop, eh itu internetnya di nyalahin gak? mudah-mudahan enggak ya B)

kira mengatakan...

(terharu) T_T

Corat - Coret [Ria Nugroho] mengatakan...

aku nangis bacanya jadi ingat tanteku sudah 2 bulan beliau ke Surga :'(
aku juga sangat merindukannya, bahkan saat dia meninggal aku tak sempat bicara atau melihat wajahnya :'(

apriyanto mengatakan...

terharu dan sedih....yang tabah yah dek rizki dan kakak kakaknya...