19 Maret 2014

Fenomena Gadget

source : di sini

Saat ini, marak sekali para pecinta barang elektronik berlomba-lomba berburu macam-macam gadget yang didambakannya. dari yang termurah, hingga mahal sekalipun. Bahkan di beberapa kasus, banyak anak-anak kecil yang sudah lihai sekali dalam bergadget ria. Contohnya saja Riski. Semenjak dibelikan tablet sendiri, hampir setiap hari ia berinteraksi dengan tabletnya itu. Namun dalam tabletnya, tak lupa saya masukkan beberapa permainan edukasi yang dapat menambah ilmu pengetahuannya. Salah satunya adalah aplikasi Marbel. Mari belajar sambil bermain. Marbel ini banyak macamnya, dari marbel dunia hewan, sayuran, buhan, huruf hijaiyah, huruf abjad, angka, dan lain sebagainya. Alhamdulillah dengan adanya aplikasi-aplikasi seperti ini, setidaknya para ibu tidak perlu khawatir dengan perkembangan zaman yang semakin wah hingga membuat anak seolah lupa akan dunia nyatanya, dan asyik dengan dunianya sendiri, yaitu bermain gadget. Disarankan bagi para orang tua, untuk selalu mendampingi para buah hati mereka saat bermain gadget ini. Karena di beberapa kasus, ada beberapa anak yang tiba-tiba saja mampu mengakses video-video atau gambar-gambar yang tidak seharusnya mereka lihat. Sebaiknya berikan gadget pada anak tidak disertai dengan jaringan internet di dalamnya, sehingga anak hanya mampu memainkan apa yang sudah terinstall dalam gadgetnya. kalaupun mau diadakan video di dalamnya, usahakan semaksimal mungkin agar video atau gambar-gambar yang ada, mampu membuatnya menjadi pribadi yang baik. Hingga video atau gambar yang dilihatnya dapat berpengaruh pada diri sang anak, juga dalam kehidupan sosialnya. Batasi juga waktu untuk memakainya. Misalnya saja dalam sehari, tidak boleh lebih dari dua atau tiga jam. Usahakan agar anak mampu disiplin dengan peraturan itu, dan jangan lupa selalu ingatkan anak untuk tidak terlalu dekat dalam memainkan gadget miliknya. Karena hal itu akan berdampak buruk bagi kedua matanya.


Terkait dengan gadget pula, tidak sedikit orang dewasa yang juga ikut gandrung dengan benda mungil yang satu ini. Entah itu tablet, Ipad, ataupun smartphone, jika kita memakainya tidak dengan bijaksana, maka akan timbul dampak yang negatif nantinya. Banyak orang yang terlalu asyik dengan gadgetnya, hingga melupakan kenyataan dalam hidupnya. Istri sampai lupa suami, bahkan anak-anak mereka jadi tidak terurus. Semoga saja hal itu tidak sampai menimpa kita sebagai orang tua yang peduli terhadap perkembangan keluarga kita.

Pagi tadi saat saya hendak berangkat kerja, karena semalam baru menemukan permainan yang mengasyikkan menurut saya, tadi pagi saat di angkot, saya coba mainkan permainan itu. Ternyata sungguh mengasyikkan. Bahkan saking serunya, saya hampir saja melewatkan kantor jikalau supir angkot tidak menegur saya akan turun di mana. Setelah turun, saya merasa malu pada diri sendiri, lantaran hanya karena gadget, jadi lupa akan sebuah kewajiban. Innalillah...

Untuk saya pribadi, kebersamaan yang nyata adalah lebih penting ketimbang apapun. Saya sebisa mungkin menjauhi yang namanya gadget atau smartphone saat saya tengah bercengkrama dengan keluarga, saudara, ataupun sahabat. Bagi saya, menjaga perasaan mereka dengan tidak berinteraksi dengan gadget adalah hal yang paling penting. Sebab saya sendiripun selalu merasa terpinggirkan oleh keadaan saat teman atau saudara saya tengah asyik sendiri dengan gadget mereka.

Maka dari itu, jika gadget dipakai secara bijaksana, tentunya akan berdampak positif bagi penggunanya. Misalnya digunakan untuk sharing kisah inspiratif dalam blog atau media sosial lainnya. Saling bersilaturahim dengan sesama pengguna media sosial, tentunya juga dengan toleransi waktu yang sewajarnya. Jangan sampai lantaran alasan silaturahim, jadi kebablasan hingga melupakan keadaan sekitarnya.

Gadget juga bisa dipakai untuk bertukar informasi-informasi penting dengan sesama teman. Atau juga untuk berjualan, dan hal-hal bermanfaat lainnya. Apalagi di zaman yang semakin canggih ini, sudah ada yang namanya Qur'an dalam handphone, jadi kalau kita masih merasa sungkan untuk membaca Qur'an dengan mushaf aslinya, saat di angkot atau di tempat ramai, kita bisa gunakan aplikasi modern ini. kesan update nya dapet, pahala pun nambah. Mari kita jadikan gadget yang kita punya, sebagai wasilah atau wadah atau ladang untuk kita bisa mendulang pahala. 

9 komentar:

Asep Haryono mengatakan...

Memang gitulah jaman sekarang. Gadget yang canggih berkamera dan berharga mahal sudah banyak dipakai anak sekolah. Malah orang tua saja pake HP nya banyak yang jadul. Namanya juga orang tua yang sayang pada anaknya

Asep Saepurohman mengatakan...

Assalamu'alaikum

Gadjet memang sedikit manakutkan. Bisa menjauhkan yang dekat. Seperti ilustrasi gambar diatas. Saya juga setuju pemakaian gadjet kepada anak kecil memang seharusnya diawasi,juga tidak dipasang internet.

apa kabar teh, lama tak berkunjung kesini.:D

Sarah mengatakan...

@Asep Haryono : ya begitulah Pak, sayang anak asal jangan kebablasan ya..

@Asep S : nuun. kabar baik, iya kita jadi jarang kunjung mengunjungi, yah. duh... jadi ga enak hati nih ama blogger2 yang lain :D

Lidya - Mama Cal-Vin mengatakan...

gadget itu penting asal dipergunakan dengan bijaksana

Mira Sahid mengatakan...

Saya yang termasuk sangat mengontrol penggunaan gadget pada anak-anak. alias, hanya weekend saja mereka boleh mainkan gadget. Selebihnya, hari biasa saya arahkan mereka bermain dan berinteraksi dengan teman2nya aja.

ketty husnia mengatakan...

gadget bagai pisau bermata dua en apa kabar mba Sarah ?

ketty husnia mengatakan...

gadget seperti pisau bermata dua ya teh..koq komen-ku ga nongol ya? eh apa kabar teh?

Keke Naima mengatakan...

sebaiknya memang bijak dalam penggunaan gadget :)

Chandra Bayu mengatakan...

Gadget itu pentingnya buat alat komunikasi. Steve jobs aja ngebatasin anaknya pake gadget. Dia ga bolehin gadget masuk kamar, jadi bisa di kontrol. Tapi coba liat di indonesia. Kasian anak kecil negri ini. Itu steve jobs lho dia nyiptain, tapi dia tau itu banyak efek buruknya. Makannya dibatasin